Petunjuk Memilih Istri

 Petunjuk Memilih Istri

1. Pandai Menyimpan Rahasia
Rasulullah SAW bersabda dalam Hadits berikut :
"Sungguh wanita yang terbaik di antara wanita kamu ialah yang subur, besar
cintanya, teguh memegang rahasia,..." (H.R. Thusy)
Penjelasan:
Hadits tersebut menerangkan ciri-ciri perempuan yang baik untuk dijadikan istri,
salah satunya ialah pandai menyimpan rahasia.
Rahasia adalah sesuatu yang tidak patut diketahui oleh orang lain. Apabila sesuatu
yang diketahui oleh orang lain dapat menimbulkan kemarahan yang bersangkutan
atau mengancam kepentingannya atau membuat malu, hal tersebut itu disebut
rahasia.
Rahasia ada bermacam-macam, antara lain rahasia rumah tangga, rahasia kantor,
rahasia bisnis, rahasia partai, rahasia negara, dan lain-lainnya. Semua rahasia
tidak patut dibocorkan kepada orang lain karena hal semacam itu akan merugikan
orang yang bersangkutan.
Kerugian yang diderita oleh orang lain tentu bergantung pada permasalahannya.
Jika permasalahannya sangat peka karena menyangkut keamanan negara dan
masyarakat, bahayanya pun akan sangat besar. Jika rahasia itu menyangkut
pribadi seseorang, hal itu akan sangat merusak kredibilitasnya.
Seorang laki-laki dalam memilih istri harus memperhatikan sifat-sifat yang
bersangkutan apakah ia termasuk orang yang pandai menyimpan rahasia atau
tidak. Hal ini perlu dilakukan, karena orang-orang yang tidak bisa menjaga
lidahnya, tidak akan memperhatikan kerahasiaan suatu masalah yang dibicarakan.
Apa saja yang diketahuinya dilontarkan kepada orang lain. Hal ini semacam ini
tentu saja akan sangat merugikan kepentingan suami.
Seorang perempuan yang pandai menyimpan rahasia suami atau keluarganya akan
dapat menjaga kehormatan suami dan keluarganya dengan baik, apalagi bila
rahasia tersebut menyangkut kepentingan umum. Sebaliknya, istri yang tidak
pandai menjaga rahasia suami dan keluarganya, tentu akan membuat aib bagi
suami dan keluarganya, bahka dapat membahayakan keselamatan jiwa mereka.
Seorang istri yang tidak pandai menjaga kehormatan dan kewibawaan
keluarganya di hadapan orang lain atau di tengah masyarakat adalah orang yang
kepribadiannya tidak sehat.
Istri yang tidak pandai menyimpan rahasia suami bisa merugikan nama baik
suaminya. Misalnya, istri seorang pejabat yang mengurus kepentingan
pemeriksaan pajak yang tidak pandai menjaga rahasia tugas suaminya akan
merugikan kredibiltas suami. Ketika suami melakukan pemeriksaan pajak atau
seorang pengusaha dan ditemukan adanya pelanggaran pengusaha tersebut dalam
perpajakan, sehingga yang bersangkutan akan dapat dikenakan sangsi pidana, istri
membocorkan rahasia tersebut kepada pengusaha yang diperiksa suaminya.
Istri yang tidak pandai menyimpan rahasia suami sangat membahayakan
keselamatan suami dan keluarganya karena bisa saja rahasia penting suami dan
keluarganya diketahui oleh orang lain, padahal tersiarnya rahasia tersebut dapat
membahayakan keselamatan jiwa suami dan keluarganya. Misalnya, suaminya
seorang petugas reserse yang tengah mengejar seseorang yang dianggap pengacau
keamanan negara. Istri kemudian membocorkan hal ini kepada orang lain
sehingga sampailah beritanya kepada yang bersangkutan. Sikap istri ini boleh jadi
menyebabkan buron yang sedang dicari suaminya melarikan diri atau berusaha
membunuh pengejarannya. Jika terjadi hall semacam ini, tentulah keamanan dan
keselamatan suaminya dalam bahaya.
