// API callback
showrecentposts({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094"},"updated":{"$t":"2023-11-15T05:13:27.162-08:00"},"category":[{"term":"Islami"},{"term":"Hukum"},{"term":"Artikel"},{"term":"Tauladan"}],"title":{"type":"text","$t":"Blog Islami"},"subtitle":{"type":"html","$t":"Blog yang mengulas tentang Agama Islam"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/posts\/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default?alt=json-in-script\u0026orderby=published"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"},{"rel":"next","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default?alt=json-in-script\u0026start-index=26\u0026max-results=25\u0026orderby=published"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"76"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"25"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-1421796996284055551"},"published":{"$t":"2016-11-07T17:02:00.002-08:00"},"updated":{"$t":"2016-11-07T17:02:41.653-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Hukum"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Islami"}],"title":{"type":"text","$t":"Ini Asbabun Nuzul dan Tafsir Surat al-Maidah ayat 51"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/\"\u003E\u003Cb\u003EBlog Islami\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E - Bagaimana tafsir surat al-Maidah ayat 51. Dan bagaimana sikap kita dengan ungkapan tokoh ormas yang membela pelecehan orang kafir terhadap al-Quran?\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-m0pZSTDL_a8\/WCEkADytH9I\/AAAAAAAACww\/2GIL8ZPAC1sdkDyQF2FbjJmXTjy4O0O1wCLcB\/s1600\/Surat%2Bal-Maidah%2Bayat%2B51.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Surat al-Maidah ayat 51\" border=\"0\" height=\"273\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-m0pZSTDL_a8\/WCEkADytH9I\/AAAAAAAACww\/2GIL8ZPAC1sdkDyQF2FbjJmXTjy4O0O1wCLcB\/s400\/Surat%2Bal-Maidah%2Bayat%2B51.jpg\" title=\"Surat al-Maidah ayat 51\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003ESurat al-Maidah ayat 51\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nJawab:\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESebelum membahas tafsir surat al-Maidah ayat 51, saya tertarik untuk menyebutkan dua catatan terkait peristiwa ini,\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPertama, kejadian ini merupakan imbal balik atas konspirasi yang digencarkan si gubernur kafir\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESeketika ayat ini menjadi sangat tenar di masyarakat, setelah si gubernur kafir itu berusaha ingin menggugatnya dari al-Quran. Masyarakat sering menyebutnya, serasa baru saja diturunkan. Melihat keadaan ini saya teringat peristiwa wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESebelum kedatangan Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu, Umar berkhutbah dengan lantang, menegaskan bahwa\u0026nbsp; Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mati. Tapi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi panggilan Rab-nya seperti yang terjadi pada Musa ‘alaihis salam.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKetika Abu Bakr datang, beliau langsung mendatangi jenazah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memastikan kondisinya. Setelah beliau melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Muhammad telah meninggal, beliau langsung keluar rumah duka menuju\u0026nbsp; masjid, menyuruh Umar untuk duduk, dan beliau menyampaikan pesan,\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003Eأما بعد، من كان منكم يعبد محمدا صلى الله عليه وسلم فإن محمدا قد مات، ومن كان منكم يعبد الله، فإن الله حي لا يموت\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EAmma ba’du, siapa yang menyembah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketahuilah bahwa Muhammad telah meninggal. Dan siapa yang menyembah Allah, sesungguhnya Allah Maha Hidup, dan tidak mati.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKemudian Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu mengutip firman Allah,\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003Eوَما مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ، قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ، أَفَإِنْ ماتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلى أَعْقابِكُمْ، وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئاً، وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EMuhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah ada sebelumnya beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu akan murtad? Barangsiapa yang murtad, ia tidak dapat merugikan Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (QS. Ali Imran: 144)\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKata Ibnu Abbas, mengomentari pernyataan di atas,\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003Eوالله لكأن الناس لم يعلموا أن الله أنزل هذه الآية حتى تلاها أبو بكر، فتلقاها منه الناس كلهم، فما أسمع بشرا من الناس إلا يتلوها\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDemi Allah, seolah-olah masyarakat belum pernah tahu bahwa Allah telah menurunkan ayat ini, sampai dibaca oleh Abu Bakr. Lalu disebut-sebut semua orang. Setiap saya bertemu orang, pasti dia membaca ayat ini. (ar-Rahiq al-Makhtum, hlm. 432).\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESebelum gubernur kafir itu menyebutnya, masyarakat tidak pernah sadar dan gak pernah ada perhatian tentang ayat ini. Banyak masyarakat juga gak pernah perhatian, bahwa ayat ini merupakan \u003Cb\u003Edalil larangan memilih pemimpin dari yahudi dan nasrani\u003C\/b\u003E. Sungguh ini efek samping dari konspirasi yang sedang digencarkan si gubernur kafir itu. Namun Allah menghendaki lain, konspirasi balas konspirasi,\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003Eوَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EMereka melakukan konspirasi, dan Allah juga membalas konspirasi mereka. Dan Allah sebaik-baik dalam membalas konspirasi. (QS. Ali Imran: 54)\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKedua, bahwa orang kafir sekalipun, mereka bisa memahami pesan yang ada dalam al-Qur’an. Meskipun mereka ndableg, dan tidak mau menerimanya. Mereka kufur kepada seluruh isi al-Quran. Ini dalil bahwa sebenarnya hujjah (bukti kebenaran) telah sampai kepada mereka. Hanya saja mereka tidak memiliki\u0026nbsp; hidayah taufiq, sehingga mereka tidak mau mengamalkannya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDiriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari jalur Thariq bin Syihab, bahwa pernah ada orang Yahudi yang datang menemui Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, lalu mengatakan,\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003Eيا عمر، إنكم تقرءون آية في كتابكم، لو علينا معشر اليهود نزلت لاتخذنا ذلك اليوم عيدا\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EWahai Umar, kalian membaca satu ayat di kitab kalian, andaikan ayat ini turun kepada kami kaum Yahudi, tentu akan kami jadikan hari turunnya ayat itu sebagai hari raya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EUmar bertanya: “Ayat apa itu?”\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EJawab Yahudi: “Firman Allah,\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003Eالْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E“Pada hari dimana Aku sempurnakan agama kalian untuk kalian, dan aku penuhi nikmat-Ku (nikmat hidayah) untuk kalian…” (QS. Al-Maidah: 3)\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESelanjutnya, khalifah Umar berkomentar,\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003Eوالله إني لأعلم اليوم الذي نزلت على رسول الله صلى الله عليه وسلم، والساعة التي نزلت فيها على رسول الله صلى الله عليه وسلم، نزلت عَشية عَرَفَة في يوم جمعة\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E“Demi Allah, saya tahu hari dimana ayat ini turun kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, waktu dimana ayat ini turun kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ayat ini turun di siang hari Arafah, pada hari Jumat.” (HR. Ahmad 188).\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EIni menunjukkan bahwa orang sesat seukuran yahudi sekalipun, mereka tetap membaca al-Quran, sehingga hujjah telah sampai ke mereka. Berikut \u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/2016\/11\/asbabun-nuzul-dan-tafsir-surat-al-maidah-ayat-51.html\"\u003EAsbabun Nuzul dan Tafsir Surat al-Maidah ayat 51\u003C\/a\u003E yang harus kita pelajari dan pahami;\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ch4 style=\"text-align: justify;\"\u003E\nAsbabun Nuzul QS. al-Maidah ayat 51\u003C\/h4\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDiriwayatkan oleh Ibnu Ishaq, Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, dan al-Baihaqi, yang bersumber dari ‘Ubadah bin ash-Shamit bahwa ‘Abdullah bin Ubay bin Salul (tokoh munafik Madinah) dan ‘Ubadah bin ash-Shamit (salah seorang tokoh Islam dari Bani ‘Auf bin Khazraj) terikat oleh suatu perjanjian untuk saling membela dengan Yahudi Bani Qainuqa’. Ketika Bani Qainuqa’ memerangi Rasulullah saw.. ‘Abdullah bin Ubay tidak melibatkan diri. Sedangkan ‘Ubadah bin ash-Shamit berangkat menghadap Rasulullah saw. untuk membersihkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya dari ikatannya dengan Bani Qainuqa’ itu , serta menggabungkan diri bersama Rasulullah dan menyatakan hanya taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka turunlah ayat ini (al-Maa-idah: 51) yang mengingatkan orang yang beriman untuk tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan \u003Cb\u003Etidak mengangkat kaum Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin\u003C\/b\u003E mereka.\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ch4 style=\"text-align: justify;\"\u003E\nTafsir QS. al-Maidah ayat 51\u003C\/h4\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSaya tidak perlu berpannjang lebar. Hanya ingin mencamtumkan riwayat dari Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu.\u0026nbsp; Dari Sammak bin Harb, dari Iyadh,\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003Eأن عمر أمر أبا موسى الأشعري أن يرفع إليه ما أخذ وما أعطى في أديم واحد، وكان له كاتب نصراني، فرفع إليه ذلك، فعجب عمر رضي الله عنه وقال: إن هذا لحفيظ، هل أنت قارئ لنا كتابًا في المسجد جاء من الشام؟ فقال: إنه لا يستطيع أن يدخل المسجد فقال عمر: أجُنُبٌ هو؟ قال: لا بل نصراني. قال: فانتهرني وضرب فخذي، ثم قال: أخرجوه” ثم قرأ: { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EUmar memerintahkan Abu Musa al-Asy’ari untuk melaporkan semua yang diterima dan yang diserahkan dalam satu catatan. Abu Musa memiliki juru tulis beragama nasrani. Kemudian catatan itu diserahkan. Dan Umar radhiyallahu ‘anhu terheran, beliau mengatakan, “Ini sangat rinci.” Lalu beliau meminta,\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E“Apakah nanti di masjid, kamu bisa membacakan untuk kami, surat yang datang dari Syam?”\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EAbu Musa mengatakan, “Dia tidak boleh masuk masjid?”\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ETanya Umar, “Mengapa? Apakah dia junub?”\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E“Bukan, dia nasrani.” Jawab Abu Musa.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EUmar langsung membentakku dan memukul pahaku, dan mengatakan, “Keluarkan dia.”\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003Ekemudian beliau membaca firman Allah,\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003Eيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim..” (QS. Al-Maidah: 51)\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ERiwayat ini disebutkan oleh Ibnu katsir dalam tafsirnya (3\/132).\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EUmar melarang, jangan sampai orang kafir menjadi pejabat yang memiliki posisi di pemerintahan. Sekalipun dia hanya seorang akuntan negara. Tapi yang jelas bagaimanapun juga kita tetap harus menjaga \u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/2016\/07\/cara-sholat-yang-benar-menurut-nabi-muhammad-saw.html\"\u003ESholat\u003C\/a\u003E yang merupakan tiang agama dalam Islam.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com) \u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: x-small;\"\u003ESumber:\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: x-small;\"\u003Ehttps:\/\/konsultasisyariah.com\/28439-tafsir-surat-al-maidah-ayat-51.html\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: x-small;\"\u003Ehttps:\/\/alquranmulia.wordpress.com\/2013\/01\/29\/asbabun-nuzul-surah-al-maa-idah-5\/\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/1421796996284055551\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2016\/11\/asbabun-nuzul-dan-tafsir-surat-al-maidah-ayat-51.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/1421796996284055551"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/1421796996284055551"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2016\/11\/asbabun-nuzul-dan-tafsir-surat-al-maidah-ayat-51.html","title":"Ini Asbabun Nuzul dan Tafsir Surat al-Maidah ayat 51"}],"author":[{"name":{"$t":"Rhodoy R Ediyansyah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/00483012623079617793"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhLRekqC25ijcEFMAl-J8b3fjiFGtB1qK95XVFimK1-A6XEfjRmLJ55pwPqicjGseuuxgiSv0__11fx1-pMOPpzI-DXOb81bdC7joXdVmM6g-HhxsynRYcEcj3ou1tkpiE\/s220\/Rhodoy.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-m0pZSTDL_a8\/WCEkADytH9I\/AAAAAAAACww\/2GIL8ZPAC1sdkDyQF2FbjJmXTjy4O0O1wCLcB\/s72-c\/Surat%2Bal-Maidah%2Bayat%2B51.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"},"georss$featurename":{"$t":"Indonesia"},"georss$point":{"$t":"-0.789275 113.92132700000002"},"georss$box":{"$t":"-31.6684965 72.61273300000002 30.0899465 155.22992100000002"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-3708320844864604505"},"published":{"$t":"2016-07-16T01:45:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2016-07-16T01:45:39.943-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Islami"}],"title":{"type":"text","$t":"Cara Sholat Yang Benar Menurut Nabi Muhammad SAW"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/\"\u003E\u003Cb\u003EBlog Islami\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E - Shalat adalah ibadah yang \u003Cb\u003Etata cara sholat\u003C\/b\u003E telah ditentukan secara tegas dalam agama. Secara sederhana dapat didefinisikan, perbuatan yang mengandung gerakan tertentu, yang diawali dengan Takbir dan diakhiri dengan salam. Shalat merupakan salah satu dari lima rukun islam, dan menjadi tiang agama (hal yang paling pokok). Setiap muslim\/muslimah waras dewasa (balik), diwajibkan atasnya mendirikan shalat. Allah berfirman:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ci\u003E\"Dan dirikanlah Shalat untuk mengingatKU\u003C\/i\u003E\" (QS Thaha:20)\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBerdasarkan salah satu Hadith, pada hari akhir, ibadah shalat merupakan hal yang pertama kali dihizab oleh Allah SWT(HR. Turmudzi). Jika amalan ini baik, barulah amalan lain dapat diperhitungkan, sebaliknya jika amalan ini tidak baik, maka amalan lain tidak boleh diperiksa. Dengan demikian amalan shalat ini menjadi prasyarat untuk dapat memasuki pengadilan Allah SWT yang Maha Adil. Semacam tiket, begitu. Tidak salah, kalau dalam salah satu Hadith Rasulullah SAW bersabda bahwa yang membedakan antara seorang muslim dengan kafir adalah segi shalat.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBerikut \u003Cb\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/2016\/07\/cara-sholat-yang-benar-menurut-nabi-muhammad-saw.html\"\u003ECara Sholat Yang Benar\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E Menurut Nabi Muhammad SAW Oleh Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi yang dikutip dari almanhaj.or.id\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-FUsMOlGAWBU\/V4nyTrcVIyI\/AAAAAAAACdE\/FIq5IZM_DXsJw4DaYcKviutIWTkCmovSgCLcB\/s1600\/Cara%2BSholat%2BYang%2BBenar.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Cara Sholat Yang Benar\" border=\"0\" height=\"300\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-FUsMOlGAWBU\/V4nyTrcVIyI\/AAAAAAAACdE\/FIq5IZM_DXsJw4DaYcKviutIWTkCmovSgCLcB\/s400\/Cara%2BSholat%2BYang%2BBenar.jpg\" title=\"Cara Sholat Yang Benar\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003ESholat\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nJika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri untuk shalat, beliau menghadap ke arah Kiblat dan berdiri mendekat ke pembatas (sutrah). Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nإِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى.\u003Cbr \/\u003E\nArtinya: “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya. Dan sesungguh-nya setiap orang hanya mendapat (balasan) berdasarkan niatnya.”\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBeliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai shalat dengan ucapan:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nاَللهُ أَكْبَرُ.\u003Cbr \/\u003E\nArtinya: “Allah Mahabesar.”\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBeliau mengangkat kedua tangannya lalu meletakkan yang kanan di atas yang kiri di atas dada. Beliau mengarahkan pandangannya ke tanah (tempat sujud).\u003Cbr \/\u003E\nKemudian membuka bacaan dengan berbagai macam do’a (do’a istiftah), beliau memuji, menyanjung dan memuliakan Allah.\u003Cbr \/\u003E\nKemudian beliau memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk (ta’awwudz). Kemudian membaca:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nبِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ.\u003Cbr \/\u003E\nArtinya: “\u003Ci\u003EDengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang.\u003C\/i\u003E” (Dengan tidak nyaring).\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKemudian membaca al-Faatihah dengan berhenti pada tiap-tiap ayat (tartil). Seusai membaca al-Faatihah, beliau mengucapkan: “Aamiin,” dengan menjaharkan (mengeraskan) dan memanjang-kan suaranya. Setelah membaca al-Faatihah, beliau membaca surat lainnya. Terkadang memanjangkannya, dan terkadang memendekkannya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBeliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengeraskan \u003Cb\u003Ebacaan pada shalat\u003C\/b\u003E Shubuh dan dua raka’at pertama dari shalat Maghrib dan ‘Isya’. Serta memelankan bacaan pada shalat Zhuhur, ‘Ashar, raka’at ketiga dari shalat Maghrib serta dua raka’at terakhir dari shalat ‘Isya’. Beliau juga mengeraskannya pada shalat Jum’at, dua Hari Raya, Istisqa’, dan Gerhana. Beliau menjadikan dua raka’at terakhir lebih pendek dari dua raka’at pertama kira-kira separuhnya, sekitar lima belas ayat, atau mencukupkan dengan al-Faatihah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKemudian jika beliau selesai membaca, beliau diam sejenak. Setelah itu beliau mengangkat kedua tangannya, bertakbir, dan ruku’. Beliau letakkan kedua telapak tangannya pada kedua lutut lalu meregangkan jari-jemarinya. Beliau tekankan kedua tangannya pada kedua lututnya seakan-akan menggenggamnya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBeliau regangkan kedua sikunya ke samping sambil meratakan dan meluruskan punggungnya. Hingga andaikata dituangkan air di atasnya, niscaya air itu tetap tenang (tidak tumpah). Beliau berdiam agak lama saat ruku’ dan mengucapkan:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nسُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ (ثَلاَثًا)\u003Cbr \/\u003E\nArtinya: \u003Ci\u003E“Mahasuci Engkau, wahai Rabb-ku Yang Mahaagung.”\u003C\/i\u003E (Diucapkan sebanyak tiga kali).\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDalam rukun ini beliau mengucapkan banyak macam dzikir dan do’a. Terkadang mengucapkan ini, terkadang pula yang itu. Beliau melarang membaca al-Qur-an dalam ruku’ dan sujud. Setelah itu beliau mengangkat punggungnya dari ruku’ sambil mengucapkan:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nسَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ\u003Cbr \/\u003E\nArtinya: “\u003Ci\u003EAllah mendengar orang yang memuji-Nya.\u003C\/i\u003E”\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKetika i’tidal ini beliau mengangkat kedua tangannya sambil membaca:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nرَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ.\u003Cbr \/\u003E\nArtinya: “\u003Ci\u003EYa Rabb kami, hanya bagi-Mu-lah segala pujian.\u003C\/i\u003E”\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTerkadang beliau membaca do’a lebih dari itu. Kemudian beliau bertakbir dan menyungkur sujud. Beliau meletakkan kedua tangannya di atas tanah sebelum kedua lututnya. Beliau bertelekan pada kedua telapak tangannya dan membuka (lengan)nya. Beliau Shallallahu alaihi wa sallam merapatkan jari-jemarinya dan menghadapkannya ke Kiblat. Beliau meletakkan sejajar dengan kedua bahunya dan terkadang sejajar kedua telinganya. Beliau menempelkan hidung dan dahinya ke tanah. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nأُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظَمٍ: عَلَى الْجَبْهَةِ وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ، وَالْيَدَيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ.\u003Cbr \/\u003E\nArtinya: “\u003Ci\u003EAku diperintahkan untuk bersujud di atas tujuh tulang: dahi -sambil menunjuk hidungnya dengan tangan- kedua tangan dan kedua lutut, serta ujung jari-jemari kedua kaki.\u003C\/i\u003E”\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBeliau juga pernah mengatakan:\u003Cbr \/\u003E\nلاَ صَلاَةَ لِمَنْ لاَ يُصِيْبُ أَنْفَهُ مِنَ اْلأَرْضِ مَا يُصِيْبُ الْجَبِيْنَ.\u003Cbr \/\u003E\nArtinya: “\u003Ci\u003ETidak (sempurna) shalat orang yang tidak menempelkan hidungnya ke tanah sebagaimana menempelkan dahinya.\u003C\/i\u003E”\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBeliau berdiam sejenak dalam sujudnya sambil mengucapkan:\u003Cbr \/\u003E\nسُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى. (ثَلاَثًا)\u003Cbr \/\u003E\nArtinya: “\u003Ci\u003EMahasuci Rabb-ku Yang Mahatinggi.\u003C\/i\u003E” (Diucapkan tiga kali)\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTerkadang beliau juga membaca berbagai macam dzikir dan do’a, terkadang ini dan terkadang itu. Beliau memerintahkan untuk bersungguh-sungguh dan memperbanyak do’a pada rukun ini.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKemudian beliau mengangkat kepala sambil bertakbir, lantas menggelar kaki kirinya dan mendudukinya (duduk iftirasy) dengan tenang. Beliau tegakkan telapak kaki kanannya sambil menghadapkan jari-jari telapak kaki kanan tersebut ke Kiblat. Lalu beliau mengucapkan:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nاللّهُمَّ اغْفِرْ لِـي وَارْحَمْنِى، وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي، وَاهْدِنِي، وَعَافِنِي، وَارْزُقْنِي.\u003Cbr \/\u003E\nArtinya: “\u003Ci\u003EYa Allah, ampunilah aku, kasihilah aku, cukupilah kekurangan-ku, angkatlah derajatku, tunjukilah aku, maafkanlah aku, dan berilah rizki kepadaku.\u003C\/i\u003E”\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKemudian beliau bertakbir dan melakukan sujud kedua sebagaimana yang pertama lalu mengangkat kepalanya sambil bertakbir.\u003Cbr \/\u003E\nKemudian bangkit duduk tegak di atas kaki kirinya hingga tulang-tulang kembali pada tempatnya semula (duduk istirahat). Kemudian bangkit ke raka’at kedua dengan bertumpu pada tanah.\u003Cbr \/\u003E\nBeliau melakukan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama. Hanya saja beliau melakukannya lebih singkat daripada yang pertama.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKemudian beliau duduk tasyahhud seusai raka’at kedua. Jika shalat terdiri dari dua rak’at, maka duduk iftirasy sebagaimana duduk di antara dua sujud. Begitupula pada raka’at kedua dari shalat yang berjumlah tiga atau empat raka’at. Jika beliau duduk tasyahhud, beliau letakkan telapak tangan kanannya di atas paha kanannya dan meletakkan telapak tangan kirinya di atas paha kirinya. Beliau buka tangan kirinya dan menggenggamkan tangan kanannya di atas paha kanannya sambil menunjuk dengan jari telunjuknya dan memusatkan pandangan padanya. Jika beliau mengangkat telunjuknya, beliau menggerak-gerakkannya dan berdo’a dengannya. Beliau bersabda, “Dia memiliki (pengaruh) yang lebih dahsyat terhadap syaitan daripada besi.” Maksudnya telunjuk tadi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBeliau lantas membaca tahiyyat pada setiap dua raka’at. Beliau bershalawat bagi dirinya sendiri pada tasyahhud awal maupun yang seterusnya. Dan beliau mensyari’atkan hal ini pada umatnya. Dalam shalatnya beliau mengucapkan banyak do’a yang beraneka ragam.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBeliau kemudian mengucap salam sambil menoleh ke kanan dan mengucap: “اَلسَّـلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ (semoga kesejahteraan dan rahmat Allah terlimpahkan atas kamu sekalian.” Begitupula pada yang kiri. Beliau terkadang menambah kalimat “وَبَرَكَاتُهُ (dan berkah-Nya)” pada salam pertama.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n[Disalin dari kitab Al-Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil Aziiz, Penulis Syaikh Abdul Azhim bin Badawai al-Khalafi, Edisi Indonesia Panduan Fiqih Lengkap, Penerjemah Team Tashfiyah LIPIA – Jakarta, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir, Cetakan Pertama Ramadhan 1428 – September 2007M] \u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBerikut Tata Cara Fardhu 5 Waktu Lengkap Dengan Gerakannya yang dikutip dari ghojer.blogspot.co.id\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E1. Gerakan Berdiri Tegak untuk Salat\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-rBaPtM4g5lM\/V4nxtj949RI\/AAAAAAAACc8\/4ydyo-vWQms6QYQbP1YYeN910nqRvEyEQCLcB\/s1600\/Gerakan%2BBerdiri%2BTegak%2Buntuk%2BSalat.gif\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Gerakan Berdiri Tegak untuk Salat\" border=\"0\" height=\"400\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-rBaPtM4g5lM\/V4nxtj949RI\/AAAAAAAACc8\/4ydyo-vWQms6QYQbP1YYeN910nqRvEyEQCLcB\/s400\/Gerakan%2BBerdiri%2BTegak%2Buntuk%2BSalat.gif\" title=\"Gerakan Berdiri Tegak untuk Salat\" width=\"258\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EGerakan Berdiri Tegak untuk Salat\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBerdiri tegak pada salat fardu hukumnya wajib. Berdiri tegak merupakan salah satu rukun salat. Sikap ini dilakukan sejak sebelum takbiratul ihram. Cara melakukannya adalah sebagai berikut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EPosisi badan harus tegak lurus dan tidak membungkuk, kecuali jika sakit.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETangan rapat di samping badan.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EKaki direnggangkan, paling lebar selebar bahu.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESemua ujung jari kaki menghadap kiblat.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPandangan lurus ke tempat sujud.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPosisi badan menghadap kiblat. Akan tetapi, jika tidak mengetahui arah kiblat, boleh menghadap ke arah mana saja. Asal dalam hati tetap berniat menghadap kiblat.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E2. Gerakan Mengangkat Kedua Tangan Dalam Shalat\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-vgNo-MGZbAE\/V4nxlRp1r-I\/AAAAAAAACc4\/GKR9zqzLE5QQsnr0x3Nbqc_NBQHN-5PaACLcB\/s1600\/Gerakan%2BMengangkat%2BKedua%2BTangan.gif\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Gerakan Mengangkat Kedua Tangan Dalam Shalat\" border=\"0\" height=\"400\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-vgNo-MGZbAE\/V4nxlRp1r-I\/AAAAAAAACc4\/GKR9zqzLE5QQsnr0x3Nbqc_NBQHN-5PaACLcB\/s400\/Gerakan%2BMengangkat%2BKedua%2BTangan.gif\" title=\"Gerakan Mengangkat Kedua Tangan Dalam Shalat\" width=\"274\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EGerakan Mengangkat Kedua Tangan Dalam Shalat\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAda banyak keterangan tentang cara mengangkat tangan. Menurut kebanyakan ulama caranya adalah sebagai berikut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003ETelapak tangan sejajar dengan bahu.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EUjung jari-jari sejajar dengan puncak telinga.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EUjung ibu jari sejajar dengan ujung bawah telinga.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EJari-jari direnggangkan.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETelapak tangan menghadap ke arah kiblat, bukan menghadap ke atas atau ke samping.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ELengan direnggangkan dari ketiak (sunah bagi laki-laki). Untuk perempuan ada yang menyunahkan merapatkannya pada ketiak. Namun, boleh juga merenggangkannya.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EBersamaan dengan mengucapkan kalimat takbir.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nCatatan: Mengangkat tangan ketika salat terdapat pada empat tempat, yaitu saat takbiratulihram, saat hendak rukuk, saat iktidal (bangun dari rukuk), dan saat bangun dari rakaat kedua (selesai tasyahud awal) untuk berdiri meneruskan rakaat ketiga.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E3. Gerakan Sedekap dalam Salat\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-M4uocqe_6YE\/V4nxbzkLFyI\/AAAAAAAACcw\/dNmhokvBQaYz9O0CzmMcWA6F4yR6e4uBgCLcB\/s1600\/Gerakan%2BSedekap%2Bdalam%2BSalat.gif\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Gerakan Sedekap dalam Salat\" border=\"0\" height=\"400\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-M4uocqe_6YE\/V4nxbzkLFyI\/AAAAAAAACcw\/dNmhokvBQaYz9O0CzmMcWA6F4yR6e4uBgCLcB\/s400\/Gerakan%2BSedekap%2Bdalam%2BSalat.gif\" title=\"Gerakan Sedekap dalam Salat\" width=\"262\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EGerakan Sedekap dalam Salat\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSedekap dilakukan sesudah mengangkat tangan takbiratulihram. Adapun caranya adalah sebagai berikut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003ETelapak tangan kanan diletakkan di atas pergelangan tangan kiri, tidak digenggamkan.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EMeletakkan tangan boleh di dada. Boleh juga meletakkannya di atas pusar. Boleh juga meletakkannya di bawah pusar.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nKetika bersedekap, doa yang pertama dibaca adalah doa iftitah. Setelah selesai iftitah, kemudian membaca surat Al Fatihah. Sesudah membaca surat Al Fatihah, kemudian membaca surat pendek seperti Al Ikhlas, Al ‘Asr, dan An Nasr.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAdapun Bacaan ada di bawah ini :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDOA IFTITAH\u003Cbr \/\u003E\nALLAAHU AKBARU KABIIRAA WAL HAMDU LILLAAHI KATSIIRAA WASUBHAANALLAAHI BUKRATAW WAASHIILAA.\u003Cbr \/\u003E\nAllah Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala Puji Bagi Allah, Pujian Yang Sebanyak-Banyaknya. Dan Maha Suci Allah Sepanjang Pagi Dan Petang.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nINNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAM MUSLIMAW WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN.\u003Cbr \/\u003E\nKuhadapkan Wajahku Kepada Zat Yang Telah Menciptakan Langit Dan Bumi Dengan Penuh Ketulusan Dan Kepasrahan Dan Aku Bukanlah Termasuk Orang-Orang Yang Musyrik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nINNA SHALAATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII LILLAAHIRABBIL ‘AALAMIIN.\u003Cbr \/\u003E\nSesungguhnya Sahalatku, Ibadahku, Hidupku Dan Matiku Semuanya Untuk Allah, Penguasa Alam Semesta.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nLAA SYARIIKA LAHUU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIIN.\u003Cbr \/\u003E\nTidak Ada Sekutu Bagi-Nya Dan Dengan Demikianlah Aku Diperintahkan Dan Aku Termasuk Orang-Orang Islam.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAL-FATIHAH\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM.\u003Cbr \/\u003E\nDengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAL HAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN.\u003Cbr \/\u003E\nSegala Puji Bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nARRAHMAANIR RAHIIM.\u003Cbr \/\u003E\nYang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMAALIKIYAUMIDDIIN.\u003Cbr \/\u003E\nPenguasa Hari Pembalasan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nIYYAAKA NA’BUDU WAIYYAAKA NASTA’IINU.\u003Cbr \/\u003E\nHanya Kepada-Mu lah Aku Menyembah Dan Hanya Kepada-Mu lah Aku Memohon Pertolongan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nIHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM.\u003Cbr \/\u003E\nTunjukilah Kami Jalan Yang Lurus.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSHIRAATHAL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM GHAIRIL MAGHDHUUBI ‘ALAIHIM WALADHDHAALLIIN. AAMIIN.\u003Cbr \/\u003E\nYaitu Jalannya Orang-Orang Yang Telah Kau Berikan Nikmat, Bukan Jalannya Orang-Orang Yang Kau Murkai Dan Bukan Pula Jalannya Orang-Orang Yang Sesat.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E4. Gerakan Rukuk Dalam Sholat\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-9KhgTgWztLA\/V4nxPsUqA9I\/AAAAAAAACco\/9BZq609ef34rT2yZ7Hraa1vq8gA2jqi5ACLcB\/s1600\/Gerakan%2BRukuk%2BDalam%2BSholat.gif\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Gerakan Rukuk Dalam Sholat\" border=\"0\" height=\"400\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-9KhgTgWztLA\/V4nxPsUqA9I\/AAAAAAAACco\/9BZq609ef34rT2yZ7Hraa1vq8gA2jqi5ACLcB\/s400\/Gerakan%2BRukuk%2BDalam%2BSholat.gif\" title=\"Gerakan Rukuk Dalam Sholat\" width=\"356\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EGerakan Rukuk Dalam Sholat\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nRukuk artinya membungkukkan badan. Adapun cara melakukannya adalah sebagai berikut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EAngkat tangan sambil mengucapkan takbir. Caranya sama seperti takbiratulihram.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETurunkan badan ke posisi membungkuk.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EKedua tangan menggenggam lutut. Bukan menggenggam betis atau paha. Jari-jari tangan direnggangkan. Posisi tangan lurus, siku tidak ditekuk.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPunggung dan kepala sejajar. Punggung dan kepala dalam posisi mendatar. Tidak terlalu condong ke bawah. Tidak pula mendongah ke atas.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EKaki tegak lurus, lutut tidak ditekuk.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPinggang direnggangkan dari paha.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPandangan lurus ke tempat sujud.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nSesudah posisi ini mantap, kemudian membaca salah satu doa rukuk. Adapun bacaan Rukuk Sebagai Berikut :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nR U K U’\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSUBHAANA RABBIYAL ‘ADZIIMI WA BIHAMDIH. – 3 x\u003Cbr \/\u003E\nMaha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E5. Gerakan Iktidal dalam Sholat\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-ODeRb41GyqY\/V4nxHKdxeqI\/AAAAAAAACcg\/ly2EgYLNt8EHk1_7OgCY3fggWsracp5CACLcB\/s1600\/Gerakan%2BIktidal%2Bdalam%2BSholat.gif\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Gerakan Iktidal dalam Sholat\" border=\"0\" height=\"400\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-ODeRb41GyqY\/V4nxHKdxeqI\/AAAAAAAACcg\/ly2EgYLNt8EHk1_7OgCY3fggWsracp5CACLcB\/s400\/Gerakan%2BIktidal%2Bdalam%2BSholat.gif\" title=\"Gerakan Iktidal dalam Sholat\" width=\"308\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EGerakan Iktidal dalam Sholat\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nIktidal adalah bangkit dari rukuk. Posisi badan kembali tegak. Ketika bangkit disunahkan mengangkat tangan seperti ketika takbiratulihram. Bersamaan dengan itu membaca kalimat “sami’allahu liman hamidah”. Badan kembali tegak berdiri. Tangan rapat di samping badan. Ada juga yang kembali ke posisi bersedekap seperti halnya ketika membaca surat Al Fatihah. Perbedaan ini terjadi karena beda pemaknaan terhadap hadis dalilnya. Padahal dalil yang digunakan sama. Namun, jumhur ulama sepakat bahwa saat iktidal itu menyimpan tangan rapat di samping badan.\u003Cbr \/\u003E\nSesudah badan mantap tegak berdiri, barulah membaca salah satu doa iktidal.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nI’TIDAL\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH.\u003Cbr \/\u003E\nSemoga Allah Mendengar ( Menerima ) Pujian Orang Yang Memuji-Nya ( Dan Membalasnya ).\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nRABBANAA LAKAL HAMDU MIL’US SAMAAWATI WA MIL ‘ULARDHI WA MIL ‘UMAASYI’TA MIN SYAI’IN BA’DU.\u003Cbr \/\u003E\nWahai Tuhan Kami ! Hanya Untuk-Mu lah Segala Puji, Sepenuh Langit Dan Bumi Dan Sepenuh Barang Yang Kau Kehendaki Sesudahnya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E6. Gerakan Sujud dalam Sholat\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-TPSZU93U0bE\/V4nw_Um1tBI\/AAAAAAAACcY\/dY-tivPdWxMU06DqUGIzfSUQfcBB6KGTwCLcB\/s1600\/Gerakan%2BSujud%2Bdalam%2BSholat.gif\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Gerakan Sujud dalam Sholat\" border=\"0\" height=\"276\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-TPSZU93U0bE\/V4nw_Um1tBI\/AAAAAAAACcY\/dY-tivPdWxMU06DqUGIzfSUQfcBB6KGTwCLcB\/s400\/Gerakan%2BSujud%2Bdalam%2BSholat.gif\" title=\"Gerakan Sujud dalam Sholat\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSujud artinya menempelkan kening pada lantai. Menurut hadis riwayat Jamaah, ada tujuh anggota badan yang menyentuh lantai ketika sujud, yaitu:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003Ewajah (kening dan hidung),\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Edua telapak tangan,\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Edua lutut, dan\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003Edua ujung telapak kaki.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nCara melakukan sujud adalah sebagai berikut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003ETurunkan badan dari posisi iktidal, dimulai dengan menekuk lutut sambil mengucapkan takbir.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ELetakkan kedua lutut ke lantai.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ELetakkan kedua telapak tangan ke lantai.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ELetakkan kening dan hidung ke lantai.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETalapak tangan dibuka, tidak dikepalkan. Akan tetapi, jari-jarinya dirapatkan, dan ini satu-satunya gerakan di mana jari-jari tangan dirapatkan, sementara dalam gerakan lainnya jari-jari ini selalu direnggangkan.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EJari-jari tangan dan kaki semuanya menghadap ke arah kiblat. Ujung jari tangan letaknya sejajar dengan bahu.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ELengan direnggangkan dari ketiak (sunah bagi laki-laki). Untuk perempuan ada yang menyunahkan merapatkannya pada ketiak. Namun, boleh juga merenggangkannya.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ERenggangkan pinggang dari paha.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPosisi pantat lebih tinggi daripada wajah.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESujud hendaknya dilakukan dengan tenang. Ketika sudah mantap sujudnya, bacalah salah satu doa sujud.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\nKetika bangkit dari sujud untuk berdiri ke rakaat berikutnya, disunahkan wajah lebih dulu dianggkat dari lantai, kemudian tangan, dan disusul dengan mengangkat lutut hingga berdiri tegak. Bacaa pada waktu sujud :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSUJUD\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSUBHAANA RABBIYAL A‘LAA WA BIHAMDIH. – 3 x\u003Cbr \/\u003E\nMaha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi Dan Dengan Memuji-Nya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E7. Gerakan Duduk antara Dua Sujud Dalam Shalat\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-7CNBX21TNO0\/V4nw1mqTBVI\/AAAAAAAACcU\/f5sjPZpGV5c6e_VoS8vv7Lr_IWxSk9DUwCLcB\/s1600\/Gerakan%2BDuduk%2Bantara%2BDua%2BSujud.gif\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Gerakan Duduk antara Dua Sujud Dalam Shalat\" border=\"0\" height=\"400\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-7CNBX21TNO0\/V4nw1mqTBVI\/AAAAAAAACcU\/f5sjPZpGV5c6e_VoS8vv7Lr_IWxSk9DUwCLcB\/s400\/Gerakan%2BDuduk%2Bantara%2BDua%2BSujud.gif\" title=\"Gerakan Duduk antara Dua Sujud Dalam Shalat\" width=\"388\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EGerakan Duduk antara Dua Sujud Dalam Shalat\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDuduk antara sujud adalah duduk iftirasy, yaitu:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EBangkit dari sujud pertama sambil mengucapkan takbir.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETelapak kaki kiri dibuka dan diduduki.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETelapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EBadan tegak lurus.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESiku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETelapak tangan dibuka. Jari-jarinya direnggangkan dan menghadap ke arah kiblat.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETelapak tangan diletakkan di atas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPandangan lurus ke tempat sujud.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESetelah posisi tumakninah, baru kemudian membaca salah satu doa antara dua sujud.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBacaannya Sebagai Berikut :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDUDUK DIANTARA DUA SUJUD\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nRABBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNII WAHDINII WA’AAFINII WA’FU ‘ANNII.\u003Cbr \/\u003E\nYa Tuhanku ! Ampunilah Aku, Kasihanilah Aku, Cukupkanlah ( Kekurangan )-Ku, Angkatlah ( Derajat )-Ku, Berilah Aku Rezki, Berilah Aku Petunjuk, Berilah Aku Kesehatan Dan Maafkanlah ( Kesalahan )-Ku.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E8. Gerakan Tasyahud (Tahiyat) Awal Dalam Shalat\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-HS_JbWEF7gA\/V4nwrFVgqMI\/AAAAAAAACcQ\/IOeYcPVru-Eo1w7kulIMRqPJEm1i_O8LQCLcB\/s1600\/Gerakan%2BTasyahud%2B%2528Tahiyat%2529%2BAwal.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Gerakan Tasyahud (Tahiyat) Awal Dalam Shalat\" border=\"0\" height=\"400\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-HS_JbWEF7gA\/V4nwrFVgqMI\/AAAAAAAACcQ\/IOeYcPVru-Eo1w7kulIMRqPJEm1i_O8LQCLcB\/s400\/Gerakan%2BTasyahud%2B%2528Tahiyat%2529%2BAwal.jpg\" title=\"Gerakan Tasyahud (Tahiyat) Awal Dalam Shalat\" width=\"382\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EGerakan Tasyahud (Tahiyat) Awal Dalam Shalat\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDuduk tasyahud awal adalah duduk iftirasy, sama seperti duduk antara dua sujud. Ini pada salat yang lebih dari dua rakaat, yaitu pada salat zuhur, asar, magrib, dan isya. Caranya adalah sebagai berikut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EBangkit dari sujud kedua rakaat kedua sambil membaca takbir.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETelapak kaki kiri dibuka dan diduduki.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETelapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EBadan tegak lurus.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESiku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETelapak tangan dibuka. Jari-jarinya direnggangkan dan menghadap ke arah kiblat.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETelapak tangan diletakkan di atas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EDisunahkan memberi isyarat dengan telunjuk, yaitu telapak tangan kanan digenggamkan. Kemudian telunjuk diangkat (menunjuk). Dalam posisi ini kemudian membaca doa tasyahud.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBacaannya sebagai berikut :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTASYAHUD AWAL\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH.\u003Cbr \/\u003E\nSegala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.\u003Cbr \/\u003E\nSemoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu, Wahai Nabi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.\u003Cbr \/\u003E\nSemoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.\u003Cbr \/\u003E\nAku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.\u003Cbr \/\u003E\nWahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad !.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E9. Gerakan Tasyahud Akhir Dalam Shalat\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-YsBE_t1Ow6I\/V4nwdaoBDTI\/AAAAAAAACcM\/4XauZaVw79kaLr-UgC0-bjOhQ2ej8rHMwCLcB\/s1600\/Gerakan%2BTasyahud%2BAkhir.gif\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Gerakan Tasyahud Akhir Dalam Shalat\" border=\"0\" height=\"400\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-YsBE_t1Ow6I\/V4nwdaoBDTI\/AAAAAAAACcM\/4XauZaVw79kaLr-UgC0-bjOhQ2ej8rHMwCLcB\/s400\/Gerakan%2BTasyahud%2BAkhir.gif\" title=\"Gerakan Tasyahud Akhir Dalam Shalat\" width=\"398\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EGerakan Tasyahud Akhir Dalam Shalat\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTasyahud akhir adalah duduk tawaruk. Caranya adalah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cul\u003E\n\u003Cli\u003EBangkit dari sujud kedua, yaitu pada rakaat terakhir salat, sambil membaca takbir.