Pada masa Muhammad Hatta menjadi wakil presiden RI tahun 1951, beliau
dengan Safrudin Prawiranegara sebagai menteri keuangannya mengambil
kebijaksanaan memotong nilai uang sampai 50%. Uang yang nilainya Rp. 5,- ke
atas dipotong 50%. Kebijakan ini diputuskan oleh kabinet yang sidangnya
dipimpin oleh wakil presiden Muhammad Hatta.
Beberapa hari kemudian setelah sidang ini, pemerintah mengumumkan kebijakan
tersebut. Pada saat keluar pengumuman tersebut, istri Bung Hatta berkata kepada
beliau, mengapa dia tidak diberi tahu bahwa pemerintah merencanakan
pemotongan uang sehingga nilainya tinggal 50%. Atas pernyataan istrinya, Bung
Hatta tidak menanggapi. Menurut Bung Hatta, hal ini menyangkut rahasia negara
dan menjadi kepentingan umum harus disimpan begitu rupa, sekalipun terhadap
istrinya.
Sikap Bung Hatta semacam ini patut menjadi pelajaran bagi kita betapa pentinya
kehati-hatian seseorang dalam menjaga rahasia walaupun terhadap istrinya sendiri
jika masalahnya menyangkut kepentingan negara atau masyarakat. Sudah tentu
Bung Hatta tidak bermaksud tidak mempercayai istrinya. Beliau menilai bahwa
persoalan yang dirahasiakannya jauh lebih penting dibandingkan dengan
hubungan seorang suami dengan istrinya.
Untuk mengetahui apakah calon istri pandai menyimpan rahasia atau tidak,
perlulah diadakan penelitian terhadap yang bersangkutan. Cara-cara yang dapat
ditempuh antara lain:
1. Menanyakan hal tersebut kepada teman-teman perempuan dekatnya. Bila
menurut teman-temannya ia ternyata tidak mampu menjaga rahasia dan
sifatnya tidak bisa diperbaiki, sebaiknya ia tidak dipilih menjadi istri.
Misalnya, dengan menanyakan apakah dia bisa memegang rahasia bila
temannya bercerita kepadanya dengan pesan agar tidak disampaikan
kepada siapa pun, atau apakah dia sering menceritakan aib seseorang
kepada teman-temannya.
2. Mengujinya dengan menceritakan sesuatu yang dianggap rahasia,
kemudian diselidiki apakah dia menyebarkan kepada orang lain atau
menyimpannya untuk dirinya sendiri.
Setelah melakukan upaya untuk mengetahui kemampuan calon istri menyimpan
rahasia dan terbukti calon istri seorang yang bisa menjaga rahasia, ia bisa
dipercayai sebagai istri yang baik. Perlu kita ketahui bahwa orang yang kita
percayai sebagai istri bukan hanya dipercaya sebagai teman untuk memenuhi
kebutuhan biologis, melainkan juga dipercaya sebagai sahabat dalam segala
urusan pribadi yang menyangkut semua aspek kehidupan suami. Bila istri dapat
memenuhi persyaratan semacam ini, suami akan terbantu dalam mengemban
tugas-tugas penting dalam kerjanya, apalagi tugas-tugas yang penuh rahasia.
Insya Allah, ia akan mampu menjaga martabat dan kehormatan suaminya di
hadapan orang lain dan di tengah masyarakat.
Jadi, karena menyimpan rahasia merupakan hal yang tidak mudah dilakukan oleh
kebanyakan orang, laki-laki harus memperhatikan hal itu. Ia seharusnya memilih
calon istri yang pandai menyimpan rahasia. Insya Allah, segala kekurangan dan
aib rumah tangga tidak akan pernah diketahui orang lain, sekalipun mertua atau
kerabat dekatnya.