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETelapak kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan. Jadi, panggul duduk menyentuh lantai.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETelapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EBadan tegak lurus.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESiku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETelapak tangan dibuka. Jari-jarinya direnggangkan dan menghadap ke arah kiblat.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ETelapak tangan diletakkan di atas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EDisunahkan memberi isyarat dengan telunjuk, yaitu telapak tangan kanan digenggamkan. Kemudian telunjuk diangkat (menunjuk). Dalam posisi ini kemudian membaca doa tasyahud, selawat, dan doa setelah tasyahud akhir.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ul\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBacaannya sebagai berikut :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTASYAHUD AKHIR\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH.\u003Cbr \/\u003E\nSegala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.\u003Cbr \/\u003E\nSemoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu, Wahai Nabi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.\u003Cbr \/\u003E\nSemoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.\u003Cbr \/\u003E\nAku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD ( tasyahud awal ) WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.\u003Cbr \/\u003E\nWahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarga Penghulu Kami Nabi Muhammad.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKAMAA SHALLAITAA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM.\u003Cbr \/\u003E\nSebagaimana Telah Engkau Limpahkan Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nWA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.\u003Cbr \/\u003E\nDan Limpahkanlah Berkah Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarganya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKAMAA BAARAKTA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM.\u003Cbr \/\u003E\nSebagaimana Telah Engkau Limpahkan Berkah Kepada Penghulu Kami, Nabi Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nFIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUMMAJIID. YAA MUQALLIBAL QULUUB. TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIK.\u003Cbr \/\u003E\nSungguh Di Alam Semesta Ini, Engkau Maha Terpuji Lagi Maha Mulia. Wahai Zat Yang Menggerakkan Hati. Tetapkanlah Hatiku Pada Agama-Mu.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E10. Gerakan salam Dalam Shalat\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-HHldgZBPo3o\/V4nwOviEq3I\/AAAAAAAACcI\/C1PIOYeePmQPtn2WhPPyTlhbiujZsQj8QCLcB\/s1600\/Gerakan%2Bsalam.gif\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Gerakan salam Dalam Shalat\" border=\"0\" height=\"400\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-HHldgZBPo3o\/V4nwOviEq3I\/AAAAAAAACcI\/C1PIOYeePmQPtn2WhPPyTlhbiujZsQj8QCLcB\/s400\/Gerakan%2Bsalam.gif\" title=\"Gerakan salam Dalam Shalat\" width=\"394\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EGerakan salam Dalam Shalat\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nGerakan salam adalah menengok ke arah kanan dan kiri. Menengok dilakukan sampai kira-kira searah dengan bahu. Jika jadi imam dalam salat berjamaah, salam dilakukan sampai terlihat hidung oleh makmum. Menengok dilakukan sambil membaca salam. Adapun bacaan salam sebagai berikut :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nsalam ke arah kanan dan kiri seraya mengucapkan: “ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH, ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH (Semoga keselamatan dan rahmat Allah limpahkan kepadamu)\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDemikian tuntunan \u003Cb\u003ECara Sholat Yang Benar Menurut Nabi Muhammad SAW\u003C\/b\u003E yang dikutip dari berbagai sumber, semoga bermanfaat untuk kita semua. \u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/3708320844864604505\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2016\/07\/cara-sholat-yang-benar-menurut-nabi-muhammad-saw.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/3708320844864604505"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/3708320844864604505"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2016\/07\/cara-sholat-yang-benar-menurut-nabi-muhammad-saw.html","title":"Cara Sholat Yang Benar Menurut Nabi Muhammad SAW"}],"author":[{"name":{"$t":"Rhodoy R Ediyansyah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/00483012623079617793"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhLRekqC25ijcEFMAl-J8b3fjiFGtB1qK95XVFimK1-A6XEfjRmLJ55pwPqicjGseuuxgiSv0__11fx1-pMOPpzI-DXOb81bdC7joXdVmM6g-HhxsynRYcEcj3ou1tkpiE\/s220\/Rhodoy.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-FUsMOlGAWBU\/V4nyTrcVIyI\/AAAAAAAACdE\/FIq5IZM_DXsJw4DaYcKviutIWTkCmovSgCLcB\/s72-c\/Cara%2BSholat%2BYang%2BBenar.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"},"georss$featurename":{"$t":"Indonesia"},"georss$point":{"$t":"-0.789275 113.92132700000002"},"georss$box":{"$t":"-31.668126 72.61273300000002 30.089576 155.22992100000002"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-5577738237563388092"},"published":{"$t":"2015-12-14T18:53:00.001-08:00"},"updated":{"$t":"2015-12-14T19:20:49.144-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Tauladan"}],"title":{"type":"text","$t":"Dikampung Ini Orang Kristen Pernah Menjadi Kepala Pengurus Masjid dan Guru TPQ"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/\"\u003E\u003Cb\u003EBlig Islami\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E - Toleransi dalam kebhinekaan dalam sosial budaya bangsa Indonesia sebenarnya sudah berjalan dengan baik dan indah. Satu contoh adalah apa yang terjadi di lereng gunung Sindoro, tepatnya di Desa Bejiarum, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-qCljIRqYzCE\/Vm9_UIhnk4I\/AAAAAAAABfI\/VKv9vDN7gm8\/s1600\/Ustadzah%2BKristen.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Ustadzah Kristen\" border=\"0\" height=\"205\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-qCljIRqYzCE\/Vm9_UIhnk4I\/AAAAAAAABfI\/VKv9vDN7gm8\/s400\/Ustadzah%2BKristen.jpg\" title=\"Ustadzah Kristen\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EUstadzah Kristen\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDi tempat yang sejuk ini telah terjalin kisah toleransi seorang ibu Erna Astutik yang beragama Kristen tetapi mengabdikan hidupnya menjadi \u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/12\/Orang-Kristen-Menjadi-Kepala-Pengurus-Masjid-dan-Guru-TPQ.html\"\u003EUstadzah Nasrani\u003C\/a\u003E dan mengajari anak-anak Muslim di kampungnya mengaji.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSeperti yang ditulis ahlulbaitindonesia.org, kisah ini berawal dari keprihatinan Bunda Erna terhadap tidak adanya lembaga pendidikan agama untuk anak-anak Muslim di kampungnya pada tahun 2010. Lalu dia\u0026nbsp; mengusulkan kepada Lurah waktu itu, Isnaini, agar di Bejiarum dibangun lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Tempat Pembelajaran al-Qur’an (TPQ). Usulan ini dikabulkan oleh Lurah Isnaini. Bunda Erna, demikian ia dpanggil di kampungnya, diberi tempat di samping lapangan sepak bola, dan didirikanlah PAUD dengan nama Al-Fabet di tempat itu.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nHingga saat ini, PAUD \u0026amp; TPQ Al-Fabet yang dibina oleh Bunda Erna telah mampu menampung 90 siswa. Al-Fabet, penuh dengan kegiatan belajar-mengajar. Pagi jam 07.00 WIB-12.00 WIB, digunakan untuk PAUD, sore jam 04.00-06.00 WIB, digunakan untuk kelas pembelajaran al-Qur’an, dan ba’da Maghrib, khusus ngaji bagi remaja kampung.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBunda Erna adalah satu-satunya ‘Ustadzah’ beragama Nasrani di TPQ Al-Fabet. Selain Bunda Erna, ada 3 Ustadzah yang juga mengajar di TPQ, Ustadzah Farah, Ustadzah Nani, dan Ustadzah Mitri. Juga beberapa remaja SMA yang juga menjadi pengajar sukarelawan anak-anak kampung, meski tidak rutin. Tak hanya dari Bejiarum, anak-anak dari kampung sebelah pun dipercaya oleh orangtua mereka belajar ilmu agama Islam di TPQ ini.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSaat ditanya kenapa terpanggil mengajar ngaji anak-anak Muslim di kampungnya, Bunda Erna menceritakan, ia terinspirasi mertuanya, Pak Slamet. Pak Slamet adalah tokoh masyarakat beragama Nasrani yang dikenal masyarakat memiliki jiwa sosial yang kuat. Karena itulah, meski ia Nasrani, ia dipercaya warga kampung yang mayoritas Muslim sebagai Kepala Pengurus Masjid di Bejiarum.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nWarga di kampung Bejiarum sangat mencintai dan mengapresiasi perjuangan Bunda Erna dan Ustadzah-Ustadzah lain mendidik putra-putri mereka. Suparman, Kaur Kesra Desa Bejiarum pun mengamini hal ini dan menegaskan bahwa sebenarnya dari dulu, indahnya toleransi dalam kebhinekaan ini merupakan karakter khas bangsa Indonesia. Inilah salah satu pilar NKRI yang harus senantiasa kita jaga.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDemikian kisah nyata tentang Orang Kristen yang Pernah Menjadi Kepala Pengurus Masjid dan Guru TPQ di lereng gunung Sindoro, tepatnya di Desa Bejiarum, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo yang dikutip dari sayangi.com, Semoga menjadi inspirasi untuk kita agar saling menjaga toleransi antar umat beragama.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: large;\"\u003EAyo sebarkan contoh toleransi dalam beragama ini ke seluruh masyarakat Indonesia!!!\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan style=\"font-size: large;\"\u003ESilahkan tanggapi kisah ini pada kolom komentar dibawah. \u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/5577738237563388092\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/12\/Orang-Kristen-Menjadi-Kepala-Pengurus-Masjid-dan-Guru-TPQ.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/5577738237563388092"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/5577738237563388092"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/12\/Orang-Kristen-Menjadi-Kepala-Pengurus-Masjid-dan-Guru-TPQ.html","title":"Dikampung Ini Orang Kristen Pernah Menjadi Kepala Pengurus Masjid dan Guru TPQ"}],"author":[{"name":{"$t":"Maya Alter"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/00570013957115696537"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"32","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhKU5LtvPqSTbo8o05Apt2BkioBDnencuvRQEpbapntvhdDtrblNxJcnRErse9MPBQwxlbknmMa3SQS2YHjpMCYMExVNaW6ws0DOH2C-bwfLzXFb-q2tBka8fr81w1i_w\/s1600\/AOh14GhsdkDPxBBnso8nqpfQLPo9LAcxr7LG2sD8CkK6MA%3Ds96-c-rg-br100"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-qCljIRqYzCE\/Vm9_UIhnk4I\/AAAAAAAABfI\/VKv9vDN7gm8\/s72-c\/Ustadzah%2BKristen.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"},"georss$featurename":{"$t":"Indonesia"},"georss$point":{"$t":"-0.789275 113.92132700000002"},"georss$box":{"$t":"-31.668126 72.61273300000002 30.089576 155.22992100000002"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-3229606850491192220"},"published":{"$t":"2015-12-10T22:45:00.000-08:00"},"updated":{"$t":"2016-09-04T10:13:48.576-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Islami"}],"title":{"type":"text","$t":"Ayo Baca Dua Ayat Ini Tiap Malam Agar Rezeki Lancar"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/\"\u003E\u003Cb\u003EBlog Islami\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E - Besar kecil datanganya rezeki kepada setiap umat muslim memang sudah takdir Allah SWT yang mengatur. Namun menurut Rasullulah SAW ada dua ayat di dalam Alquran yang jika dibaca setiap malam akan memberikan \u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/12\/ayo-baca-dua-ayat-ini-tiap-malam-agar-Rejeki-Lancar.html\"\u003Ekelancaran dan kecukupan rezeki\u003C\/a\u003E bagi yang membacanya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-1fCL1qJV8Zk\/Vmpwk8t6B2I\/AAAAAAAABZA\/mD3WULor_bY\/s1600\/Ayat%2BAgar%2BRezeki%2BLancar.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Agar Rejeki Lancar\" border=\"0\" height=\"247\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-1fCL1qJV8Zk\/Vmpwk8t6B2I\/AAAAAAAABZA\/mD3WULor_bY\/s400\/Ayat%2BAgar%2BRezeki%2BLancar.jpg\" title=\"Agar Rejeki Lancar\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EAgar Rejeki Lancar\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nRasullulah SAW bersabda :\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\"Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah pada malam hari, niscahya ia tercukupi.\" (HR. Bukhara dan Muslim)\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDalam penerangannya bahwa makna tercukupi dalam hadis diatas adalah tercukupi kebutuhan di dunia dan akhirat serta terhidar dari segala keburukan.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDalam hadis yang lainnya, yang diriwayatkan Imam Muslim, yang berisi, \"Rasulullah SAW dikaruniai tiga hal; diberi shalat lima waktu, diberi ujung (akhir) surat al-Baqarah…\"\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nHadis ini pula yang yang dicantumkan oleh Imam Ibnu Katsir saat menjelaskan keutamaan dua ayat terakhir surat Al Baqarah di dalam tafsirnya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nAllah SWT berfirman dalam dua ayat terakhir surat Al Baqarah :\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n“Rasul telah beriman kepada al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan),’Kami tidak membeda-bedakan antara seserangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya,’ dan mereka mengatakan,’Kami dengar dan kami ta’at.’ (Mereka berdoa),’Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nAllah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa):”Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al Baqarah : 285 286)\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDemikian anjuran membaca ayat Al-Qur'an agar rejeki dilancarkan oleh Allah SWT yang dikutip dari dream.co.id, semoga bermanfaat untuk anda. Bagi yang ingin membagikan informasi ini ke sosial media di persilahkan dengan senang hati. \u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/3229606850491192220\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/12\/ayo-baca-dua-ayat-ini-tiap-malam-agar-Rejeki-Lancar.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/3229606850491192220"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/3229606850491192220"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/12\/ayo-baca-dua-ayat-ini-tiap-malam-agar-Rejeki-Lancar.html","title":"Ayo Baca Dua Ayat Ini Tiap Malam Agar Rezeki Lancar"}],"author":[{"name":{"$t":"Maya Alter"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/00570013957115696537"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"32","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhKU5LtvPqSTbo8o05Apt2BkioBDnencuvRQEpbapntvhdDtrblNxJcnRErse9MPBQwxlbknmMa3SQS2YHjpMCYMExVNaW6ws0DOH2C-bwfLzXFb-q2tBka8fr81w1i_w\/s1600\/AOh14GhsdkDPxBBnso8nqpfQLPo9LAcxr7LG2sD8CkK6MA%3Ds96-c-rg-br100"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-1fCL1qJV8Zk\/Vmpwk8t6B2I\/AAAAAAAABZA\/mD3WULor_bY\/s72-c\/Ayat%2BAgar%2BRezeki%2BLancar.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"},"georss$featurename":{"$t":"Indonesia"},"georss$point":{"$t":"-0.789275 113.92132700000002"},"georss$box":{"$t":"-31.668126 72.61273300000002 30.089576 155.22992100000002"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-5681141116536168680"},"published":{"$t":"2015-07-12T02:31:00.001-07:00"},"updated":{"$t":"2015-07-12T02:31:16.751-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Hukum"}],"title":{"type":"text","$t":"Hukum Mencukur Bulu Kemaluan Dalam Islam "},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003EBlog Islami\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E - Seorang manusia yang terlahir normal pasti memiliki beberapa bagian tubuh yang ditumbuhi oleh rambut, termasuk tumbuhnya bulu halus di sekitar organ vital itu juga termasuk golongan rambut. Kehadiran rambut pada bagian kemaluan kemaluan itu tentu bukan tanpa alasan karena ternyata ada banyak fungsi rambut pada kemaluan, mulai dari memberikan kehangatan hingga sebagai pelindung organ vital. Pertumbuhan ramut halus di sekitar daerah sensitif tak jarang membuat seseorang sedikit tidak nyaman, sehingga memutuskan untuk \u003Cb\u003Emencukur rambut kemaluan\u003C\/b\u003E tersebut.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-8UJgOBWW25Y\/VaIzhEA42UI\/AAAAAAAACG4\/ZN4Zt9OdaMo\/s1600\/Hukum%2BMencukur%2BBulu%2BKemaluan.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Hukum Mencukur Bulu Kemaluan\" border=\"0\" height=\"197\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-8UJgOBWW25Y\/VaIzhEA42UI\/AAAAAAAACG4\/ZN4Zt9OdaMo\/s320\/Hukum%2BMencukur%2BBulu%2BKemaluan.png\" title=\"Hukum Mencukur Bulu Kemaluan\" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EIlustrasi\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003EWalaupun praktik mencukur bulu kemaluan telah menjadi hal umum, namun sebagian orang islam kadangkala penasaran \u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/07\/hukum-mencukur-bulu-kemaluan-dalam-islam.html\" target=\"_blank\"\u003Ehukum mencukur bulu kemaluan menurut islam\u003C\/a\u003E itu sendiri. Hukum dalam islam mencukur bulu kemaluan pria dan perempuan sebenarnya telah ada dengan jelas sejak zaman Rasullullah Muhammad SAW dan merupakan suatu hal yang dianjurkan untuk dilakukan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EAda beberapa dalil tentang mencukur rambut kemaluan diantaranya yang pertama hadist dari Anas bin Malik ra. Beliau mengatakan:\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cblockquote class=\"tr_bq\"\u003E\n\u003Ci\u003E“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan batasan waktu kepada kami untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabuti rambut ketiak, dan mencukur rambut kemaluan, agar tidak dibiarkan lebih dari empat puluh hari.”\u003C\/i\u003E (H.r. Muslim, Abu Daud, dan An-Nasa’i)\u003C\/blockquote\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003ESelain itu juga Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa salam, pernah bersabda yang artinya:\u003C\/div\u003E\n\u003Cblockquote class=\"tr_bq\"\u003E\n\u003Ci\u003E“Yang sesuai fitrah itu ada lima, diantaranya mencukur bulu kemaluan.”\u003C\/i\u003E (HR. Bukhari)\u003C\/blockquote\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003EDilihat dari kedua hadis di atas, hukumnya jelas bahwa mencukur rambut kemaluan sangatlah dianjurkan (sunnah). Hal ini karena perlakuan terhadap rambut di sekitar kemaluan tidak seintensif dan sebaik merawat rambut di kepala. Pertanyaan termudahnya: Berapa kali Anda mengkeramasi rambut kepala Anda dalam satu minggu? dan pernahkah Anda mengkeramasi rambut kemaluan Anda selama ini?\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPertanyaan tersebut terkesan konyol, tapi itulah faktanya, bahwa jarang ada orang yang mengkeramasi rambut kemaluannya padahal rambut di sekitar kemaluan justeru yang paling dekat dengan barang yang najis yang keluar dari kemaluan. Oleh karena itulah mengapa kita dianjurkan untuk mencukurnya tidak lebih dari 40 hari karena dalam jangka waktu tersebut rambut kemaluan bisa jadi sudah sangat rimbun dan berpotensi untuk menyimpan najis terlebih bagi orang yang kurang memperhatikan dan menjaga kebersihan badannya.\u003Cbr \/\u003EWallahu a’lam.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDemikian \u003Cb\u003EHukum Mencukur Bulu Kemaluan Dalam Islam\u003C\/b\u003E yang saya kutip dari berbagai sumber dan merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya tentang \u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/07\/hukum-suami-istri-bersentuhan-setelah-Wudhu.html\" target=\"_blank\"\u003EHukum Suami Istri Bersentuhan Setelah Wudhu\u003C\/a\u003E. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EJika ada yang ingin berdiskusi silahkan pada kolom komentar, tapi harap berkomentar dengan sopan sehingga jika ada kejanggalan yang memang harus diperbaiki, bisa kita diskusikan dengan baik tanpa adanya luapan emosi yang justru tidak akan menemukan titik terang.\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/5681141116536168680\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/07\/hukum-mencukur-bulu-kemaluan-dalam-islam.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/5681141116536168680"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/5681141116536168680"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/07\/hukum-mencukur-bulu-kemaluan-dalam-islam.html","title":"Hukum Mencukur Bulu Kemaluan Dalam Islam "}],"author":[{"name":{"$t":"Rhodoy R Ediyansyah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/00483012623079617793"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhLRekqC25ijcEFMAl-J8b3fjiFGtB1qK95XVFimK1-A6XEfjRmLJ55pwPqicjGseuuxgiSv0__11fx1-pMOPpzI-DXOb81bdC7joXdVmM6g-HhxsynRYcEcj3ou1tkpiE\/s220\/Rhodoy.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-8UJgOBWW25Y\/VaIzhEA42UI\/AAAAAAAACG4\/ZN4Zt9OdaMo\/s72-c\/Hukum%2BMencukur%2BBulu%2BKemaluan.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"},"georss$featurename":{"$t":"Indonesia"},"georss$point":{"$t":"-0.789275 113.92132700000002"},"georss$box":{"$t":"-31.668126 72.61273300000002 30.089576 155.22992100000002"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-7816114044241099575"},"published":{"$t":"2015-07-11T07:52:00.002-07:00"},"updated":{"$t":"2015-07-12T02:32:31.656-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Hukum"}],"title":{"type":"text","$t":"Hukum Suami Istri Bersentuhan Setelah Wudhu"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003EBlog Islami\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E - Bersentuhan dengan kulit lawan jenis khususnya dengan isteri atau suami apakah dapat membatalkan wudhu atau tidak, ada tiga pendapat ulama yang berbeda:\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-hSDuFSKjsvM\/VaEtfMb_5fI\/AAAAAAAACGQ\/xAF0QsPiCj8\/s1600\/Hukum%2BSuami%2BIstri%2BBersentuhan%2BSetelah%2BWudhu.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Hukum Suami Istri Bersentuhan Setelah Wudhu\" border=\"0\" height=\"320\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-hSDuFSKjsvM\/VaEtfMb_5fI\/AAAAAAAACGQ\/xAF0QsPiCj8\/s320\/Hukum%2BSuami%2BIstri%2BBersentuhan%2BSetelah%2BWudhu.png\" title=\"Hukum Suami Istri Bersentuhan Setelah Wudhu\" width=\"260\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPendapat pertama; wudhu itu batal baik sentuhan tersebut diiringi dengan syahwat ataukah tidak. Ibnu Katsir mengatakan:\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cblockquote class=\"tr_bq\"\u003E\n\u003Ci\u003E\"Pendapat yang mengatakan wajibnya berwudhu karena sekedar menyentuh perempuan adalah pendapat Syafii dan para ulama mazhab Syafii, Malik dan pendapat yang terkenal dari Ahmad bin Hanbal”\u003C\/i\u003E (Tafsir al Qur’an al Azhim 1\/669, terbitan Dar Salam).\u003C\/blockquote\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPendapat ini juga didukung oleh Ibnu Hazm. Ibnu Mas’ud dan Ibnu Umar juga berpendapat dengan pendapat ini.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPendapat kedua; bersentuhan dengan perempuan tidaklah \u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/07\/hukum-suami-istri-bersentuhan-setelah-Wudhu.html\" target=\"_blank\"\u003Emembatalkan wudhu\u003C\/a\u003E sama sekali. Inilah pendapat Abu Hanifah, Muhammad bin Hasan asy Syaibani dan sebelumnya merupakan pendapat Ibnu Abbas, Thawus, al Hasan al Bashri dan Atha’. Pendapat inilah yang dipilih oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPendapat ketiga; mengatakan bahwa menyentuh perempuan itu membatalkan wudhu jika diiringi syahwat dan tidak membatalkan wudhu jika tanpa syahwat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDari tiga pendapat diatas, pendapat yang paling kuat adalah pendapat kedua mengingat dalil-dalil sebagai berikut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nعَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَيْلَةً مِنَ الْفِرَاشِ فَالْتَمَسْتُهُ فَوَقَعَتْ يَدِى عَلَى بَطْنِ قَدَمَيْهِ وَهُوَ فِى الْمَسْجِدِ وَهُمَا مَنْصُوبَتَانِ وَهُوَ يَقُولُ « اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ ».\u003C\/div\u003E\n\u003Cblockquote class=\"tr_bq\"\u003E\nDari Abu Hurairah, dari Aisyah, aku kehilangan Rasulullah pada suatu malam dari tempat tidurku lalu kucari-cari. Akhirnya tanganku memegang bagian dalam telapak kaki Nabi. Ketika itu Nabi di masjid dan kedua telapak kakinya dalam posisi tegak. Saat itu Nabi sedang mengucapkan doa, ‘Ya Allah, aku berlindung dengan ridhaMu dari murkaMu dan dengan maafMu dari hukumanMu. Aku berlindung dengan diriMu dari siksaMu. Aku tidak mampu memujimu sebagaimana pujianMu untuk diriMu sendiri’ (HR Muslim no 222).\u003C\/blockquote\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنْتُ أَنَامُ بَيْنَ يَدَىْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَرِجْلاَىَ فِى قِبْلَتِهِ فَإِذَا سَجَدَ غَمَزَنِى فَقَبَضْتُ رِجْلَىَّ وَإِذَا قَامَ بَسَطْتُهُمَا – قَالَتْ – وَالْبُيُوتُ يَوْمَئِذٍ لَيْسَ فِيهَا مَصَابِيحُ.\u003C\/div\u003E\n\u003Cblockquote class=\"tr_bq\"\u003E\nDari Aisyah, Aku tidur melintang di hadapan Rasulullah yang sedang shalat. Kedua kakiku terletak di arah kiblat. Jika beliau hendak bersujud beliau sentuh kakiku sehingga kutarik kedua kakiku. Jika beliau bangkit berdiri kembali kuluruskan kakiku. Aisyah bercerita bahwa pada waktu itu tidak ada lampu di rumah (HR Bukhari no 375 dan Muslim no 272).\u003C\/blockquote\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKedua hadits di atas menunjukan bahwa sentuhan antara laki-laki dan perempuan tidaklah membatalkan wudhu. Seandainya wudhu batal tentu shalat yang Nabi lakukan juga batal.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nعَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَبِّلُ بَعْضَ أَزْوَاجِهِ ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ\u003C\/div\u003E\n\u003Cblockquote class=\"tr_bq\"\u003E\nDari Aisyah, sesungguhnya Nabi itu sering mencium salah seorang istri kemudian beliau langsung shalat tanpa mengulang wudhu (HR Nasai no 170 dan dinilai shahih oleh al Albani).\u003C\/blockquote\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nHadits ini menunjukkan bahwa sentuhan bersyahwat itu tidak membatalkan wudhu. Sebagaimana kita ketahui bahwa mencium istri itu identik dengan syahwat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDisinilah kita diajarkan untuk bisa lebih bersikap dewasa dan bijak serta mengedapankan ukhuwah, tidak mengatakan yang lainnya salah dan hanya ini yang paling benar.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nTidak sedikit riwayat yang menggambarkan sikap toleransi yang perlihatkan oleh para ulama terdahulu dalam menyikapi perbedaan yang bersifat furu’iyah, silahkan anda bisa mengikuti pendapat yang anda yakini.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nNamun perlu dicatat bahwa bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram tidak diperbolehkan dalam Islam. Wallahu a’lam.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDemikian \u003Cb\u003EHukum Suami Istri Bersentuhan Setelah Wudhu\u003C\/b\u003E yang saya kutip dari berbagai sumber dan merupakan kelanjutan dari artikel yang kami terbitkan sebelumnya tentang \u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/07\/hukum-menikahi-perempuan-hamil-karena-Zina.html\" target=\"_blank\"\u003EHukum Menikahi Perempuan Hamil Karena Zina\u003C\/a\u003E. Terkait dengan kebenaran hukum tersebut diatas kita kembalikan kepada keyainan masing-masing.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nJika ada yang ingin berdiskusi silahkan pada kolom komentar, tapi harap berkomentar dengan sopan sehingga jika ada kejanggalan yang memang harus diperbaiki, bisa kita diskusikan dengan baik tanpa adanya luapan emosi yang justru tidak akan menemukan titik terang.\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/7816114044241099575\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/07\/hukum-suami-istri-bersentuhan-setelah-Wudhu.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/7816114044241099575"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/7816114044241099575"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/07\/hukum-suami-istri-bersentuhan-setelah-Wudhu.html","title":"Hukum Suami Istri Bersentuhan Setelah Wudhu"}],"author":[{"name":{"$t":"Rhodoy R Ediyansyah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/00483012623079617793"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhLRekqC25ijcEFMAl-J8b3fjiFGtB1qK95XVFimK1-A6XEfjRmLJ55pwPqicjGseuuxgiSv0__11fx1-pMOPpzI-DXOb81bdC7joXdVmM6g-HhxsynRYcEcj3ou1tkpiE\/s220\/Rhodoy.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-hSDuFSKjsvM\/VaEtfMb_5fI\/AAAAAAAACGQ\/xAF0QsPiCj8\/s72-c\/Hukum%2BSuami%2BIstri%2BBersentuhan%2BSetelah%2BWudhu.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"},"georss$featurename":{"$t":"Indonesia"},"georss$point":{"$t":"-0.789275 113.92132700000002"},"georss$box":{"$t":"-31.668126 72.61273300000002 30.089576 155.22992100000002"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-6431969899451739018"},"published":{"$t":"2015-07-11T01:44:00.003-07:00"},"updated":{"$t":"2015-07-11T01:44:57.115-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Hukum"}],"title":{"type":"text","$t":"Hukum Menikahi Perempuan Hamil Karena Zina"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003EBlog Islami\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E - Pergaulan di kalangan remaja dan anak muda sekarang sudah sangat mengkhawatirkan. Tidak sedikit di antara mereka yang terjebak dalam pergaulan bebas yang diakibatkan salah satunya penyalah gunaan penggunaan fasilitas teknologi seperti internet. Sehingga tidak heran jika banyak remaja yang masih usia sekolah datang ke Pengadilan Agama untuk mengajukan dispensasi kawin karena harus secepatnya menikah demi status anak yang ada dalam kandungan hasil dari perbuatan zina.\u003C\/div\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-VkEVP88AfrI\/VaDXVoZQU3I\/AAAAAAAACGA\/xO8mANMtYDY\/s1600\/Hukum%2BMenikahi%2BPerempuan%2BHamil%2BKarena%2BZina.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Hukum Menikahi Perempuan Hamil Karena Zina\" border=\"0\" height=\"190\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-VkEVP88AfrI\/VaDXVoZQU3I\/AAAAAAAACGA\/xO8mANMtYDY\/s320\/Hukum%2BMenikahi%2BPerempuan%2BHamil%2BKarena%2BZina.png\" title=\"Hukum Menikahi Perempuan Hamil Karena Zina\" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EIlustrasi Pernikahan\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003EPada dasarnya, wanita baru boleh menikah jika ia sudah tidak dalam masa Iddah (masa tunggu setelah bercerai dengan suami). Salah satu macam iddah adalah bagi wanita yang hamil ialah sampai ia melahirkan. Sebagaimana Firman Allah swt dalam surat at-Talak ayat 4:\u003C\/div\u003E\n\u003Cblockquote class=\"tr_bq\"\u003E\n\u003Ci\u003EDan wanita-wanita yang hamil, iddah mereka itu adalah sampai ia melahirkan kandungannya.\u003C\/i\u003E\u003C\/blockquote\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nLalu bagaimana hukumnya jika \u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/07\/hukum-menikahi-perempuan-hamil-karena-Zina.html\" target=\"_blank\"\u003Ehamil akibat zina\u003C\/a\u003E? apakah ia harus menunggu melahirkan baru boleh menikah seperti iddahnya wanita yang hamil karena menikah?\u003Cbr \/\u003EC. Dalil-Dalil.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; Q.S. al-Nisa’: ayat 24:\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَلِكُمْ أَنْ تَبْتَغُوا بِأَمْوَالِكُمْ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ\u003C\/div\u003E\n\u003Cblockquote class=\"tr_bq\"\u003E\n\u003Ci\u003EDan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina.\u003C\/i\u003E\u003C\/blockquote\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; Q.S. an-Nur: 3:\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ\u003C\/div\u003E\n\u003Cblockquote class=\"tr_bq\"\u003E\n\u003Ci\u003ELaki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik, dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.\u003C\/i\u003E\u003C\/blockquote\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; Q.S. An-Nur: 32:\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; وَأَنْكِحُوا الأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ من عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ\u003C\/div\u003E\n\u003Cblockquote class=\"tr_bq\"\u003E\n\u003Ci\u003EDan nikahkanlah orang-orang bujang (lelaki dan perempuan) dari kalangan kamu, dan orang-orang yang salih dari hamba-hamba kamu, lelaki dan perempuan.\u003C\/i\u003E\u003C\/blockquote\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003EBerikut beberapa pendapat ulama terkait dengan hukum menikahi perempuan yang sedang hamil karena telah melakukan hubungan badan diluar nikah:\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPendapat Imam Nawawi:\u003Cbr \/\u003EApabila seorang perempuan berzina, maka tidak ada iddah baginya, baik ia dalam keadaan tidak hamil maupun hamil. Karena itu, jika ia dalam keadaan tidak hamil, maka boleh bagi penzina dan lainnya yang bukan menzinainya menikahinya dan jika ia hamil karena zina, maka makruh menikahinya sebelum melahirkan anaknya.” (Maktabah Syamilah: Majmu’ Syarah al-Muhazzab, Juz. XVI, hlm. 242)\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003EPendapat Sayyed Abdullah bin Umar dan Syaikh Muhammad al-Asykhar al-Yamany mengatakan:\u003Cbr \/\u003EBoleh nikah wanita hamil karena zina, baik oleh pezina itu sendiri maupun lainnya dan boleh disetubuhi ketika itu tetapi makruh. (Usaha Keluarga: Bughyatul Mustarsyidin, Semarang, hlm. 201)\u003Cbr \/\u003E\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDalam kitab al-Bajuri disebutkan: Jika seorang lelaki menikahi perempuan yang sedang hamil karena zina, pastilah sah nikahnya. Boleh me-wathi-nya sebelum melahirkannya, menurut pendapat yang paling shahih.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPerempuan yang hamil karena zina termasuk dalam kategori mutlak perempuan yang dihalalkan untuk dinikahi pada ayat diatas, dan tidak dalil atau ‘ilat yang menunjukkan akan keharaman menikahinya. Wanita yang hamil karena zina juga tidak mempunyai masa iddah karena hamil sebab zina tidak dihormati dalam agama, hal ini semakin dikuatkan dengan ketetapan bahwa anak dalam kandungannya itu tidak dihubungkan nasabnya kepada laki-laki yang menzinainya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang dijadikan pedoman dalam praktik peradilan Agama, disebutkan dalam pasal 53:\u003C\/div\u003E\n\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003Cli\u003ESeorang wanita hamil di luar nikah, dapat dikawinkan dengan pria yang menghamilinya;\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EPerkawinan dengan wanita hamil yang disebut pada ayat (1) dapat dilangsung tanpa menunggu lebih dahulu kelahiran anaknya.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003EDengan dilangsungkan perkawinan pada saat wanita hamil, tidak diperlukan perkawinan ulang setelah anak yang dikandung lahir.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003EDan masih banyak lagi pendapat ulama lainnya yang mengatakan bahwa wanita yang hamil karena zina boleh dan sah untuk dinikahi. Sehingga ketika masa hamil dan seterusnya pun halal untuk diwati’. Hal ini karena ayat di atas hanya khusus diperuntukkan bagi wanita hamil akibat dari adanya pernikahan yang sah secara syara’, termasuk nikah sirri dalam konteks ke-Indonesiaan, dimana masyarakat Indonesia menikahi nikah sirri jika tidak didaftarkan dan dilakukan di depan pegawai pencatat nikah namun syarat dan rukunnya terpenuhi secara syariat Islam.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EJika yang menikahi itu adalah laki-laki yang menghamilinya, maka hal itu diperbolehkan karena memang dalam surat An-Nur ayat 3 disebutkan:\u003C\/div\u003E\n\u003Cblockquote class=\"tr_bq\"\u003E\n\u003Ci\u003ELaki-laki yang berzina tidak mengawini (wanita) kecuali perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik, dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.\u003C\/i\u003E\u003C\/blockquote\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003ESementara itu, bagaimana hukumnya jika laki-laki yang belum pernah berzina ingin menikahi wanita yang pernah berzina? Imam an-Nawawi pernah dalam kitab al-Umm menyebutkan:\u003C\/div\u003E\n\u003Cblockquote class=\"tr_bq\"\u003E\n\u003Ci\u003ELaki-laki hendaknya tidak menikahi perempuan pezina dan perempuan sebaiknya tidak menikahi lelaki pezina tapi tidak haram apabila hal itu dilakukan. Begitu juga apabila seorang pria menikahi wanita yang tidak diketahui pernah berzina, kemudian diketahui setelah terjadi hubungan intim bahwa wanita itu pernah berzina sebelum menikah atau setelahnya maka wanita itu tidak haram baginya dan tidak boleh bagi suami mengambil lagi maskawinnya juga tidak boleh mem-fasakh nikahnya. Dan boleh bagi suami untuk merneruskan atau menceraikan wanita tersebut. Begitu juga apabila istri menemukan fakta bahwa suami pernah berzina sebelum menikah atau setelah menikah, sebelum dukhul atau setelahnya, maka tidak ada khiyar atau pilihan untuk berpisah kalau sudah jadi istri dan wanita itu tidak haram bagi suaminya. Baik perzina itu dihad atau tidak, ada saksi atau mengaku tidak haram zinanya salah satu suami istri atau zina keduanya atau maksiat lain kecuali apabila berbeda agama keduanya karena sebab syirik atau iman.\u003C\/i\u003E\u003C\/blockquote\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nJadi kesimpulan dari pembahasan diatas yang didukung oleh beberapat dalil naqli serta pendapat para ulama adalah sebagai berikut:\u003C\/div\u003E\n\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\n\u003Cli\u003ESeorang laki-laki yang pernah berzina boleh menikahi wanita yang pernah berzina pula (termasuk yang hamil akibat zina), pun sebaliknya.\u003C\/li\u003E\n\u003Cli\u003ESeorang laki-laki yang belum pernah berzina boleh menikahi wanita yang pernah berzina (termasuk yang hamil akibat zina) walaupun hukumnya makruh, pun sebaliknya.\u003C\/li\u003E\n\u003C\/ol\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDemikian Hukum Menikahi Perempuan Hamil Karena Zina yang saya kutip dari \u003Ca href=\"http:\/\/hukum-islam.com\/2013\/10\/hukum-menikah-karena-terlanjur-hamil-duluan\/\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003Ehukum-islam.com\u003C\/a\u003E yang merupakan artikel tentang pernikahan seperti yang kami terbitkan sebelumnya \u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/07\/hukum-nikah-beda-agama-dalam-islam.html\" target=\"_blank\"\u003EHukum Nikah Beda Agama Dalam Islam\u003C\/a\u003E. Terkait dengan kebenaran hukum tersebut kita kembalikan kepada keyainan masing-masing.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003EJika ada yang ingin berdiskusi silahkan pada kolom komentar, tapi harap berkomentar dengan sopan sehingga jika ada kejanggalan yang memang harus diperbaiki, bisa kita diskusikan dengan baik tanpa adanya luapan emosi yang justru tidak akan menemukan titik terang.\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/6431969899451739018\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/07\/hukum-menikahi-perempuan-hamil-karena-Zina.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/6431969899451739018"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/6431969899451739018"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/07\/hukum-menikahi-perempuan-hamil-karena-Zina.html","title":"Hukum Menikahi Perempuan Hamil Karena Zina"}],"author":[{"name":{"$t":"Rhodoy R Ediyansyah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/00483012623079617793"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhLRekqC25ijcEFMAl-J8b3fjiFGtB1qK95XVFimK1-A6XEfjRmLJ55pwPqicjGseuuxgiSv0__11fx1-pMOPpzI-DXOb81bdC7joXdVmM6g-HhxsynRYcEcj3ou1tkpiE\/s220\/Rhodoy.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-VkEVP88AfrI\/VaDXVoZQU3I\/AAAAAAAACGA\/xO8mANMtYDY\/s72-c\/Hukum%2BMenikahi%2BPerempuan%2BHamil%2BKarena%2BZina.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"},"georss$featurename":{"$t":"Indonesia"},"georss$point":{"$t":"-0.789275 113.92132700000002"},"georss$box":{"$t":"-31.668126 72.61273300000002 30.089576 155.22992100000002"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-1563606579053621135"},"published":{"$t":"2015-07-09T07:07:00.001-07:00"},"updated":{"$t":"2015-07-09T07:07:51.160-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Tauladan"}],"title":{"type":"text","$t":"Kisah Haru Balas Budi Seorang Anak Kepada Ibu"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003EBlog Islami\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E - Mengutip dari wikipedia pengertian Ibu adalah orang tua perempuan seorang anak, baik melalui hubungan biologis maupun sosial. Umumnya, ibu memiliki peranan yang sangat penting dalam membesarkan anak. Mulai dari kandungan hingga anak tersebut menjadi dewasa tidak terlepas dari peran ibu dalam mendidik. Tidak satupun ibu kita yang berharap anaknya gagal setelah dewasa, tapi ibu juga tidak berharap apa yang sudah ia korbankan untuk dikembalikannya setelah dewasa. Simak kisah seorang yang sudah sukses dalam membalas kebaikan ibunya, meskipun itu belum seujung kuku dari seluruh \u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/07\/kisah-haru-balas-budi-seorang-anak-Kepada-Ibu.html\" target=\"_blank\"\u003Epengorbanan seorang ibu\u003C\/a\u003E. Tapi paling tidak kita jangan melupakan perjuangan ibu yang sudah merawat dan membesarkan hingga kita mencapai kesuksesan.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-5UHco7-H3o4\/VZ5_DrqkG-I\/AAAAAAAACFc\/nlCJRZ8kt8A\/s1600\/Kisah%2BHaru%2BBalas%2BBudi%2BSeorang%2BAnak%2BKepada%2BIbu.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Kisah Haru Balas Budi Seorang Anak Kepada Ibu\" border=\"0\" height=\"277\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-5UHco7-H3o4\/VZ5_DrqkG-I\/AAAAAAAACFc\/nlCJRZ8kt8A\/s320\/Kisah%2BHaru%2BBalas%2BBudi%2BSeorang%2BAnak%2BKepada%2BIbu.jpg\" title=\"Kisah Haru Balas Budi Seorang Anak Kepada Ibu\" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EIlustrasi\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSeorang ibu ingin meminjam uang kepada anaknya yang telah mapan. Dengan suara rendah disertai rasa malu ibu berkata : \" Nak, bolehkah ibu meminjam uang 100 ribu,? Ibu ada perlu buat beli beras\".\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nAnaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata: \" Iya Bu, nanti Aku tanya istriku dulu\", seakan berat untuk mengiyakan, karena belum tentu isterinya mengiyakan.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKetika Sang Anak masuk ke dalam rumah ia melihat dus susu anaknya masih ada bandrol harga Rp 50.000, kemudian dia merenung. Jika 1 dus habis 1 hari x 30 hari x 2 th = 36 juta....!!!!. Dia berfikir, waktu balita dia hanya diberikan ASI oleh ibunya, harganya tak terhingga, super steril, diberikan dengan penuh kasih sayang. Jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar??\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKemudian ia berbalik dan menatap wajah ibunya yang teduh walau telah dimakan usia. Dirimu telah memberikan semua kasih sayang, harta dan semuanya kepadaku tanpa pamrih, dan semua itu kuterima dgn GRATIS. Maafkan anakmu ini yang tidak tahu balas budi.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSegera ia memeluk ibunya dan mengecup keningnya dan memberi uang Rp 3 jt, sambil menangis ia berkata: \"Ibu, jangan berkata pinjam lagi yaa, hartaku adalah juga milikmu, do'akan anakmu ini agar selalu berbakti padamu\".\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSambil berkaca-kaca ada air bening di pelupuk mata ibu ia berkata: \"Nak, di setiap keadaan ibu selalu berdo'a agar kita semua selalu dikumpulkan di dunia dan di SURGA nanti dalam kebahagian.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPesan PARA ISTRI ingatlah bahwa rizki dari suamimu adalah jg HAK mertuamu. Dan juga perlakukan lah ibu mertua seperti ibu kandung sendiri.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nJika kalian sayang IBU Bagikan ini kesemua teman mu di media sosial agar semua orang tau betapa berharganya seorang IBU. Dan ungkapkan bentuk kasih sayang kalian kepada ibu pada kolom komentar.\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/1563606579053621135\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/07\/kisah-haru-balas-budi-seorang-anak-Kepada-Ibu.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/1563606579053621135"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/1563606579053621135"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/07\/kisah-haru-balas-budi-seorang-anak-Kepada-Ibu.html","title":"Kisah Haru Balas Budi Seorang Anak Kepada Ibu"}],"author":[{"name":{"$t":"Rhodoy R Ediyansyah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/00483012623079617793"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhLRekqC25ijcEFMAl-J8b3fjiFGtB1qK95XVFimK1-A6XEfjRmLJ55pwPqicjGseuuxgiSv0__11fx1-pMOPpzI-DXOb81bdC7joXdVmM6g-HhxsynRYcEcj3ou1tkpiE\/s220\/Rhodoy.