2. Subur
Disebutkan dalam Hadits berikut:
"Kawinlah dengan perempuan pecinta lagi bisa punya anak banyak (subur) agar
aku dapat membanggakan jumlahmu yang banyak di hadapan para nabi pada
hari kiamat nanti." (H.R. Abu Dawud dan Nasa'i)
Dari Ma'qil bin Yasar, ujarnya : Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah
SAW, lalu ujarnya : "Wahai Rasulullah, saya telah mendapatkan seorang
perempuan dari keturunan terhormat, kedudukan sosialnya tinggi, dan
berharta, namun mandul. Bolehkah saya mengawininya?" Beliau melarangnya.
Orang itu datang lagi kedua kalinya dan berkata kepada beliau seperti semula. Ia
datang untuk ketiga kalinya, kemudian Rasulullah SAW bersabda
kepadanya : "Kawinilah oleh kalian wanita yang rasa cintanya besar dan subur,
karena kelak aku akan membanggakan kalian di hadapan umat-umat lain." (H.R.
Abu Dawud, Nasa'i dan Hakim)
Penjelasan:
Kesuburan seorang perempuan ditentukan dari kemampuannya melahirkan anak.
Seorang perempuan yang tidak dapat melahirkan anak banyak dikatakan kurang
subur. Ukuran banyak menurut bahasa Arab adalah jumlah lebih dari dua.
Rasulullah SAW mengatakan bahwa perempuan yang subur telah memberikan
darma bakti yang sangat besar kepada agama. Darma bakti yang diberikan bukan
hanya untuk kepentingan duniawi, melainkan juga untuk kepentingan ukhrawi.
Rasulullah menyatakan bahwa beliau di akhirat kelak akan mengumumkan
perasaan bangganya di hadapan para nabi lain karena beliau mempunyai umat
yang terbanyak di antara mereka.
Untuk dapat memperoleh umat yang terbanyak inilah Rasulullah SAW sangat
menganjurkan supaya kaum muslimin mempunyai anak banyak. Agar maksud ini
tercapai, kaum laki-laki muslimin hendaklah mengutamakan perempuanperempuan
yang subur memiliki kelebihan dunia dan akhirat dibandingkan
dengan perempuan yang tidak subur.
Hadits tersebut dengan tegas memberikan petunjuk kepada para istri agar
memiliki tekad kuat untuk melahirkan anak banyak. Hal ini perlu diperhatikan
karena mereka akan memperoleh penghargaan yang tinggi di akhirat kelak.
Mereka patut merasa bangga karena telah membantu Rasulullah SAW
memperoleh kemuliaan yang tingggi di hadapan para nabi lainnya.
Istri yang diminta melahirkan anak yang banyak oleh suaminya tidak seharusnya
merasa terbebani selama hal tersebut tidak mengancam kesehatan dan
keselamatan jiwanya. Mereka harus menyadari bahwa usahanya telah
menyumbangkan amal shalih yang sangat berharga bagi kepentingan Islam.
Dengan banyaknya jumlah umat Islam, insya Allah akan mudah bagi kaum
muslimin menyiapkan sumber-sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam
menangani berbagai masalah di dunia ini.
Memiliki istri yang subur dan mau melahirkan anak banyak akan memperoleh
keuntungan duniadan akhirat. Keuntungan di dunia ialah martabat dan
kemuliaannya dan istrinya terangkat oleh anak-anaknya bila mereka menjadi anak
shalih. Akan tetapi, ia dan istrinya tidak akan mendapat kehinaan dan rasa malu
bila mereka menjadi orang tidak baik.
Keuntungan di akhirat yang didapatkan olehnya dan juga istrinya adalah pahala
amal shalih anaknya bila mereka telah meninggal, bahkan kelak mereka dapat
menyelamatkan suami dan istri tersebut dari siksa neraka, sedangakn dosa anak
tidak menambah dosa suami istri yang telah meninggal.
Adapun kerugian memiliki istri tidak subur ialah adanya kemungkinan besar
untuk tidak mendapatkan anak. Suami istri yang tidak mempunyai anak tidak
akan memperoleh keuntungan seperti yang didapat oleh mereka yang mempunyai
anak.