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-5UHco7-H3o4\/VZ5_DrqkG-I\/AAAAAAAACFc\/nlCJRZ8kt8A\/s72-c\/Kisah%2BHaru%2BBalas%2BBudi%2BSeorang%2BAnak%2BKepada%2BIbu.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"},"georss$featurename":{"$t":"Indonesia"},"georss$point":{"$t":"-0.789275 113.92132700000002"},"georss$box":{"$t":"-31.668126 72.61273300000002 30.089576 155.22992100000002"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-8347005531054132825"},"published":{"$t":"2015-07-08T21:47:00.001-07:00"},"updated":{"$t":"2015-07-11T02:31:30.533-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Hukum"}],"title":{"type":"text","$t":"Hukum Nikah Beda Agama Dalam Islam"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003EBlog Islami\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E - Memilih pasangan hidup makin tak mungkin dibatasi sekat geografis, etnis, warna kulit, bahkan agama. Jika dahulu orang-orang di Indonesia menikah dengan orang yang paling jauh beda kabupaten, sekarang sudah kerap dengan orang beda provinsi bahkan negara. Dahulu, biasanya orang menikah dengan yang satu etnis, kini menikah dengan yang beda etnis sudah jamak terjadi. Orang Jawa tak masalah menikah dengan orang Minang. Orang Sunda pun tak pantang menikah dengan orang Bugis. Tak sedikit orang berkulit sawo matang menikah dengan yang berkulit putih, juga hitam. Orang Arab menikah dengan yang non-Arab. Bule Amerika menikah dengan perempuan Batak.\u003C\/div\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-zQdQwdSVChg\/VZ38pn_SVCI\/AAAAAAAACFI\/qeBglrZ4LhA\/s1600\/Hukum%2BNikah%2BBeda%2BAgama%2BDalam%2BIslam.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Hukum Nikah Beda Agama Dalam Islam\" border=\"0\" height=\"240\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-zQdQwdSVChg\/VZ38pn_SVCI\/AAAAAAAACFI\/qeBglrZ4LhA\/s320\/Hukum%2BNikah%2BBeda%2BAgama%2BDalam%2BIslam.jpg\" title=\"Hukum Nikah Beda Agama Dalam Islam\" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EBuku Nikah\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMemilih pasangan hidup makin tak mungkin dibatasi sekat geografis, etnis, warna kulit, bahkan agama. Jika dahulu orang-orang di Indonesia menikah dengan orang yang paling jauh beda kabupaten, sekarang sudah kerap dengan orang beda provinsi bahkan negara. Dahulu, biasanya orang menikah dengan yang satu etnis, kini menikah dengan yang beda etnis sudah jamak terjadi. Orang Jawa tak masalah menikah dengan orang Minang. Orang Sunda pun tak pantang menikah dengan orang Bugis. Tak sedikit orang berkulit sawo matang menikah dengan yang berkulit putih, juga hitam. Orang Arab menikah dengan yang non-Arab. Bule Amerika menikah dengan perempuan Batak.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/07\/hukum-nikah-beda-agama-dalam-islam.html\" target=\"_blank\"\u003EPernikahan beda agama\u003C\/a\u003E pun tak terhindarkan. Globalisasi meniscayakan perjumpaan tak hanya terjadi antar orang-orang yang satu agama, melainkan juga yang beda agama. Tunas cinta bisa bersemi di kantor-kantor modern yang dihuni para karyawan beragam agama. Ruang-ruang publik seperti mall, kafe, dan lain-lain membuat perjumpaan kian tak tersekat agama. Sekat primordial agama terus lumer dan luluh diterjang media sosial seperti facebook dan twitter. Orang tua tak mungkin membatasi agar anaknya hanya bergaul dengan yang segama.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nMengahadapi kenyataan itu, para agamawan memiliki pandangan berbeda. Ada yang bersikukuh bahwa pernikahan beda agama tak direstusi Tuhan. Sebab, agama dirinya adalah terang, sementara agama orang lain adalah gelap. Terang dan gelap tak mungkin dipersatukan dalam satu ikatan perkawinan. Para agamawan yang galau ini coba menepiskan fakta, dan terus merujuk Sabda bahwa nikah beda agama adalah haram. Menurut mereka, bukan hukum Tuhan yang harus disesuaikan dengan kenyataan, tapi kenyataan lah yang harus ditundukkan pada kehendak harafiah teks Qur’an. Analogi yang sering disampaikan, bukan kepala yang harus dicocokkan dengan ukuran kopiah, tapi peci lah yang mesti mengikuti besar-kecilnya kepala.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAda juga agamawan yang pasrah pada kenyataan. Menurut mereka, nikah beda agama tak mungkin untuk dilawan. Agama tak boleh mengharamkan begitu saja. Sebab manusia bebas dalam memilih agama, maka ia juga bebas menentukan pilihan pasangan dalam keluarga. ”Dalam dunia yang terus mengarah pada kesederajatan agama-agama, kita tak mungkin memandang agama orang lain sebagai gelap”, tandas mereka. Dengan demikian, menurut mereka, agama harus terus ditafsirkan untuk diadaptasikan dengan kondisi zaman yang selalu berubah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAgumen Teologis Islam. Tentang nikah beda agama, para ulama Islam terbelah ke dalam tiga kelompok. Pertama, ulama yang mengharamkan secara mutlak. Dasarnya adalah al-Qur’an (al-Baqarah [2]: 221) yang mengharamkan orang Islam menikah dengan laki-laki dan perempuan musyrik. Juga, QS al-Mumtahanah [60]: 10 yang melarang orang Islam menikah dengan orang kafir.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSementara QS, al-Ma’idah ayat 5 yang membolehkan laki-laki Muslim menikah dengan perempuan Ahli Kitab, menurut kelompok ini, sudah dibatalkan dua ayat sebelumnya itu. Secara statistik, menurut mereka, tak mungkin dua ayat yang mengharamkan bisa dikalahkan oleh satu ayat yang menghalalkan nikah beda agama. Bagi mereka, kata ”musyrik”, ”kafir” dan ”Ahli Kitab” adalah sinonim (satu makna), sehingga yang satu bisa membatalkan yang lain.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nUlama pertama ini pun mengacu pada tindakan Umar ibn Khattab. Ibn Katsir menceritakan bahwa ketika QS, al-Mumtahanah: 10 turun, Umar ibn Khattab langsung menceraikan dua isterinya yang masih kafir, yaitu Binti Abi Umayyah ibn Mughirah dari Bani Makhzum dan Ummu Kultsum binti Amr bin Jarwal dari Khuza’ah. Umar pernah hendak mencambuk orang yang menikah dengan Ahli Kitab. Umar marah karena ia khawatir tindakan beberapa orang yang menikahi perempuan-perempuan Ahli Kitab itu akan diikuti umat Islam lain, sehingga perempuan-perempuan Islam tak menjadi pilihan laki-laki Islam. Namun, kemarahan Umar tak mengubah pendirian sebagian Sahabat Nabi yang tetap menikahi perempuan Ahli Kitab.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDikisahkan, Umar pernah berkirim surat pada Khudzaifah agar yang bersangkutan menceraikan istrinya yang Ahli Kitab itu. Khudzaifah bertanya kepada Umar, ”apakah anda menyangka bahwa pernikahan dengan perempuan Ahli Kitab haram?”. Umar menjawab, ”tidak. Saya hanya khawatir”. Menurut saya, jawaban Umar ini menunjukkan bahwa ketidak-setujuan Umar itu tak didasarkan secara sungguh-sungguh pada teks al-Qur’an, melainkan pada kehati-hatian dan kewaspadaan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKedua, ulama yang berpendapat bahwa keharaman menikahi orang Musyrik dan Kafir sudah dibatalkan QS, al-Maidah [5]: 5 yang membolehkan laki-laki Muslim menikahi perempuan Ahli Kitab. Para ulama berpendapat bahwa tiga ayat tersebut memang sama-sama turun di Madinah. Akan tetapi, ayat pertama (al-Mumtahanah ayat 10 dan al-Baqarah ayat 221) lebih awal turun, sehingga dimungkinkan untuk dianulir ayat ketiga (al-Ma’idah ayat 5).\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nIbn Katsir mengutip pernyataan Ibnu Abbas melalui Ali bin Abi Thalhah berkata bahwa perempuan-perempuan Ahli Kitab dikecualikan dari al-Baqarah ayat 221. Dengan perkataan lain, keharaman menikahi orang musyrik dan orang kafir seperti tertera dalam al-Baaqarah: 221 dan al-Mumtahanah: 10 telah ditakhshish (dispesifikasi) oleh al-Maidah:5.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPendapat ini juga didukung oleh Mujahid, Ikrimah, Said bin Jubair, Makhul, al-Hasan, al-Dhahhak, Zaid bin\u003Cbr \/\u003E\nAslam, dan Rabi’ bin Anas. Thabathabai berpendirian bahwa pengharaman itu hanya terbatas pada orang-orang Watsani (para penyembah berhala), dan tidak termasuk di dalamnya orang-orang Ahli Kitab.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBeberapa buku tarikh mendaftar para sahabat Nabi yang melakukan nikah beda agama, di antaranya adalah Utsman bin ‘Affan, Thalhah bin Abdullah, Khudzaifah ibn Yaman, Sa’ad ibn Abi Waqash, dan sebagainya. Menurut Ibnu Qudamah, Hudzaifah menikah dengan perempuan Majusi. Sementara menurut Muhammad Rasyid Ridla, Khudzaifah menikah bukan dengan perempuan Majusi, melainkan dengan perempuan Yahudi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKetiga, ulama yang membolehkan secara mutlak. Ulama terakhir ini melanjutkan argumen ulama kedua yang tak tuntas. Jika ulama kedua hanya membolehkan laki-laki Muslim menikah dengan perempuan Ahli Kitab, maka ulama terakhir ini membolehkan hukum sebaliknya; perempuan muslimah menikah dengan laki-laki Ahli Kitab. Bagi mereka, tak ada beda antara pernikahan laki-laki muslim-perempuan Ahli Kitab dan pernikahan perempuan muslimah-laki-laki Ahli Kitab. Menurut kelompok terakhir ini, tak ada teks dalam al-Qur’an yang secara eksplisit melarang pernikahan perempuan muslimah dengan laki-laki Ahli Kitab. Bagi mereka, tidak adanya larangan itu adalah dalil bagi bolehnya pernikahan perempuaan muslimah dengan laki-laki Ahli Kitab.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKekhawatiran sebagian pihak bahwa pernikahan perempuan muslimah dengan laki-laki Ahli Kitab hanya akan melahirkan generasi non-muslim tak terbukti dalam kenyataan. Berbagai penelitian tentang pasangan nikah beda agama justru menunjukkan bahwa jika seorang ibu beragama Islam, 70 % lebih agama anak mengikuti agama si ibu. Temuan penelitian ini tak mengejutkan bagi saya. Sebab, peranan ibu dalam keluarga memang amat sentral, termasuk dalam soal agama. Tentang agama apa yang dianut oleh seorang anak biasanya tak jauh dari agama si ibu, bukan agama si ayah. Dengan demikian, tak keliru sebuah pepatah Arab berkata, ”ibu adalah sekolah pertama” (al-umm hiya al-madrasah al-ula).\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nApa yang dikemukakan ulama ketiga itu biasanya diacukan pada alasan kesejarahan. Alkisah, Zainab binti Muhammad SAW menikah dengan Abu al-Ash. Pernikahan tak dilakukan berdasarkan syariat Islam karena ia dilangsungkan sebelum Islam. Namun, yang menarik, setelah Nabi Muhammad diangkat menjadi nabi, Abu al-Ash pun tak segera masuk Islam. Ia tetap memilih menjadi orang musyrik, seperti umumnya penduduk Mekah saat itu.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBahkan, ketika Nabi Muhammad dan umat Islam lain hijrah ke Madinah, Abu al-Ash bersama sang istri (Zainab puteri Nabi) masih bertahan di Mekah. Alih-alih ikut hijrah, Abu al-Ash justru bersekongkol dengan orang-orang kafir Musyrik Mekah memeperangi umat Islam. Dikisahkan bahwa Abu al-Ash pernah ditangkap di Madinah atas keterlibatannya dalam perang Badar dan Uhud. Ia kemudian diminta uang tebusan dan Nabi meminta agar Zainab dihijrahkan ke Madinah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBerbagai buku sejarah menceritakan bahwa dengan hijrahnya itu, Zainab hidup terpisah dengan Abu al-Ash selama bertahun-tahun. Mereka kembali hidup serumah, setelah Abu al-Ash masuk Islam. Ibn Katsir menuturkan bahwa kembalinya Abu al-Ash ke pangkuan Zainab binti Muhammad SAW tak disertai dengan akad nikah baru. Menurut ulama ketiga itu, ini mengisyaratkan bahwa pernikahan Zainab dan Abu al-Ash yang dilangsungkan sebelum Islam adalah sah sehingga tak perlu ada pernikahan baru.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPernikahan Zainab dengan Abu al-Ash ini melahirkan dua orang anak, yaitu Umamah dan Ali. Jika Ali meninggal dalam usia belia, maka Umamah kelak menikah dengan Ali ibn Abi Thalib setelah istrinya (Fathimah binti Muhammad SAW) meninggal dunia. Ketika Ali ibn Abi Thalib meninggal, Umamah menikah dengan al-Mughirah bin Naufal bin al-Harits ibn Abd al-Muththalib.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nNabi juga pernah mengawinkan anak perempuannya, Ruqayyah dengan Utbah ibn Abi Lahab. Setelah Islam datang, Nabi tak meminta sang puteri untuk berpisah dengan Utbah. Perceraian terjadi bukan atas kehendak Ruqayyah atau Nabi Muhammad, melainkan atas perintah ayahanda Utbah, yaitu Abu Lahab. Abu Lahab, musuh bebuyutan Islam, yang keberatan jika anak laki-lakinya menikah dengan Ruqayyah yang beragama Islam. Dengan perkataan lain, seandainya Abu Lahab tak menyuruh Utbah menceraikan Ruqayyah, niscaya pernikahan itu akan tetap berlangsung sekalipun si suami Musyrik dan si perempuan beragama Islam seperti yang dialami Zainab binti al-Rasul Muhammad SAW.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBagaimana di Indonesia?. Fakta historis tersebut tampaknya tak mengubah pendirian sejumlah ulama Indonesia untuk melarang pernikahan antara orang Islam dan bukan Islam. Pernikahan beda agama dalam pandangan mereka adalah haram. Per tanggal 1 Juni 1980, MUI Pusat mengeluarkan fatwa tentang haramnya pernikahan tersebut. Banyak ulama yang khawatir, seorang istri yang Islam akan tunduk dan ikut agama si suami yang bukan Islam.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSebagian ulama di Indonesia mewaspadai kemungkinan tendensi politis dari kalangan non-Islam untuk menaklukkan umat Islam melalui pernikahan beda agama. Bagi saya, kekhawatiran ini terlampau jauh, karena banyak pernikahan beda agama yang berlangsung lama dan bertahan dengan agamanya masing-masing.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPara ulama yang pro-pengharaman nikah beda agama itu mendapatkan sokongan dari negara. Melalui Inpres No. 1 tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang berisi hukum perkawinan, kewarisan, dan perwakafan, pemerintah melarang umat Islam menikah dengan orang yang bukan Islam. Dalam pasal 44 KHI dinyatakan “seorang wanita Islam dilarang melangsungkan perkawinan dengan seorang pria yang tidak beragama Islam”. Dalam pasal 40 disebutkan, “dilarang melangsungkan perkawinan antara seorang pria dengan seorang wanita karena keadaan tertentu; ….(c) seorang wanita yang tidak beragama Islam”. Dengan dua ayat ini tampak jelas bahwa orang Islam, baik laki maupun perempuan, dilarang melangsungkan pernikahan dengan orang yang tak beragama Islam.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKHI memang bukan Undang-Undang (UU), melainkan hanya sebuah Inpres. Tapi, faktanya, KHI lah yang menjadi rujukan para pegawai KUA dalam menikahkan para laki-laki dan perempuan Islam di Indonesia. KHI juga dipakai para hakim agama dalam mengatasi persoalan-persoalan perceraian di Indonesia. Dengan kenyataan ini, para pelaku nikah beda agama tak mendapatkan payung hukum yang menjamin dan melindungi pernikahan mereka. Ini karena negara melalui KHI telah ikut terlibat dalam penentuan calon pasangan bagi warga negara yang mau menikah. Para aktivis HAM berkata bahwa negara tak boleh mengintervensi dan merampas hak privat setiap warga negara, termasuk dalam soal menentukan suami atau istri. Negara hanya memfasilitasi dan mencatatkan suatu pernikahan bukan menentukan pasangan dalam pernikahan.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDemikian \u003Cb\u003EHukum Nikah Beda Agama Dalam Islam\u003C\/b\u003E yang sepenuhnya saya kutip dari \u003Ca href=\"http:\/\/islamlib.com\/kajian\/fikih\/hukum-nikah-beda-agama\/\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\"\u003EIslamLib\u003C\/a\u003E, terkait dengan kebenaran hukum tersebut kita kembalikan kepada keyainan masing-masing. Saya mengutip ini karena ulasannya sangat detail dan berimbang menurut pandangan saya pribadi. Jadi saya mohon agar pembaca tidak manganggap saya penganut Islam Liberal karena menyebar luaskan tulisan dari situs salah satu aliran agama islam yang kontraversi.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nJika ada yang ingin berdiskusi silahkan pada kolom komentar, tapi harap berkomentar dengan sopan sehingga jika ada kejanggalan yang memang harus diperbaiki, bisa kita diskusikan dengan baik tanpa adanya luapan emosi yang justru tidak akan menemukan titik terang.\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/8347005531054132825\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/07\/hukum-nikah-beda-agama-dalam-islam.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/8347005531054132825"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/8347005531054132825"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2015\/07\/hukum-nikah-beda-agama-dalam-islam.html","title":"Hukum Nikah Beda Agama Dalam Islam"}],"author":[{"name":{"$t":"Rhodoy R Ediyansyah"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/00483012623079617793"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhLRekqC25ijcEFMAl-J8b3fjiFGtB1qK95XVFimK1-A6XEfjRmLJ55pwPqicjGseuuxgiSv0__11fx1-pMOPpzI-DXOb81bdC7joXdVmM6g-HhxsynRYcEcj3ou1tkpiE\/s220\/Rhodoy.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-zQdQwdSVChg\/VZ38pn_SVCI\/AAAAAAAACFI\/qeBglrZ4LhA\/s72-c\/Hukum%2BNikah%2BBeda%2BAgama%2BDalam%2BIslam.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"},"georss$featurename":{"$t":"Indonesia"},"georss$point":{"$t":"-0.789275 113.92132700000002"},"georss$box":{"$t":"-31.668126 72.61273300000002 30.089576 155.22992100000002"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-8591176304805364727"},"published":{"$t":"2012-02-06T19:52:00.001-08:00"},"updated":{"$t":"2012-02-06T19:52:42.653-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Islami"}],"title":{"type":"text","$t":"Petuah Dari K. H. Muhammad Arifin Ilham"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cm:smallfrac m:val=\"off\"\u003E\n   \u003Cm:dispdef\u003E\n   \u003Cm:lmargin m:val=\"0\"\u003E\n   \u003Cm:rmargin m:val=\"0\"\u003E\n   \u003Cm:defjc m:val=\"centerGroup\"\u003E\n   \u003Cm:wrapindent m:val=\"1440\"\u003E\n   \u003Cm:intlim m:val=\"subSup\"\u003E\n   \u003Cm:narylim m:val=\"undOvr\"\u003E\n  \u003C\/m:narylim\u003E\u003C\/m:intlim\u003E\n\u003C\/m:wrapindent\u003E\n\n\u003C\/m:defjc\u003E\u003C\/m:rmargin\u003E\u003C\/m:lmargin\u003E\u003C\/m:dispdef\u003E\u003C\/m:smallfrac\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ch6\u003E\n\n\u003Cspan class=\"messagebody\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 11pt;\"\u003ESUAMI SHOLEH adalah\nsuami yg menjadi TELADAN dlm ketaqwaan kpd ALLAH, DICINTAI \u0026amp; DIKAGUMI istri\n\u0026amp; anak2nya, kadang ia menjadi IMAM dg kemuliaan akhlak, GURU KHARISMATIK,\nORANG TUA pelindung yg bijak, PANGERAN yang gagah, PACAR yg genit, TEMAN\nsejati, eh kadang2 kekanak2an juga lho, suka bercanda \u0026amp; MANJA sekali pd istrinya(QS30:21).Ia\npun memaksimalkan IKHTIAR \u0026amp; DOA di penghujung malamnya, u KESELAMATAN\nklrgnya dari fitnah dunia \u0026amp; akhirat. Klrg bgnya PERTAMA ttpi umat bgnya\nUTAMA, SUBHANALLAH..\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/h6\u003E\n\u003Ch6\u003E\n\n\u003Cspan class=\"messagebody\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 11pt;\"\u003EALHAMDULILLAH,\nhikmah yang ku dapat duduk mengaji malam ini di mesjid Al amru bittaqwa bersama\nBuya KH Zainuddin Ma'shum, pimpinan ponpes Alhamidiyyah Sawangan, diantaranya\nttg wanita Syurga, \"Jika dilihat suaminya wajahnya, pakaiannya \u0026amp;\ntubuhnya selalu menyenangkan suaminya, jika diperintah suaminya dengan senang hati\nselalu taat, jika suaminya berpergian, dia sangat pandai menjaga kehormatan\ndirinya, kehormatan suaminya, harta suaminya \u0026amp; \" gholimah \"\nSANGAT MANJA KEKANAK KANAKAN, SEKSI \u0026amp; PENGGODA HEBAT u SUAMINYA...wow\nSUBHANALLAH, bahagianya.\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/h6\u003E\n\u003Ch6\u003E\n\n\u003Cspan class=\"messagebody\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 11pt;\"\u003EKETAHUILAH\nsahabatku, JIHAD TERBESAR dalam HIDUP KITA adalah, SAAT KITA SUDAH ASYIK\nTENGGELAM dalam MA'SIYAT, lalu KITA BERJUANG KELUAR untuk TIDAK MELAKUKANNYA\nLAGI!...INGAT!, Dunia ini bukan tempat kita sebenarnya, sebentar lagi kita akan\njadi BANGKAI, SUNGGUH AKHIRAT itulah TEMPAT KEHIDUPAN KITA SEBENARNYA!.\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/h6\u003E\n\u003Ch6\u003E\n\n\u003Cspan class=\"messagebody\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 11pt;\"\u003E\"Nilaimu\nberdasarkan tantanganmu\", semakin hebat godaan, semakin kuat gelora nafsu\n\u0026amp; semakin byk kesempatan u ma'siyat, tetapi TETAP bahkan SEMAKIN BERTAQWA\nkpd ALLAH, sungguh semakin besar \u0026amp; mulia kedudukanmu dimata ALLAH,\n\"Apakah manusia itu mengira bahwa mrk dibiarkan saja mengatakan,\"Kami\ntelah beriman\", pdhal mrk belum diuji\" (QS29:2).Rasulullah sudah\nmenyampaikan peringatan bahwa, \"Jalan ke Syurga byk hal yg nafsumu tdk\nmenyukainya, sementara jalan ke neraka sgt disukai nafsumu\" (HR.\nMuslim)...ayo semangat TAAT hidup sebentar ini my love FILLAH!\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/h6\u003E\n\u003Ch6\u003E\n\n\u003Cspan class=\"messagebody\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 11pt;\"\u003E”Katakanlah (wahai\nMuhammad) kpd lelaki yg beriman supaya mrk menundukkan pandangan mrk (dari\nmemandang wanita yg bukan mahram), \u0026amp; menjaga kehormatan mrk. Yg dmkn itu\nlebih suci bagi mrk. Sesungguhnya ALLAH amat mengetahui ttg apa yg mrk\nkerjakan. \u0026amp; katakanlah kpd wanita yg beriman supaya menundukkan pandangan\nmrk, \u0026amp; menjaga kehormatan mrk\"(QS 24:30-31). 'Aisyah radhiyallahu\n'anha, berkata, \"DEMI \u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"textexposedhide\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 11pt;\"\u003E...\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"textexposedshow\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 11pt;\"\u003EALLAH, tiadalah pernah tangan Rasululloh Shollallahu\n‘alaihi wa Sallam menyentuh tangan wanita walau sekali. \u0026amp; tiadalah beliau\nmemba'iat kaum wanita, kecuali hanya dg ucapan\" (HR: Muslim). Rasulullah\nbersabda,\"Andaikan ditusukkan ke kepala salah seorg diantara kalian dg\njarum besi, yg dmkn itu lebih baik daripada dia harus menyentuh wanita yg tdk\ndibolehkan baginya.(HR Imam Thabrani). DEMIKIANLAH AJARAN ISLAM MEMULIAKAN\nKEDUDUKAN WANITA dg TDK MENYENTUH MRK KECUALI yg DIHALALKAN ALLAH, SUBHANALLAH.