Untuk mengetahui kesuburan calon istri dapat ditempuh cara-cara antara lain:
1. Memperhatikan keturunnya apakah nenek dan ibunya termasuk
perempuan yang subur atau tidak.
2. Melakukan tes kesehatan yang dewasa ini dengan mudah dapat
menentukan subur atau tidaknya seorang perempuan.
Dengan cara-cara sah semacam inilah, seorang laki-laki dapat mengetahui
kesuburan calon istrinya.
Kita harus mempunyai anak banyakuntuk memenuhi seruan Rasulullah SAW
seperti yang telah disebutkan dalam Hadits. Hal ini menunjukkan bahwa anak
yang kita miliki memberi nilai duniawi dan ukhrawi yang tinggi. Di dunia anakanak
yang shalih menjadi kebanggaan orang tua; di akhirat mereka dapat
menyelamatkan orang tuanya dari ancaman siksa neraka. Selain itu, orang tua
yang mempunyai anak yang banyak akan memperoleh penghargaan dan pahala
yang besar karena telah memnuhi harapan Rasulullah.
Ringkasnya, setiap laki-laki muslim harus memperhatikan subur tidaknya
perempuan yang hendak dijadikan istri. Tujuannya adalah supaya perkawinannya
kelak benar-benar membawa keberuntungan bersama di dunia dan di akhirat.
Dengan memiliki istri yang subur ia bisa melakukan amal shalih yang membawa
kebahagian dunia akhirat.
3. Tabah Menderita
Rasulullah SAW bersabda dalam Hadits berikut :
"Sungguh wanita yang terbaik di antara wanita kamu ialah yang subur, besar
cintanya, teguh memegang rahasia, tabah menderita mengurus keluarganya,.."
(H.R. Thusy)
Penjelasan:
Hadits di atas menerangkan bahwa salah satu sifat baik seorang perempuan ialah
tabah menderita menghadapi kesulitan-kesulitan hidup. Segala bentuk derita yang
dihadapinya tidak membuatnya putus asa sehingga lari ke jalan
yang haram. Misalnya, karena kemelaratannya, ia menjadi pelacur atau mencuri.
Sifat tabah menderita ialah kemampuan batin untuk tidak mengeluh dan putus asa
menghadapi kesulitan-kesulitan hidup.
Setiap orang sangat mungkin menghadapi berbagai kesulitan dalam kehidupan di
dunia ini. Adakalanya seseorang tabah menghadapi penderitaan, namun
adakalanya cepat berputus asa dan menjadi murung menghadapi kesulitan kecil
sekalipun. Mental semcam ini tentu sangat merugikan yang bersangkutan karena
orang yang mudah berputus asa atau murung mudah kehilangan semangat hidup
dan lebih senang menghindari kesulitan walaupun dengan cara yang merugikan
dirinya sendiri. Karena tidak sanggup menghadapi kesulitan ekonomi atau tidak
bisa menyelesaikan ekonomi atau tidak bisa menyelesaikan pelajaran yang berat
di sekolah misalnya, seseorang memakan obat penenang. Hal semacam ini tentu
merugikan diri sendiri.
Salah satu sifat perempuan yang kurang baik untuk dijadikan istri ialah tidak
tabah menderita. Untuk itulah, Rasulullah SAW memberikan petunjuk kepada
laki-laki mu'min agar tidak mudah tertarik kepada sembarang perempuan, yang
akhirnya hanya akan menimbulkan penyesalan.
Dalam kehidupan berumah tangga boleh dikatakan hampir selalu muncul
kesulitan dan penderitaan. Keluarga yang kekurangan contohnya, tentu
mengalami kesulitan ekonomi saat diterpa krisis moneter. Contoh lain, anak-anak
berprilaku tidak baik tentu akan menimbulkan kejengkelan dan aib pada orang
tua.
Seorang suami yang istrinya tidak tabah menderita akan selalu dirongrong
keluhan-keluhan walaupun hanya hal yang sepele. Suami tentu akan sangat
terganggu dengan sikap istrinya. Sikap istri yang tidak dewasa menghadapi suatu
masalah akan mengganggu ketenangan suami dan merusak konsentrasinya dalam
menghadapi masalah yang lebih besar di luar rumahnya atau persoalan
pekerjaannya. Hal ini dapat membuat prestasi kerja suami menurun atau suami
jenuh tinggal di rumah. Hal-hal negatif semacam ini tentu dapat merusak
keharmonisan rumah tangga. Bila keluarga semacam ini kelak mempunyai anak,
sikap istri yang tidak dewasa mungkin akan berpengaruh tidak baik pada anakanak.
Hal-hal semacam ini tentu akan merusak suasana kebahagiaan keluarga dan
pertumbuhan mental anak secara sehat.
Oleh karena itu, agar tercapai keharmonisan dan kebahagiaan dalam membina
keluarga setiap laki-laki yang akan memilih calon istri hendaknya menyelidiki
sifat ini pada diri yang bersangkutan. Cara yang bisa dilakukan antara lain:
1. Melihat pola kehidupan yang bersangkutan dalam menghadapi kesulitan
sehari-hari. Misalnya, kita amati bagaimana sikapnya bila mengalami
kekurangan makan apakah mereka mengatasinya dengan berpuasa atau
mengambil hak orang lain.
2. Menanyakan kepada keluarga dekat atau teman dekat atau tetangga
dekatanya apakah yang bersangkutan orang yang gampang putus asa atau
tahan uji. Misalnya, kita amati sikapnya ketika pembantu rumah tangga
mengambil cuti apakah dia mau mengerjakan rumah sendiri atau tidak.
Dengan cara-cara tersebut sifat perempuan yang ingin dijadikan istri dapat
diketahui. Bila dia ternyata mudah putus asa dan tidak ada harapan untuk
diperbaiki, sebaiknya perempuan semacam ini tidak dijadikan istri. Akan
tetapi,bila sifatnya negatif itu ada harapan untuk diperbaiki, kita boleh
menikahinya, lalu berusaha semaksimal mungkin menghilangkan sifat tersebut
sehingga kelak bisa menjadi perempuan yang tahan menghadapi kesulitan.
Ini perlu dilakukan, sebab adakalanya perempuan yang semula terlihat mudah
sekali murung dan berputus asa menghadapi kesulitan, berubah sifat ketika sudah
bersuami. Sifat negatifnya berubah karena suaminya sabar membimbing
mentalnya sehingga ia menjadi istri yang tabah menderita. Oleh karena itu,
perempuan yang sebelum menjadi istri terlihat pemurung dan mudah berputus
asa, brlum tentu akan tetap bersifat seperti itu kalau sudah menjadi istri. Jadi,
peran suami untuk mengubah sifat negatif istri sanagat besar. Usahanya
mengubah sifat negatif akan menciprumah tangga bahagia dan penuh
ketentraman.
Ringkasnya, seorang laki-laki yang ingin memilih calon istri hendaklah
mengutamakan perempuan yang tabah menderita. Perempuan semacam ini
memiliki modal yang baik untuk menjadi istri. Ia dapat diharapkan mengantarkan
suaminya ke alam kehidupan rumah tangga yang penuh kebahagian dan
ketentraman.
4. Bukan Pencemburu Buta
Disebutkan dalam Hadits berikut:
Dari Abu Hurairah, telah sampai kepadanya bahwa Nabi SAW bersabda:
"Seorang wanita tidak boleh meminta suaminya menceraikan istrinya (yang lain)
supaya berkecukupan tempat makannya (nafkahnya)." (H.R.Tirmidzi)
Penjelasan:
Sifat cemburu berarti sifat curiga kepada orang lain karena iri hati. Cemburu juga
berarti tidak senang melihat orang lain memperoleh kebaikan atau keberuntungan.
Seorang perempuan dikatakan pencemburu buta apabila ia selalu mudah
mencurigai perempuan lain akan merusak hubungannya dengan suami atau calon
suaminya.