\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/h6\u003E\n\u003Ch6\u003E\n\n\u003Cspan class=\"messagebody\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 11pt;\"\u003EAnas bin malik\nra:\"Ku lihat mrk berebutan menciumi telapak tangan nabi saw \u0026amp;\nmenaruhkan telapak tangan beliau saw di wajah mrk, lalu kuikuti perbuatan mrk\nmaka ketika kutaruh tangan beliau saw di wajahku maka kurasakan tangan itu\nlebih sejuk dari es, \u0026amp; tdk ada sutra yg lebih lembut dari telapak tangan\nbeliau saw \u0026amp; tdk ada wewangian yg lebih wangi dari harumnya keringat beliau\nsaw”. Stlh wafatnya N\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"textexposedhide\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 11pt;\"\u003E...\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"textexposedshow\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 11pt;\"\u003Eabi saw datanglah para tamu kpd anas bin Malik ra,\nseraya bertanya : “adakah tanganmu ini menyentuh kulit Rasulullah saw?”, maka\nAnas bin malik berkata : “iya”, maka mrk mengambil tangan Anas dan menciuminya,\ndemi mengambil berkah dari tangan yg bersentuhan dg nabi saw. (Adabul Mufrad\noleh Imam Bukhari). Ini dasar boleh mencium tangan org yg kita muliakan,\nseperti guru \u0026amp; orang tua atau yg dituakan ( Imam Nawawi).\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/h6\u003E\n\u003Ch6\u003E\n\n\u003Cspan class=\"messagebody\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 11pt;\"\u003ERASULULLAH bersabda\n\"seorg muslim bila bertemu dg saudaranya sesama muslim lalu menjabat\ntangannnya, maka dosa keduanya akan berguguran sebagaimana daun2 yg berguguran\ndari sebatang pohon yang kering pada hari ketika terjadi angin ribut. Jika\ntidak maka keduanya akan diampuni meskipun dosa mereka sebanyak buih di lautan\n(H. R Thabrani). SUBHANALLAH, sahabatku tercinta fillah, kini saatnya tidak\nlagi menganggap biasa jabat tangan apalagi meremehkan!\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/h6\u003E\n\u003Ch6\u003E\n\n\u003Cspan class=\"messagebody\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: 11pt;\"\u003ESUBHANALLAH, hakekat\ntaubat diterima hanya ALLAH yang mengetahui, tetapi tanda tanda jelas\ndirasakan, berubahnya semangat \u0026amp; kesenangan, tadinya sangat senang dg dunia\n\u0026amp; ma'siyat, menjadi sangat senang mendekat kepada ALLAH dg kesenangan\nibadah \u0026amp; semangat amal sholeh, kesibukannyapun asyik tenggelam dalam PERBAIKAN\n\u0026amp; KEBAIKAN (QS25:70), dia \"istigroq\" hatinya lembut \u0026amp; mudah\nMENANGIS karena ALLAH...\" YA ALLAH AMPUNI KAMI, TERIMALAH TAUBAT\nKAMI...DUHAI MAHA PENERIMA TAUBAT lagi MAHA MENGAMPUN...AAMIIN\".\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/h6\u003E\n\u003Cbr \/\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/8591176304805364727\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/02\/petuah-dari-k-h-muhammad-arifin-ilham.html#comment-form","title":"5 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/8591176304805364727"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/8591176304805364727"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/02\/petuah-dari-k-h-muhammad-arifin-ilham.html","title":"Petuah Dari K. H. Muhammad Arifin Ilham"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"thr$total":{"$t":"5"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-7257285232630937006"},"published":{"$t":"2012-01-04T04:48:00.003-08:00"},"updated":{"$t":"2012-01-14T21:58:56.195-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Islami"}],"title":{"type":"text","$t":"Isi Kandungan Pokok Surat At Taghaabun"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E ini\nterdiri atas 18 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah dan diturunkan\nsesudah surat\nAt Tahrim. Nama \u003Ci\u003EAt Taghaabun\u003C\/i\u003E diambil dari kata \u003Ci\u003EAt Taghaabun\u003C\/i\u003E yang\nterdapat pada ayat ke 9 yang artinya \u003Ci\u003Ehari dinampakkan kesalahan-kesalahan\u003C\/i\u003E.\n\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPokok-pokok isinya : \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E1. Keimanan:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESeluruh isi alam bertasbih kepada Allah SWT, penjelasan tentang\nkekuasaan Allah SWT serta keluasan ilmu-Nya; penegasan bahwa semua yang terjadi\ndalam alam ini adalah atas izin Allah. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E2. Hukum-hukum:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPerintah taat kepada Allah dan Rasul; perintah supaya bertakwa\ndan menafkahkan harta. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E3. Dan lain-lain:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPeringatan kepada orang-orang kafir tentang nasib orang-orang\ndahulu yang mendurhakai rasul-rasul; diantara isteri-isteri dan anak-anak seseorang\nada yang menjadi musuh baginya; harta dan anak-anak adalah cobaan dan ujian\nbagi manusia.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u0026nbsp;Penutup\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPada surat\nAt Taghaabun Allah memberi peringatan kepada kaum musyrikin tentang azab yang\nditimpakan kepada umat-umat sebelumnya dan memberi hiburan kepada Nabi bahwa\nkeingkaran orang-orang kafir itu tidak akan mendatangkan kemudaratan kepadanya.\n\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003EHUBUNGAN SURAT AT TAGHAABUN DENGAN SURAT ATH THALAAQ\u003C\/i\u003E \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EDalam surat At Taghaabun diterangkan bahwa diantara\nisteri-isteri dan anak-anak ada yang menjadi musuh, dan permusuhan antara suami\ndan isteri mungkin membawa kepada perceraian (talaq), maka dalam surat\nAth-Thalaaq diterangkan hukum-hukum talaq secara ringkas.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/7257285232630937006\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/01\/isi-kandungan-pokok-surat-at-taghaabun.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/7257285232630937006"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/7257285232630937006"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/01\/isi-kandungan-pokok-surat-at-taghaabun.html","title":"Isi Kandungan Pokok Surat At Taghaabun"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-1086357662874726361"},"published":{"$t":"2012-01-04T04:48:00.001-08:00"},"updated":{"$t":"2014-01-27T23:57:32.335-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Islami"}],"title":{"type":"text","$t":"Isi Kandungan Pokok Surat At Tahrim"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/www.kunjer.com\/\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: #cccccc;\"\u003EArtikel Terbaru\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E yaitu Surat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E ini\nterdiri atas 12 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan\nsesudah surat\nAl Hujuraat. Dinamai surat \u003Ci\u003EAt Tahrim\u003C\/i\u003E\nkarena pada awal surat\nini terdapat kata \u003Ci\u003Etuharrim\u003C\/i\u003E yang kata asalnya adalah Attahrim yang\nberarti \u003Ci\u003Emengharamkan\u003C\/i\u003E. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPokok-pokok isinya : \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E1. Keimanan:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EKesempatan bertaubat itu hanyalah di dunia saja, segala amal\nperbuatan manusia di dunia akan dibalas di akhirat. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E2. Hukum-hukum:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ELarangan mengharamkan apa-apa yang dibolehkan Allah SWT, kewajiban\nmembebaskan diri dari sumpah yang diucapkan untuk mengharamkan yang halal\ndengan membayar kaffarat; kewajiban memelihara diri dan keluarga dari api\nneraka; perintah memerangi orang-orang kafir dan munafik dan berlaku keras\nterhadap mereka di waktu perang. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E3. Dan lain-lain:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EIman dan perbuatan baik atau buruk seseorang tidak tergantung\nkepada iman dan perbuatan orang lain walaupun antara suami isteri, seperti\nisteri Nabi Luth AS, isteri Nabi Nuh AS, isteri Fir'aun, dan Maryam.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u0026nbsp;Penutup\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat At Tahrim menerangkan tentang hubungan Rasulullah SAW\ndengan isteri-isterinya, diikuti dengan keharusan bagi orang-orang mukmin untuk\nbertaubat; dan ditutup dengan contoh-contoh wanita-wanita yang baik dan yang\nburuk. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003EHUBUNGAN SURAT AT TAHRIM DENGAN SURAT AL MULK\u003C\/i\u003E \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EDalam surat At Tahrim diterangkan bahwa Allah mengetahui segala\nrahasia, sedang pada surat Al Mulk ditegaskan lagi bahwa Allah mengetahui\nsegala rahasia karena Allah menguasai seluruh alam.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/1086357662874726361\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/01\/isi-kandungan-pokok-surat-at-tahrim.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/1086357662874726361"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/1086357662874726361"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/01\/isi-kandungan-pokok-surat-at-tahrim.html","title":"Isi Kandungan Pokok Surat At Tahrim"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-4903061311066406582"},"published":{"$t":"2012-01-04T04:47:00.002-08:00"},"updated":{"$t":"2012-01-14T22:15:52.151-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Islami"}],"title":{"type":"text","$t":"Isi Kandungan Pokok Surat Ath Thalaaq"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E ini\nterdiri atas 12 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan\nsesudah surat\nAl Insaan. Dinamai surat\n\u003Ci\u003EAth Thalaaq\u003C\/i\u003E karena kebanyakan ayat-ayatnya mengenai masalah talak dan\nyang berhubungan dengan masalah itu. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPokok-pokok isinya:\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EDalam surat\nini diterangkan hukum-hukum mengenai thalaq, iddah dan kewajiban masing-masing\nsuami dan isteri dalam masa-masa talaq dan iddah, agar tak ada pihak yang\ndirugikan dan keadilan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kemudian\ndisebutkan perintah kepada orang-orang mukmin supaya bertakwa kepada Allah yang\ntelah mengutus seorang Rasul yang memberikan petunjuk kepada meraka. Maka siapa\nyang beriman akan dimasukkan ke dalam surga dan kepada yang ingkar diberikan\nperingatan bagaimana nasibnya orang-orang ingkar di masa dahulu.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u0026nbsp;Penutup\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat Ath Thalaaq mengandung hukum-hukum yang mengenai talak\ndan yang berhubungan dengan masalah itu dan merupakan kelengkapan dari hukum\ntalak yang tersebut dalam surat\nAl baqarah ayat \u003Ca href=\"mk:@MSITStore:C:%5CProgram%20Files%5CAl%20Quran%20Digital%5CAl%20Quran%20Digital.chm::\/s002a222.htm\"\u003E222\u003C\/a\u003E\nsampai dengan \u003Ca href=\"mk:@MSITStore:C:%5CProgram%20Files%5CAl%20Quran%20Digital%5CAl%20Quran%20Digital.chm::\/s002a242.htm\"\u003E242\u003C\/a\u003E.\n\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003EHUBUNGAN SURAT ATH THALAAQ\nDENGANN SURAT\nAT TAHRIIM\u003C\/i\u003E \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E1. Di dalam surat Ath Thalaaq\ndisebutkan bagaimana seharusnya bergaul dan bertindak terhadap isteri, sedang\ndalam surat At\nTahriim diterangkan beberapa hal yang terjadi antara nabi Muhammad s.a.w. dengan\npara isterinya dann bagaimana tindakan nabi menghadapi hal itu supaya dapat\nmenjadi pelajaran bagi umatnya dalam pergaulan berkeluarga. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E2. Keduanya sama-sama dimulai dengan seruan Allah kepada Nabi\nMuhammad s.a.w. tentang hal-hal yang berhubungan dengan hidup kekeluargaan.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/4903061311066406582\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/01\/isi-kandungan-pokok-surat-ath-thalaaq.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/4903061311066406582"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/4903061311066406582"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/01\/isi-kandungan-pokok-surat-ath-thalaaq.html","title":"Isi Kandungan Pokok Surat Ath Thalaaq"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-4558175091839387733"},"published":{"$t":"2012-01-04T04:47:00.000-08:00"},"updated":{"$t":"2012-01-14T22:16:11.657-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Islami"}],"title":{"type":"text","$t":"Isi Kandungan Pokok Surat Ath Thuur"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat Ath Thuur terdiri atas 49 ayat, termasuk golongan\nsurat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat\nAs Sajdah. Dinamai \u003Ci\u003EAth Thuur\u003C\/i\u003E (Bukit) diambil dari perkataan \u003Ci\u003EAth Thuur\u003C\/i\u003E\nyang terdapat pada ayat pertama surat\nini. Yang dimaksud dengan \u003Ci\u003Ebukit\u003C\/i\u003E di sini ialah bukit Thursina yang\nterletak di semenanjung Sinai, tempat Nabi Musa menerima wahyu dari Tuhannya. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPokok-pokok isinya: \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E1. Keimanan:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EKeadaan orang-orang kafir di dalam neraka dan keadaan\norang-orang beriman di dalam surga; bukti kekuasaan dan keesaan Allah;setiap\norang bertanggung jawab terhadap perbuatannya masing-masing, sekalipun demikian\nbapak dan anak akan dikumpulkan Allah dalam surga apabila kedua- duanya\nsama-sama beriman. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E2. Hukum-hukum\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EKewajiban untuk tetap berda'wah dan anjuran melakukan zikir dan\ntasbih pada waktu siang dan malam. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E3. Dan lain-lain:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EOrang-orang zalim pasti mendapat siksaan Allah di dunia dan di\nakhirat; Allah tetap akan menjaga dan melindungi Nabi Muhammad s.a.w.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u0026nbsp;Penutup\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat Ath Thuur mengandung hal-hal yang berhubungan dengan\npenegasan adanya hari berbangkit, keadaan orang-orang kafir dan orang-orang\nmukmin di hari kiamat, keadaan surga sebagai tempat orang-orang yang bertakwa\ndan hujjah-hujjah yang menunjukkan kebatalan kepercayaan orang-orang musyrik. Surat ini diakhiri dengan\nmenyebutkan nasehat-nasehat kepada Rasulullah s.a.w. dan orang-orang mukmin. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003EHubungan surat Ath Thuur dengan surat An Najm\u003C\/i\u003E \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E1. Surat Ath Thuur ditutup dengan menyebut bintang-bintang,\nsedang surat An\nNajm dibuka dengan menyebut bintang pula.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E2. Dalam surat Ath Thuur\ndisebutkan tuduhan orang kafir bahwa Al Quran dibuat oleh Nabi Muhammad s.a.w.\nsedang dalam surat\nAn Najm ditegaskan bahwa Al Quran itu benar-benar wahyu dari Allah.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E3. Dalam surat Ath Thuur diterangkan\nbahwa Nabi Muhammad s.a.w. selalu berada di bawah inayah Allah, sedang dalam surat An Najm dibayangkan\nbagaimana kebesaran dan kemuliaan Nabi Muhammad s.a.w.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/4558175091839387733\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/01\/isi-kandungan-pokok-surat-ath-thuur.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/4558175091839387733"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/4558175091839387733"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/01\/isi-kandungan-pokok-surat-ath-thuur.html","title":"Isi Kandungan Pokok Surat Ath Thuur"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-7621274733204915991"},"published":{"$t":"2012-01-04T04:46:00.001-08:00"},"updated":{"$t":"2016-07-15T23:25:10.095-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Islami"}],"title":{"type":"text","$t":"Isi Kandungan Poko Surat Az Zukhruf"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat Az Zukhruf terdiri atas 89 ayat, termasuk golongan\nsurat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat\nAsy Syuura. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EDinamai \u003Ci\u003EAz Zukhruf\u003C\/i\u003E (Perhiasan) diambil dari perkataan \u003Ci\u003EAz\nZukhruf\u003C\/i\u003E yang terdapat pada ayat 35 surat\nini. Orang-orang musyrik mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang tergantung\nkepada perhiasan dan harta benda yang ia punyai, karena Muhammad s.a.w. adalah\nseorang anak yatim lagi miskin, ia tidak pantas diangkat Allah sebagai seorang\nrasul dan nabi. Pangkat rasul dan nabi harus diberikan kepada orang yang kaya.\nAyat ini menegaskan bahwa harta tidak dapat dijadikan dasar untuk mengukur\ntinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan\nduniawi, bukan berarti kesenangan akhirat. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPokok-pokok isinya: \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E1.Keimanan:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EAl Quran berasal dari Lauh Mahfuzh; Nabi Isa a.s. itu tidak\nlain hanyalah seorang hamba Allah; pengakuan Nabi Isa a.s. bahwa Allah-lah\nTuhan yang sebenarnya; mensifatkan bagaimana kesenangan di dalam syurga dan\nhebatnya penderitaan orang kafir di dalam neraka sehingga mereka ingin mati\nsaja agar terlepas dari siksa itu; Tuhan tidak mempunyai anak. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E2.Hukum-hukum:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPerintah Tuhan kepada Nabi Muhammad s.a.w supaya menjauhi\norang-orang yang tidak beriman. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E3.Kisah-kisah:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EKisah Nabi Ibrahim a.s., Musa a.s. dan Isa a.s. sebagai\nperbandingan bagi Nabi dan sebagai penawar sewaktu menghadapi kesulitan dalam\nmelakukan da'wah. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E4.Dan lain-lain:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPengakuan orang musyrik Mekah bahwa Allah-lah Yang menciptakan\nlangit dan bumi, tetapi mereka tetap menyembah berhala; kepercayaan mereka\nbahwa malaikat adalah anak Allah dan penolakan atas kepercayaan yang salah itu;\nMuhammad s.a.w sebagai rasul mendapat ejekan dan celaan-celaan dari kaumnya dan\nhal ini adalah biasa, karena rasul-rasul yang dahulupun demikian pula halnya;\norang-orang musyrik sangat kuat berpegang kepada tradisi dan adat istiadat\nnenek moyang mereka dalam beragama, sehingga tertutup hati mereka untuk\nmenerima kebenaran.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u0026nbsp;Penutup\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat Az Zukhruf dimulai dengan menerangkan bahwa Al Quran\nadalah wahyu Ilahi dan diambil dari Lauh Mahfuzh. Kemudian menerangkan sikap\norang musyrik terhadap para nabi dan menyebutkan sebahagian hikmah Allah yang\ndilimpahkan kepada manusia. Dikemukakan juga tentang sifat orang-orang musyrik\nyang suka mengada-adakan kebathilan dan kerusakan kepercayaan mereka dan\nsifat-sifat mereka yang sombong, walaupun mereka telah diperingatkan dengan\nnasib umat-umat yang dahulu yang mendurhakai Allah. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EAkhirnya, mengingat tindakan-tindakan orang-orang musyrikin\nyang lebih mementingkan perhiasan dan keduniawian itu, maka surat ini ditutup dengan perintah Allah agar\nNabi Muhammad s.a w. berpaling dari orang-orang musyrik itu, nanti mereka akan\nmerasakan dan mengetahui kebenaran ancaman Allah. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003EHUBUNGAN SURAT AZ ZUKHRUF\nDENGAN SURAT AD\nDUKHAAN\u003C\/i\u003E \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E1. Kedua surat\nitu sama-sama dimulai dengan menyebutkan sifat-sifat Al-Quran. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E2. Pada akhir surat Az Zukhruf disebutkan ancaman kepada orang-orang kafir\ndan pada permulaan surat\nAd-Dukhaan terdapat pula peringatan dan ancaman itu. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E3. Pada surat ini terdapat kesatuan sikap antara Nabi Muhammad\ns.a.w. da Nabi Musa a.s. yaitu pada surat Az Zukhruf Nabi Muhammad s.a.w.\nmengadu kepada Tuhannya bahwa kaumnya adalah orang yang tidak mau beriman,\nsedang pada surat Ad Dukhaan Nabi Musa a.s. mengadu kepada Tuhannya bahwa\nkaumnya adalah orang yang durhaka dan banyak dosa.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/7621274733204915991\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/01\/isis-kandungan-poko-surat-az-zukhruf.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/7621274733204915991"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/7621274733204915991"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/01\/isis-kandungan-poko-surat-az-zukhruf.html","title":"Isi Kandungan Poko Surat Az Zukhruf"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-5816321674755689561"},"published":{"$t":"2012-01-04T04:45:00.003-08:00"},"updated":{"$t":"2016-07-15T23:25:01.627-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Islami"}],"title":{"type":"text","$t":"Isi Kandungan Poko Surat Fushshilat"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat Fushshilat terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan\nsurat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat\nAl Mu'min. Dinamai \u003Ci\u003EFushshilat\u003C\/i\u003E (yang dijelaskan) karena ada hubungannya\ndengan perkataan \u003Ci\u003EFushshilat\u003C\/i\u003E yang terdapat pada permulaan surat ini yang berarti \u003Ci\u003Eyang\ndijelaskan\u003C\/i\u003E. Maksudnya ayat-ayatnya diperinci dengan jelas tentang\nhukum-hukum, keimanan, janji dan ancaman, budi pekerti, kisah, dan sebagainya.\nDinamai juga dengan \u003Ci\u003EHaa Miim dan As Sajdah\u003C\/i\u003E karena surat\nini dimulai dengan \u003Ci\u003EHaa Miim\u003C\/i\u003E dan dalam surat ini terdapat ayat Sajdah. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPokok-pokok isinya : \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E1. Keimanan:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EAl Quran dan sikap orang-orang musyrik terhadapnya;\nkejadian-kejadian langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya membuktikan\nadanya Allah; semua yang terjadi dalam alam semesta tidak lepas dari\npengetahuan Allah. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E2. Dan lain-lain:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EHikmah diciptakannya gunung-gunung; anggota tubuh tiap-tiap\norang menjadi saksi terhadap dirinya pada hari kiamat; azab yang ditimpakan\nkepada kaum Aad dan Tsamud; permohonan orang-orang kafir agar dikembalikan ke\ndunia untuk mengerjakan amal-amal saleh; berita gembira dari malaikat kepada\norang-orang yang beriman; anjuran menghadapi orang-orang kafir secara\nbaik-baik; ancaman terhadap orang-orang yang mengingkari ke-Esaan Allah; sifat-sifat\nAl Quranul Karim; manusia dan wataknya.