Hadits tersebut menerangkan adanya larangan bagi perempuan mempunyai sifat
mementingkan kesenangannya sendiri dan berusaha dan berusaha menghilangkan
kesenangan orang lain yang menjadi madunya. Sifat ini termasuk dalam
pengertian sifat cemburu buta dan sudah tentu sangat tercela, baik dalam
pandangan Islam maupun masyarakat.
Seorang perempuan yang bersifat cemburu buta dapat menyulitkan langkah
suaminya. Perempuan semacam ini selalu mencurigai setiap perempuan yang
dekat dengan suaminya atau yang berurusan dengan suaminya sebagai orang yang
akan merusak kebahagiaan dan merebut suami dari dirinya. Sikapnya akan
membuat suami mengalami berbagai kesulitan ketika menghadapi perempuan lain
yang berurusan dengan dirinya karena khawatir akan timbul konflik dengan
istrinya. Akibatnya, langkah dan gerak suami selalu terhalangi sehingga
kebebasannya untuk mengembangakan kemampuan usaha dan aktivitasnya
terganggu.
Karena sifat cemburu buta bisa membahayakan keselamatan dan aktivitas suami,
seorang laki-laki yang hendak memilih seorang perempuan sebagai istri harus
lebih dahulu mengamati dengan seksama sifat perempuan tersebut.
Cara yang dapat ditempuh antara lain:
1. Menanyakan perihal sifatnya kepada keluarga dekatnya. Misalnya, kita
amati ketika ibunya mengajak adik atau kakaknya berbelanja apakah dia
cemburu buta atau tidak.
2. Menanyakan perihal sifatnya kepada tetangga dekatnya. Misalnya, kita
amati bagaimana sikapnya ketika ibunya mengajak anak tetangga
berbelanja apakah dia cemburu buta atau tidak.
3. Meminta anggota keluarga kita yang perempuan untuk menyelidiki
dengan seksama sifatnya.
Bila ternyata perempuan yang kita maksudkan untuk dijadikan istri mempunyai
sifat cemburu buta, sebaiknya kita mengurungkan niat kita. Akan tetapi, bilamana
tingkat kecemburuannya masih dapat dierbaiki sehingga tidak sampai
menekan orang lain, kita boleh melanjutkan keinginan kita untuk memperistrinya
dan secara bertahap memperbaikinya hingga ia menjadi perempuan yang toleran.
Para laki-laki yang ingin megambil seorang perempuan menjadi istri hendaklah
mengutamakan perempuan yag tidak memiliki sifat cemburu buta. Tujuannya
agar kelak tidak megalami percekcokan dan perseteruan dalam kehidupan
berumah tangga dan dapat terwujud rumah tangga yang sainah dan penuh kasih
sayang.
5. Perangai dan Kata-katanya Menyenangkan
Disebutkan dalam Hadits berikut:
"Tiga hal keberuntungan yaitu: istri yang shalih; kalau engkau lihat,
menyenangkanmu; dan kalau engkau pergi, engkau merasa percaya bahwa ia
dapat menjaga dirinya dan hartamu; kuda penurut lagi cepatlarinya, yang dapat
membawamu menyusul teman-temanmu; dan rumah besar yang banyak didatangi
tamu. Tiga hal kesialan yaitu: istri yang kalau engkau lihat, menjengkelkanmu,
ucapannya menyakiti kamu, dan kalau engkau pergi, engkau merasa tidak
percaya bahwa ia dapat menjaga dirinya dan hartamu; kuda yang lemah; jika
engkau pukul, bahkan menyusahkanmu; dan kalau engkau biarkan, malah tidak
dapat membawamu menyusul teman-temanmu; serta rumah yang sempit lagi
jarang didatangi tamu." (H.R. Ahmad. Hadits yang semakna dengan ini riwayat
oleh Thabarani, Bazzar dan Hakim)
Penjelasan:
Maksud Hadits di atas ialah tiga macam hal yang menjadi penunjang kebahagiaan
hidup di dunia yaitu istri yang shalihah, kendaraan yang bagus, dan rumah besar
yang banyak dikunjungi tamu.
Perangai menyenangkan merupakan sifat yang membuat orang lain simpati dan
gampang bersahabat. Orang yang berperangai menyenangkan terlihat dari
ekspresi wajah dan gerak-geriknya. Wajahnya selalu riang gembira menghadapi
orang lain dan sikapnya ramah dalam menerima orang lain. Orang yang memiliki
sifat dan sikap semacam ini akan membuat senang setiap orang yang berhadapan
dengan dirinya.
Seorang laki-laki yang ingin beristri tentulah mengharapkan perempuan yang
diidolakannya itubenar-benar dapat menjadikan dirinya selalu berada dalam
suasana ceria dan bahagia. Untuk mencapai hal ini, sebelum seorang
laki-laki menjatuhkan pilihan kepada seorang perempuan untuk dijadikan sebagai
istrinya, ia perlu meneliti apakah yang bersangkutan suka bertutur kata dan
berperangai menyenangkan atau tidak. Hal ini perlu dilakukan sebab
dalam kehidupan rumah tangga orang selalu mendambakan suasana senang
bagaikan di dalam syurga walaupun tengah menghadapi krisis ekonomi atau
ketiadaan harta. Suasana yang penuh ceria di dalam rumah tangga akan
memberikan dorongan kuat kepada anggota keluarga menghadapi berbagai
kesulitan dan krisis. Suasana semacam ini membuat anggota keluarganya bisa
mengatasi berbagai tantangan hidup.
Seorang istri yang selalu bertutur kata dan berperangai menyenangkan akan dapat
menjadi obat mujarab bagi suami dan seluruh anggota keluarganya dalam
membina ketabahan, keberanian dan keuletan menjalani kehidupan ini. Seorang
istri yang menerima kedatangan suami dengan wajah ceria, tutur kata yang
menyegarkan dan pelayanan yang menggembirakan misalnya, akan
membangkitkan kembali semangat suaminya untuk menghadapi tantangan
bisnisnya. Sebaliknya, bilamana istri menyambut kedatangan suami dengan sikap
murung, tutur kata yang menyakitkan hati dan pelayanan yang buruk, mental
suami akan semakin jatuh dan semangatnya untuk menghadapi kesulitan akan
semakin hilang. Hal semacam ini sudah tentu akan merugikan seluruh anggota,
karena orang yang menjadi tumpuan hidup keluarga sedang mengahadapi
kesulitan berat.
Untuk mengetahui apakah calon istri kita berperangai dan bertutur kata
menyenangkan, kita dapat melakukan penelitian dan penyelidikan dengan cara
antara lain:
1. Mengutus anggota keluarga kita agar menemuinya dengan sikap kurang
bersahabat. Jika ia tetap menghadapinya dengan wajah ceria dan sikap
ramah tamah, perempuan tersebut termasuk orang yang berperangai baik.
Akan tetapi, bilamana dia menghadapinya dengan sikap dan wajah tidak
menyenangkan, berarti ia bukan perempuan yang berperangai baik.
2. Menanyakan kepada tetangga dekatnya atau perempuan yang menjadi
teman dekatnya apakah dia orang yang berperangai dan bertutur kata baik
ataukah sebaliknya. Kita amati sikapnya dalam berbicara dengan tetangga
atau teman-temannya apakah perangai dan tutur katanya baik atau tidak.
Pengujian dan penelitian seperti di atas agar kelak kita bisa mendapatkan istri
yang kita dambakan dapat membina rumah tangga yangmenjadi keinginan
bersama. Kita sebaiknya mengetahui apakah perempuan yang hendak dijadikan
istri yang berperangai baik dan berperilaku luhur serta bertutur kata
menyenangkan ataukah sebaliknya. Dengan mendapatkan perempuan yang
berperilaku baik dan luhur ini berarti kita telah mendapatkan modal sangat
berharga dalam memasuki dunia rumah tangga. Insya Allah, istri semacam ini
akan membawa kebahagiaan dunia dan akhirat.