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u0026nbsp;Penutup\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat Fushshilat mengutarakan hal-hal yang berhubungan dengan\nAl Quran dan sikap orang-orang musyrik terhadapnya; kekuasaan Allah di langit\ndan di bumi; ancaman kepada orang-orang musyrik di dunia dan di akhirat.\nKemudian dikemukakan tentang keadaan orang-orang yang selalu beribadat kepada\nTuhannya, dan disusuli dengan mengemukakan beberapa tabiat manusia. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003EHUBUNGAN SURAT FUSHSHILAT DENGAN SURAT ASY SYUURA\u003C\/i\u003E \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EKedua surat ini sama-sama mengutarakan kebenaran Al Quran,\nmenolak kecaman dan celaan orang-orang kafir Mekah terhadapnya; bujukan\nterhadap Nabi Muhammad s.a.w agar jangan bersedih hati dan berputus asa, karena\nkecaman dan celaan itu sudah sewajarnya datang dari musuh-musuh agama, dan hal itu\ntelah dialami oleh rasul-rasul sebelumnya.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/5816321674755689561\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/01\/isis-kandungan-poko-surat-fushshilat.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/5816321674755689561"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/5816321674755689561"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/01\/isis-kandungan-poko-surat-fushshilat.html","title":"Isi Kandungan Poko Surat Fushshilat"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-1339271267562346066"},"published":{"$t":"2012-01-04T04:45:00.001-08:00"},"updated":{"$t":"2016-07-15T23:24:53.016-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Islami"}],"title":{"type":"text","$t":"Isi Kandungan Poko Surat Muhammad"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat Muhammad terdiri atas 38 ayat, termasuk golongan\nsurat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Hadiid. Nama \u003Ci\u003EMuhammad\u003C\/i\u003E sebagai\nnama surat ini diambil dari perkataan Muhammad\nyang terdapat pada ayat \u003Ca href=\"mk:@MSITStore:C:%5CProgram%20Files%5CAl%20Quran%20Digital%5CAl%20Quran%20Digital.chm::\/s047a002.htm\"\u003E2\u003C\/a\u003E\nsurat ini. Pada\nayat \u003Ca href=\"mk:@MSITStore:C:%5CProgram%20Files%5CAl%20Quran%20Digital%5CAl%20Quran%20Digital.chm::\/s047a001.htm\"\u003E1\u003C\/a\u003E,\n\u003Ca href=\"mk:@MSITStore:C:%5CProgram%20Files%5CAl%20Quran%20Digital%5CAl%20Quran%20Digital.chm::\/s047a002.htm\"\u003E2\u003C\/a\u003E,\ndan \u003Ca href=\"mk:@MSITStore:C:%5CProgram%20Files%5CAl%20Quran%20Digital%5CAl%20Quran%20Digital.chm::\/s047a003.htm\"\u003E3\u003C\/a\u003E\nsurat ini, Allah membandingkan antara hasil yang diperoleh oleh orang-orang\nyang tidak percaya kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w dan\nhasil yang diperoleh oleh orang-orang yang tidak percaya kepadanya. Orang-orang\nyang percaya kepada apa yang dibawa oleh Muhammad s.a.w merekalah orang-orang\nyang beriman dan mengikuti yang hak, diterima Allah semua amalnya, diampuni\nsegala kesalahannya. Adapun orang-orang yang tidak percaya kepada Muhammad\ns.a.w adalah orang-orang yang mengikuti kebatilan, amalnya tidak diterima, dosa\nmereka tidak diampuni, kepada mereka dijanjikan azab di dunia dan di akhirat.\nDinamai juga dengan \u003Ci\u003EAl Qital\u003C\/i\u003E (peperangan), karena sebahagian besar surat ini mengutarakan\ntentang peperangan dan pokok-pokok hukumnya, serta bagaimana seharusnya sikap\norang-orang mukmin terhadap orang-orang kafir. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPokok-pokok isinya : \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E1. Keimanan:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EOrang yang mati syahid akan masuk syurga; balasan-balasan yang\ndisediakan di akhirat bagi orang-orang yang takwa dan orang-orang yang durhaka;\nkeesaan Allah. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E2. Hukum-hukum:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EMenumpas musuh pada permulaan peperangan (sebelum gejala-gejala\nkemenangan), menawan mereka kalau telah kelihatan gejala-gejala kemenangan,\nmembebaskan tawanan itu dengan menerima tebusan atau tidak. Larangan mengajak\ndamai apabila telah nyata kemenangan. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E3. Dan lain-lain:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EAllah selalu memberi cobaan kepada orang-orang mukmin, untuk\nmengetahui siapa yang berjihad dan siapa yang sabar; kehidupan dunia adalah\npermainan belaka dan bahwa iman dan takwalah yang menghasilkan pahala; Allah\nakan menolong orang yang menolong agamanya.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u0026nbsp;Penutup\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat Muhammad menerangkan keadaan orang-orang kafir dan\norang-orang mukmin di dunia dan akhirat dan menyatakan perbedaan keadaan mereka\ndan hasil yang mereka peroleh. Dan surat\nini menerangkan tentang hukum perang dan cara orang-orang mukmin menghadapi\norang-orang kafir. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003EHUBUNGAN SURAT MUHAMMAD\nDENGAN SURAT AL FATH\u003C\/i\u003E \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E1. Pada kedua surat\nini terdapat keterangan-keterangan mengenai orang-orang mukmin yang ikhlas dan\nketerangan-keterangan mengenai orang-orang musyrik dan munafik. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E2. Pada surat Muhammad terdapat\nperintah agar meminta ampun kepada Allah, sedang pada surat Al Fath disebutkan janji Allah bahwa\norang-orang mukmin yang beramal saleh akan mendapat ampunan dan pahala yang\nbanyak dari Allah. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E3. Pada surat Muhammad\ndiperintahkan supaya Muhammad s.a.w memerangi musuh-musuh Allah, sedang dalam surat Al Fath dinyatakan\nbahwa Allah akan memberikan kemenangan kepada Muhammad s.a.w.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/1339271267562346066\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/01\/isis-kandungan-poko-surat-muhammad.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/1339271267562346066"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/1339271267562346066"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/01\/isis-kandungan-poko-surat-muhammad.html","title":"Isi Kandungan Poko Surat Muhammad"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-7995653071446030564"},"published":{"$t":"2012-01-04T04:44:00.000-08:00"},"updated":{"$t":"2016-07-15T23:24:42.175-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Islami"}],"title":{"type":"text","$t":"Isi Kandungan Poko Surat Qaaf"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat Qaaf terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat\nMakkiyah diturunkan sesudah surat\nAl Murssalaat. Dinamai \u003Ci\u003EQaaf\u003C\/i\u003E karena surat\nini dimulai dengan huruf \u003Ci\u003EQaaf\u003C\/i\u003E. Menurut hadits yang diriwayatkan Imam\nMuslim, bahwa Rasulullah SAW senang membaca surat ini pada rakaat pertama sembahyang\nsubuh dan pada shalat hari raya. Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al Baihaqy\ndan Ibnu Majah bahwa Rasulullah SAW membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Khutbah pada\nhari Jum'at. Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surat QAAF sering dibaca Nabi\nMuhammad SAW di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang\nkejadian mereka dan nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang\nhari berbangkit, hari berhisab, syurga, neraka, pahala, dosa, dsb. Surat ini dinamai juga \u003Ci\u003EAl Baasiqaat\u003C\/i\u003E, diambil dari\nperkataan \u003Ci\u003EAl- Baasiqaat\u003C\/i\u003E yang terdapat pada ayat 10 surat ini. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPokok-pokok isinya : \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E1. Keimanan:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESetiap manusia pada hari kiamat akan hadir di padang\nmahsyar diiring- kan\noleh dua orang malaikat, yang seorang sebagai pengiringnya, dan yang seorang\nlagi sebagai saksi atas segala perbuatannya di dunia. Kebangkitan manusia dari\nkubur digambarkan sebagai tanah yang kering, setelah disirami hujan hidup\nkembali; Allah lebih dekat kepada manusia dari urat lehernya sendiri; tiap-tiap\nmanusia didampingi oleh malaikat yang selalu mencatat segala perbuatannya;\nAllah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam\nmasa.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E2. Hukum-hukum:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EAnjuran bertasbih dan bertahmid kepada Tuhan pada waktu-waktu\nmalam sebelum terbit dan terbenam matahari dan sesudah mengerjakan shalat.\nPerintah Allah kepada Rasul-Nya agar memberi peringatan dengan ayat- ayat Al\nQuran kepada orang yang beriman; anjuran memperhatikan kejadian langit dan bumi.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E3. Dan lain-lain:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EKeingkaran orang-orang musyrik terhadap kenabian dan hari\nberbangkit; hiburan kepada Nabi Muhammad SAW agar jangan berputus asa dalam\nmeng- hadapi keingkaran orang-orang kafir Mekkah, karena rasul-rasul dahulu\njuga menghadapi keingkaran kaumnya masing-masing; Al Quran adalah sebagai\nperingatan kepada orang-orang yang takut kepada ancaman Allah.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u0026nbsp;Penutup\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESebagaimana halnya surat-surat Makkiyah pada umumnya, maka\nsurat Qaaf mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan kebangkitan, syurga dan\nneraka, mengemukakan bahwa keingkaran orang-orang kafir kepada Nabi itu adalah\nwajar, karena rasul-rasul dahulu juga diingkari dan didustakan oleh\numat-umatnya.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003EHUBUNGAN SURAT QAAF DENGAN SURAT ADZ DZAARIYAAT\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E1. Pada surat Qaaf disebutkan\nhal-hal mengenai hari berbangkit, pembalasan, syurga dan neraka; sedang surat Adz Dzaariyaat\ndimulai dengan menerangkan bahwa semua itu adalah benar dan pembalasan pada\nhari kiamat itu benar akan terlaksana. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E2. Pada surat Qaaf disebutkan\nsecara sepintas lalu pembinasaan umat-umat dahulu yang mendustakan rasul-rasul\nsedang pada surat\nAdz Dzaariyaat diterangkan keadaan mereka dengan agak terperinci.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/7995653071446030564\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/01\/isis-kandungan-poko-surat-qaaf.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/7995653071446030564"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/7995653071446030564"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/01\/isis-kandungan-poko-surat-qaaf.html","title":"Isi Kandungan Poko Surat Qaaf"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-6117735339540465714"},"published":{"$t":"2012-01-04T04:43:00.001-08:00"},"updated":{"$t":"2012-01-14T22:18:54.842-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Islami"}],"title":{"type":"text","$t":"Isi Kandungan Poko Surat Ad Dukhaan"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat Ad Dukhaan terdiri atas 59 ayat, termasuk golongan\nsurat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah Az Zukhruf. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EDinamai \u003Ci\u003EAd Dukhaan\u003C\/i\u003E (kabut), diambil dari perkataan \u003Ci\u003EDukhaan\u003C\/i\u003E\nyang terdapat pada ayat 10 surat\nini. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EMenurut riwayat Bukhari secara ringkas dapat diterangkan\nsebagai berikut: Orang-orang kafir Mekah dalam menghalang-halangi agama Islam\ndan menyakiti serta mendurhakai Nabi Muhammad s.a.w. sudah melewati batas,\nkarena itu Nabi mendoa kepada Allah agar diturunkan azab sebagaimana yang telah\nditurunkan kepada orang-orang yang durhaka kepada Nabi Yusuf yaitu musim\nkemarau yang panjang. Do'a Nabi itu dikabulkan Allah sampai orang-orang kafir\nmemakan tulang dan bangkai, karena kelaparan. Mereka selalu menengadah ke langit\nmengharap pertolongan Allah. Tetapi tidak satupun yang mereka lihat kecuali\nkabut yang menutupi pandangan mereka. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EAkhirnya mereka datang kepada Nabi agar Nabi memohon kepada\nAllah supaya hujan diturunkan. Setelah Allah mengabulkan doa Nabi, dan hujan di\nturunkan, mereka kembali kafir seperti semula; karena itu Allah menyatakan\nbahwa nanti mereka akan diazab dengan azab yang pedih. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPokok-pokok isinya. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E1. Keimanan:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EDalil-dalil atas kenabian Muhammad s.a.w.; huru-hara dan\nkehebatan hari kiamat; pada hari kiamat hanya amal-amal seseorang yang dapat\nmenolongnya; azab dan penderitaan yang ditemui orang-orang kafir di akhirat\nserta nikmat dan kesenangan yang diterima orang-orang mukmin. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E2. Hukum-hukum:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EKisah Musa a.s dengan Fir'aun dan kaumnya. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E3. Dan lain-lain:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPermulaan turunnya Al Quran pada malam lailatul Qadar;\norang-orang kafir hanya beriman kalau mereka ditimpa bahaya, kalau bahaya telah\nhilang mereka kafir kembali; dalam penciptaan langit dan bumi itu terdapat\nhikmat yang besar.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u0026nbsp;Penutup\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat Ad Dukhaan dimulai dengan menyebut keagungan Al Quran.\nKaum Quraisy karena tidak mengikuti seruan Nabi Muhammad s.a.w., Nabi mendoakan\nagar didatangkan musim kemarau yang panjang, kemudian mereka beriman dan\nmengharap agar Nabi mendoa kepada Allah agar diturunkan hujan, setelah hujan\nditurunkan, mereka kafir kembali, lalu mereka diancam Allah dengan kehancuran.\nKisah Fir'aun dan kaumnya disebutkan di sini sebagai peringatan bagi mereka. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003EHUBUNGAN SURAT AD DUKHAAN DENGAN SURAT AL JAATSIAH\u003C\/i\u003E \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EKedua surat ini hampir sama isi dan maksudnya, seperti\nmenjelaskan keterangan mengenai adanya Allah dan kekuasaan-Nya, sikap orang\nkafir terhadap seruan Nabi Muhammad s.a.w., ancaman kepada orang-orang kafir\ndan siksaan hebat yang mereka derita pada hari kiamat.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/6117735339540465714\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/01\/isi-kandungan-poko-surat-ad-dukhaan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/6117735339540465714"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/6117735339540465714"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/01\/isi-kandungan-poko-surat-ad-dukhaan.html","title":"Isi Kandungan Poko Surat Ad Dukhaan"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-2394564339920092259"},"published":{"$t":"2012-01-04T04:42:00.001-08:00"},"updated":{"$t":"2012-01-14T22:19:08.870-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Islami"}],"title":{"type":"text","$t":"Isi Kandungan Pokok Surat Adz Dzaariyaat"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat Adz Dzaariyaat terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan\nsurat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat\nAl Ahqaaf. Dinamai \u003Ci\u003EAdz Dzaariyaat\u003C\/i\u003E (angin yang menerbangkan), diambil\ndari perkataan \u003Ci\u003EAdz Dzaariyaat\u003C\/i\u003E yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Allah\nbersumpah dengan angin, mega, bahtera, dan malaikat yang menjadi sumber\nkesejahteraan dan pembawa kemakmuran. Hal ini meng- isyaratkan inayat Allah\nkepada hamba-hamba-Nya. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPokok-pokok isinya: \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E1. Keimanan:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EBagaimana keadaan orang-orang yang beriman di dalam syurga\nsebagai balasan ketaatan bagi orang yang bertakwa; manusia dan jin dijadikan\nAllah untuk beribadah kepada-Nya; Allah sebagai pemberi rezki; neraka sebagai\nbalasan bagi orang- orang kafir.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E2. Hukum-hukum:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ELarangan mempersekutukan Allah dengan selain-Nya; perintah\nberpaling dari orang-orang musyrik yang berkepala batu dan memberikan\nperingatan dan pengajaran kepada orang-orang mukmin; pada harta kekayaan\nseseorang terdapat hak orang miskin.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E3. Kisah-kisah:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EIbrahim a.s. dengan malaikat yang datang ke rumahnya; Musa a.s.\ndengan Fir'aun; kaum 'Ad dan Tsamud; Nuh a.s. dengan kaumnya.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E4. Dan lain-lain :\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESegala sesuatu diciptakan Allah dengan berpasang-pasangan; pada\ndiri manusia sendiri terdapat tanda-tanda kebesaran Allah.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u0026nbsp;Penutup\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat Adz Dzaariyaat menerangkan hal-hal yang berhubungan\ndengan penegasan adanya hari berbangkit, balasan yang diterima orang mukmin dan\nkafir di akhirat. Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dan kaumnya\nsebagai bujukan kepada Nabi Muhammad SAW agar jangan bersedih hati terhadap\nsikap kaumnya yang keras kepala dan selalu mendustakannya. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003EHubungan surat Adz Dzaariyaat dengan surat Ath Thuur\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E1. Surat Adz Dzaariyaat dimulai dengan ancaman kepada\norang-orang kafir dan nikmat-nikmat yang diterima orang-orang mukmin kelak,\nsedangkan surat Ath Thuur dimulai dengan ancaman\npula dan diiringi dengan menerangkan nikmat yang diterima orang-orang mukmin,\nakan tetapi ancaman dan nikmat-nikmat ini dalam surat Ath Thuur diterangkan dengan lebih\njelas. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E2. Sama-sama dimulai dengan sumpah Allah dengan menyebutkan\nciptaan- ciptaan-Nya. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E3. Sama-sama mengandung perintah kepada Rasulullah SAW supaya\nberpaling dari orang-orang musyrik yang berkepala batu dan alasan-alasan serta\ndalil-dalil keesaan Allah dan adanya hari berbangkit.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/2394564339920092259\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/01\/isi-kandungan-pokok-surat-adz.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/2394564339920092259"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/2394564339920092259"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2012\/01\/isi-kandungan-pokok-surat-adz.html","title":"Isi Kandungan Pokok Surat Adz Dzaariyaat"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-3918809904071130445"},"published":{"$t":"2011-12-18T04:52:00.001-08:00"},"updated":{"$t":"2012-01-14T22:20:53.272-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Islami"}],"title":{"type":"text","$t":"Al-Qur'an: Tentang Surat  Asy Syu'araa'"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003EMuqaddimah \u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.\nDinamakan \u003Ci\u003EAsy Syu'araa'\u003C\/i\u003E (kata jamak dari \u003Ci\u003EAsy Syaa'ir\u003C\/i\u003E yang berarti\npenyair) diambil dari kata \u003Ci\u003EAsy Syuaraa'\u003C\/i\u003E yang terdapat pada ayat 224,\nyaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus\nmenyebutkan kedudukan penyair- penyair. \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPara\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan\npara rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka\nmemutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka\ntidak sesuai dengan tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai\ndengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali\nterdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad\ns.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran\nadalah wahyu Allah, bukan buatan manusia. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPokok isinya:\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E1. Keimanan:\u003C\/i\u003E Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan\nrasul- rasul-Nya dan keselamatan mereka. Al Quran benar- benar wahyu Allah yang\ndibawa turun ke dunia oleh Malaikat Jibril a.s. (Ruuhul amiin); hanya Allah\nyang wajib disembah. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E2. Hukum-hukum:\u003C\/i\u003E Keharusan memenuhi takaran dan\ntimbangan; larangan mengubah syair yang berisi cacian-cacian, khurafat-\nkhurafat, dan kebohongan-kebohongan. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E3. Kisah-kisah:\u003C\/i\u003E Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan\nFir'aun; kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya; kisah Nabi Nuh a.s. dengan\nkaumnya; kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya (Tsamud); kisah Nabi Hud a.s.\ndengan kaumnya (Ad), kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya; kisah Nabi Syu'aib\na.s. dengan penduduk Aikah. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E4. Dan lain-lain:\u003C\/i\u003E Kebinasaan suatu bangsa atau umat\ndisebabkan mereka meninggalkan petunjuk-petunjuk agama; tumbuh-tumbuhan yang\nberaneka ragam dan perobahan-perobahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha\nEsa; petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap\npengikut-pengikutnya; turunnya kitab Al Quran dalam bahasa Arab sudah disebut\ndalam kitab- kitab suci dahulu.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EPenutup\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESebagian besar \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E Asy Syu'araa'\nmenerangkan kisah nabi-nabi dengan umatnya masing-masing. Mereka mengalami\npenderitaan dan permusuhan dari kaumnya, tetapi pada akhirnya mereka mendapat\nkemenangan, dan lawan-lawan mereka mengalami kehancuran.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EKisah-kisah ini diceritakan olah Allah untuk menghibur hati\nRasulullah s.a.w. dan kaum muslimin; karena kelak mereka akan mendapat\nkemenangan sebagaimana para rasul zaman dahulu itu. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003EHUBUNGAN \u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003ESURAT\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E ASY SYU'ARAA' DENGAN \u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003ESURAT\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E AN\nNAML\u003C\/i\u003E \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E1. Surat An Naml melengkapi \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E Asy Syu'araa'\ndengan menambahkan ke dalamnya kisah nabi-nabi yang tidak terdapat dalam \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E Asy Syu'araa',\nyaitu kisah Nabi Daud a.s. dan Nabi Sulaiman a.s.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E2. Juga terdapat pada \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E An Naml\ntambahan-tambahan uraian kisah Nabi Luth a.s. dan Nabi Musa a.s. yang keduanya\nada diceritakan dalam \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E Asy Syu'araa'.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E3. Masing-masing dari kedua \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E ini memuat\nsifat Al Quran dan menerangkan bahwa Al Quran itu benar-benar diturunkan dari\nsisi Allah s.w.t.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E4. Kedua \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E ini sama-sama menghibur hati Nabi Muhammad s.a.w. yang mengalami\nbermacam-macam penderitaan dan permusuhan dari kaumnya.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/3918809904071130445\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2011\/12\/al-quran-tentang-surat-asy-syuaraa.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/3918809904071130445"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/3918809904071130445"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2011\/12\/al-quran-tentang-surat-asy-syuaraa.html","title":"Al-Qur'an: Tentang Surat  Asy Syu'araa'"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-4740151382767652678"},"published":{"$t":"2011-12-18T04:50:00.003-08:00"},"updated":{"$t":"2012-01-14T22:20:59.829-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Islami"}],"title":{"type":"text","$t":"Al-Qur'an: Tentang Surat  Al Furqaan"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u0026nbsp;Muqaddimah \u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah.\nDinamai \u003Ci\u003EAl Furqaan\u003C\/i\u003E yang artinya \u003Ci\u003Epembeda\u003C\/i\u003E, diambil dari kata \u003Ci\u003EAl\nFurqaan\u003C\/i\u003E yang terdapat pada ayat pertama \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E ini. Yang\ndimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Quran.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EAl Quran dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang\nhaq dengan yang batil. MAka pada \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan\nAllah s.w.t. dengan kebatilan kepercayaan syirik. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPokok-pokok isinya: \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E1. Keimanan:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EAllah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya; hanya Allah saja yang\nmenguasai langit dan bumi; Allah tidak punya anak dan sekutu; Al Quran\nbenar-benar diturunkan dari Allah; ilmu Allah meliputi segala sesuatu; Allah\nbersemayam di atas Arsy; Nabi Muhammad s.a.w. adalah hamba Allah yang diutus ke\nseluruh alam; rasul- rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari\nAllah; pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti\nbelahnya langit, turunnya malaikat ke bumi, orang-orang berdosa dihalau ke\nneraka dengan berjalan atas muka mereka. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E2. Hukum-hukum:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ETidak boleh mengabaikan Al Quran; larangan menafkahkan harta\nsecara boros atau kikir; larangan membunuh atau berzina; kewajiban memberantas\nkekafiran dengan mempergunakan alasan Al Quran; larangan memberikan saksi\npalsu. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E3. Kisah-kisah:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EKisah-kisah Musa a.s., Nuh a.s., kaum Tsamud dan kaum Syu'aib. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E4. Dan lain-lain:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ECelaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Quran; kejadian-\nkejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah; hikmah Al Quran\nditurunkan secara berangsur-angsur; sifat-sifat orang musyrik antara lain\nmempertuhankan hawa nafsu; tidak mempergunakan akal; sifat-sifat hamba Allah\nyang sebenarnya.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u0026nbsp;Penutup\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat Al Furqaan mengandung penjelasan\ntentang kebenaraan ke Esaan Allah, kenabian Muhammad s.a.w. serta\nperistiwa-peristiwa yang terjadi pada hari kiamat dan mengemukakan pula\nkebatalan kemusyrikan dan kekafiran. Kejadian alamiyah seperti pergantian siang\ndan malam, bertiupnya angin, turunnya hujan dan lain-lain diterangkan Allah\ndalam \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E ini sebagai bukti dari ke Esaan dan kekuasaan-Nya. Akibat umat-umat\nyang dahulu yang ingkar dan menentang nabi-nabi dikisahkan pula secara ringkas.\nPada bagian terakhir, Allah menerangkan sifat-sifat yang terpuji dari hamba-Nya\nyang beriman. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003EHUBUNGAN \u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003ESURAT\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E AL FURQAAN DENGAN \u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003ESURAT\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E ASY\nSYU'ARAA'\u003C\/i\u003E \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E1. Beberapa persoalan dalam \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E Al Furqaan\ndiuraikan lagi secara luas di dalam \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E yang Asy\nSyu'araa' antara lain beberapa kisah nabi-nabi. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E2. Masing-masing dari kedua \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E itu dimulai\ndengan keterangan dari Allah bahwa Al Quran adalah petunjuk bagi alam semesta\ndan membedakan barang yang hak dengan yang batil, dan ditutup dengan ancaman\nkepada orang- orang yang mendustakan.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/4740151382767652678\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2011\/12\/al-quran-tentang-surat-al-furqaan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/4740151382767652678"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/4740151382767652678"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2011\/12\/al-quran-tentang-surat-al-furqaan.html","title":"Al-Qur'an: Tentang Surat  Al Furqaan"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-5072387197005910704"},"published":{"$t":"2011-12-18T04:50:00.001-08:00"},"updated":{"$t":"2012-01-14T22:21:05.983-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Islami"}],"title":{"type":"text","$t":"Al-Qur'an: Tentang Surat  An Nuur"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003EMuqaddimah \u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat An Nuur terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan\nsurat-surat Madaniyah. Dinamai \u003Ci\u003EAn Nuur\u003C\/i\u003E yang berarti \u003Ci\u003ECahaya\u003C\/i\u003E,\ndiambil dari kata An Nuur yang terdapat pada ayat ke 35. Dalam ayat ini, Allah\ns.w.t. menjelaskan tentang Nuur Ilahi, yakni Al Quran yang mengandung\npetunjuk-petunjuk. Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang\nbenderang menerangi alam semesta. \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang\nberhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPokok-pokok isinya: \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E1. Keimanan:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EKesaksian lidah dan anggota-anggota atas segala perbuatan\nmanusia pada hari kiamat; hanya Allah yang menguasai langit dan bumi; kewajiban\nrasul, hanyalah menyampaikan agama Allah; iman merupakan dasar daripada\nditerimanya amal ibadah. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E2. Hukum-hukum:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EHukum-hukum sekitar masalah Zina, li'an dan adab-adab pergaulan\ndi luar dan di dalam rumah tangga. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E3. Kisah-kisah:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ECerita tentang berita bohong terhadap Ummul Mu'minin 'Aisyah\nr.a. (Qishshatul Ifki). \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E4. Dan lain-lain:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESemua jenis hewan diciptakan Allah dari air; janji Allah kepada\nkaum muslimin yang beramal saleh.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EPenutup\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EDalam \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E An Nuur\nterdapat ayat-ayat hukum dan petunjuk-petunjuk Allah bagi manusia, baik yang\nberhubungan dengan hidup kemasyarakatan maupun dengan hidup berumah tangga.\nKesemuanya itu merupakan cahaya yang menyinari kehidupan manusia dalam menempuh\njalan yang menuju kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003EHUBUNGAN \u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003ESURAT\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E AN NUUR DENGAN \u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003ESURAT\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E AL FURQAAN\u003C\/i\u003E \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E1. Surat An Nuur ini, ditutup oleh Allah s.w.t. dengan\nketerangan bahwa Dialah yang memiliki langit dan bumi serta segala isinya dan\nyang mengaturnya berdasarkan hikmah dan kemaslahatan yang dikehendaki-Nya. Dan\nDia pulalah yang berbuat perhitungan terhadap segala amal perbuatan hamba-hamba-Nya\npada hari kiamat. Maka dalam \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E Al Furqaan Allah memulai dengan menunjukkan ketinggian-Nya baik pada\nzat, sifat-sifat, dan perbuatan-Nya, dan menunjukkan pula kecintaan-Nya kepada\nhamba- hamba-Nya dengan dengan menurunkan Al Quran sebagai pedoman hidup bagi\nmereka. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E2. Pada akhir \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E ini Allah mewajibkan kaum muslimin mengikuti Rasul-Nya, Muhammad\ns.a.w; serta mengancam dengan azab bagi mereka yang menentangnya; maka pada\npermulaan \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E Al Furqaan, Allah menyebutkan bahwa kepada Nabi Muhammad s.a.w.\ndiberikan Al Quran yang membimbing umat manusia. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E3. Pada masing-masing umat digambarkan keadaan awan, turunnya\nhujan dan penghijauan bumi sebagai bukti kekuasaan Allah. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E4. Dalam kedua \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E ini Allah menjelaskan bahwa amal usaha orang-orang kafir pada hari\nkiamat tidak diberi pahala barang sedikitpun, dan keduanya menerangkan pula\nasal mula kejadian manusia.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/5072387197005910704\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2011\/12\/al-quran-tentang-surat-nuur.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/5072387197005910704"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/5072387197005910704"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2011\/12\/al-quran-tentang-surat-nuur.html","title":"Al-Qur'an: Tentang Surat  An Nuur"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-9005802194788593325"},"published":{"$t":"2011-12-18T04:49:00.002-08:00"},"updated":{"$t":"2012-01-14T22:21:14.460-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Islami"}],"title":{"type":"text","$t":"Al-Qur'an: Tentang Surat  Al Mu'minuun"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003EMuqaddimah \u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat Al Mu'minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan\nsurat-surat Makkiyyah. Dinamai \u003Ci\u003EAl Mu'minuun\u003C\/i\u003E, karena permulaan ayat ini\nmanerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan\nkeberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia. Demikian\ntingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad\ns.a.w. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPokok-pokok isinya. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E1. Keimanan:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EKepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari\nkiamat; Allah tidak memerlukan anak atau sekutu. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E2. Hukum-hukum:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EManusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya; rasul-rasul\nsemuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik; pokok-pokok\nagama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda-beda. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E3. Kisah-kisah:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EKisah Nuh a.s.; kisah Hud a.s. kisah Musa a.s. dan Harun a.s.;\nkisah Isa a.s. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E4. Dan lain-lain:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ETujuh perkara yang harus dipenuhi, oleh seorang mukmin yang\ningin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat; proses kejadian\nmanusia; tanda-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan; nikmat Allah yang\ndianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EPenutup\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat Al Mu'minuun dimulai dengan\nsifat-sifat yang dipunyai oleh seorang mukmin yang berbahagia hidup di dunia\ndan di akhirat. Sekalipun Allah tidak membeda-bedakan pemberian rezki di dunia\nini kepada manusia apakah ia mukmin atau kafir, tetapi kebahagiaan yang\nsebenarnya hanya diberikan kepada orang-orang yang mukmin di akhirat kelak.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EKemudian dikemukakan apa yang telah dialami oleh para nabi dan\nkaum-kaum kepada siapa mereka diutus; orang-orang yang mengikuti nabi selalu\nmendapat pertolongan dari Allah, sedang orang-orang yang mengingkari nabi\ndihancurkan dan dimusnahkan Allah agar menjadi i'tibar bagi umat-umat yang datang\nkemudian. Setelah menggambarkan kedahsyatan hari kiamat, maka \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E ini ditutup\ndengan menggambarkan hasil yang diperoleh oleh orang-orang mukmin dan\norang-orang kafir di akhirat nanti. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003EHUBUNGAN \u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003ESURAT\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E AL MU'MINUUN DENGAN \u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003ESURAT\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E AN\nNUUR\u003C\/i\u003E \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E1. Pada bagian permulaan surat Al Mu'minuun disebutkan bahwa\nsalah satu tanda orang-orang mukmin itu ialah orang yang menjaga kemaluannya,\nsedang permulaan surat An Nuur menetapkan hukum bagi orang-orang yang tidak\ndapat menjaga kemaluannya yaitu pezina wanita, pezina laki-laki dan apa yang\nberhubungan dengannya, seperti menuduh orang berbuat zina, qishshatul ifki,\nkeharusan menutup mata terhadap hal-hal yang ada hubungannya dengan perbuatan\nzina, menyuruh agar orang-orang yang tidak sanggup melakukan pernikahan menahan\ndiri dan sebagainya. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E2. Pada \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E Al Mu'minuun Allah menegaskan bahwa Dia menciptakan alam ini ada\nhikmatnya, yaitu agar semua makhluk yang diciptakan-Nya itu melaksanakan\nperintah-perintah dan menghentikan larangan-larangan-Nya, sedang \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E An Nuur\nmenyebutkan sejumlah perintah-perintah dan larangan-larangan itu.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/9005802194788593325\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2011\/12\/al-quran-tentang-surat-al-muminuun.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/9005802194788593325"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/9005802194788593325"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2011\/12\/al-quran-tentang-surat-al-muminuun.html","title":"Al-Qur'an: Tentang Surat  Al Mu'minuun"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2696584905920525094.post-6310663165234231797"},"published":{"$t":"2011-12-18T04:49:00.000-08:00"},"updated":{"$t":"2012-01-14T22:21:22.806-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Islami"}],"title":{"type":"text","$t":"Al-Qur'an: Tentang Surat  Al Hajj"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003EMuqaddimah \u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat Al Hajj, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah,\nterdiri atas 78 ayat, sedang menurut pendapat sebahagian ahli tafsir termasuk\ngolongan surat-surat Makkiyah. Sebab perbedaan ini ialah karena sebahagian\nayat-ayat \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E ini ada yang diturunkan di Mekah dan sebahagian lagi diturunkan di\nMadinah. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EDinamai \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E ini \u003Ci\u003EAl Hajj\u003C\/i\u003E, karena \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E ini\nmengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadat haji, seperti ihram,\nthawaf, sa'i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi'ar-syi'ar Allah,\nfaedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari'atkannya haji. Ditegaskan pula bahwa\nibadat haji itu telah disyari'atkan di masa Nabi Ibrahim a.s., dan Ka'bah\ndidirikan oleh Nabi Ibrahim a.s. bersama puteranya Ismail a.s. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EMenurut Al Ghaznawi, surat Al Hajj termasuk di antara surat-\nsurat yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan\ndalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada\npula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan\ndan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam\ndan ada pula yang mutasyabihaat. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EPokok-pokok isinya: \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E1. Keimanan:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EKeimanan tentang adanya kebangkitan dan huru-hara hari kiamat;\ndari susunan alam semesta dapat diambil bukti- bukti tentang adanya Allah Maha\nPencipta. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E2. Hukum-hukum:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EKewajiban berhaji bagi kaum muslimin dan haji telah\ndisyari'atkan pada masa Ibrahim a.s.; hukum berkata dusta; larangan menyembah\nberhala; binatang-binatang yang halal dimakan; hukum menghalang-halangi manusia\ndari jalan Allah dan Masjidil-haram; keizinan berperang untuk mempertahankan\ndiri dan agama; hukum-hukum yang berhubungan dengan haji. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E3. Dan lain-lain:\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003EMembantah kebenaran tanpa pengetahuan adalah perbuatan yang\ntercela; tanda-tanda takwa yang sampai ke hati; tiap-tiap agama yang dibawa\nrasul-rasul sejak dahulu mempunyai syari'at tertentu dan cara melakukannya;\npahala orang yang mati dalam berhijrah di jalan Allah; sikap orang-orang kafir\nbila mendengar ayat-ayat Al Quran; anjuran berjihad dengan sesungguhnya; celaan\nIslam terhadap orang-orang yang tidak tetap pendiriannya dan selalu mencari\nkeuntungan untuk diri sendiri.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv align=\"center\" class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cb\u003EPenutup\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003ESurat Al Hajj mengingatkan manusia kepada\nadanya hari berbangkit dengan mengemukakan bukti-bukti tentang kejadian dan\nproses perkembangan manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Oleh sebab itu sudah\nsewajarnya manusia bersyukur dan menyembah Allah Tuhan semesta alam. Juga\nmengemukakan tentang disyariatkannya haji, mengenai waktu-waktu yang boleh\nmelakukan peperangan dan yang tidak boleh melakukannya berhubungan adanya\nbulan-bulan suci yang ditentukan Allah. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003EHUBUNGAN \u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003ESURAT\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E \u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003EAL\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E HAJJ DENGAN \u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003ESURAT\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E\u003Ci\u003E AL MU'MINUUN\u003C\/i\u003E \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E1. Surat Al Hajj menyuruh orang-orang mukmin mendirikan\nsembahyang, menunaikan zakat, mengerjakan aneka rupa kebaikan agar mendapat\nkeberuntungan, sedang permulaan \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003Esurat\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"gen\"\u003E Al Mu'minuun menegaskan bahwa orang-orang mukmin bila mereka\nbetul-betul mengerjakan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang\ndilarang-Nya seperti zina, pasti mendapat keberuntungan. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E2. Sama-sama mengemukakan tentang penciptaan manusia,\nperkembangan kejadian dan kehidupan, dan menjadikan hal yang demikian sebagai\nbukti adanya hari berbangkit. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E3. Sama-sama menyinggung umat-umat yang dahulu yang tidak\nmengindahkan seruan nabi-nabi mereka, untuk menjadi i'tibar bagi orang-orang\nyang datang di belakang mereka. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan class=\"gen\"\u003E4. Sama-sama mengemukakan bukti-bukti adanya Allah dan keesaan-\nNya.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/feeds\/6310663165234231797\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2011\/12\/al-quran-tentang-surat-al-hajj.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/6310663165234231797"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2696584905920525094\/posts\/default\/6310663165234231797"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/syariah.rhodoy.com\/2011\/12\/al-quran-tentang-surat-al-hajj.html","title":"Al-Qur'an: Tentang Surat  Al Hajj"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"thr$total":{"$t":"0"}}]}});