Ringkasnya, para lelaki yang hendak menginjakkan kakinya ke dunia rumah
tangga hendaknya mengutamakan perempuan yang memiliki sifat terpuji di atas
sebagai istrinya. Tujuannya agar kelak ia dapat menciptakan rumah tangga yang
penih bahagia seperti yang menjadi idaman setiap orang.
6. Mudah Dilamar
Dalam Hadits berikut disebutkan bahwa:
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya wanita yang membawa berkah yaitu
bila ia mudah dilamar, murah maskawinnya, subur peranakannya." (H.R.Ibnu
Hibban, Hakim, dan lain-lain, dari 'Aisyah)
Penjelasan:
Hadits tersebut menerangkan ciri-ciri wanita yang membawa berkah, yaitu mudah
dilamar, murah maskawinnya dan subur peranakannya.
Mudah dilamar maksudnya menerima lamaran seorang laki-laki muslim yang taat
ibadah dan baik akhlaqnya tanpa mempersoalkan kekayaan, status sosial,
ketampanan dan pekerjaannya. Perempuan yang mudah dilamar juga tidak akan
menunda waktu perkawinan. Yang terpenting baginya, laki-laki yang datang
kepadanya benar-benar terbukti taat beragama. Perempuan yang ridla dilamar
laki-laki seperti itu akan mendapatkan limpahan karunia dan rahmat dalam
kehidupan rumah tangganya seperti yang dijanjikan Rasulullah SAW dalam
Hadits di atas.
Seorang laki-laki tidak akan terbebani berbagai persyaratan yang kemungkinan
besar akan menghambat pernikahannya jika melamar perempuan yang mudah
menerima lamarannya. Ia bisa segera melangsungkan akad nikah sehingga dapat
menjauhkan dirinya dari godaan untuk melakukan perbuatan maksiat.
Orang yang terhalang menyalurkan keinginan seksualnya secara sah bisa
terjerumus ke dalam penyelewengan seksual, seperti berzina atau paling ringan
melakukan onani. Hal semacam ini dapat dicegah bila yang bersangkutan
menikah secepatnya. Oleh karena itu, memilih wanita yang mudah dilamar
merupakan berkah bagi laki-laki yang melamarnya, juga bagi wanita yag
dilamarnya. Berkahnya, kedua belah pihak akan memperoleh penyaluran
dorongan seksualitas secara sehat dan halal sehingga tidak melakukan perbuatan
yang melanggar agama.
Wanita yang mengajukan berbagai persyaratan bila dilamar tidak akan membawa
berkah dalam perkawinannya. Wanita semacam itu akan banyak menuntut
suaminya agar memenuhi kesenangannya sehingga memberatkan beban rumah
tangga.
Ringkasnya, para pemuda khususnya dan kaun laki-laki umumnya hendaklah
mencari wanita yang mudah dilamar untuk dijadikan istrinya.
7. Besar Cintanya
Rasulullah SAW bersabda dalam Hadits berikut:
"Sesungguhnya wanita yang terbaik di antara wanita kamu ialah yang subur,
besar cintanya,..." (H.R. Thusy)
Penjelasan:
Hadits di atas menerangakan bahwa perempuan yang subur dan besar cintanya
kepada laki-laki yang menjadi suaminya adalah wanita yang baik.
Yang dimaksud dengan wanita yang besar cintanya adalah wanita yang sepenuh
hati mencurahkan segenap kasih sayang, kerinduan dan kecintaannya kepada
suami, Ia tidak mau membandingkan suaminya dengan laki-laki lain, baik dalam
urusan ketampanan, kekayaan, kedudukan, pekerjaan, pengetahuan dan
ketrampilannya. Ia benar-benar hanya mencintai suaminya dan menerima
kelemahan dan kelebihan suaminya.
Merupakan suatu rahmat besar bagi seorang laki-laki bila dia mendapatkan wanita
yang sangat mencintainya tanpa terpengaruh oleh keadaan orang lain. Ia tidak
akan pernah mengecewakan atau membuat suaminya marah karena ia selalu
membanggakan suami dan mencurahkan seluruh kasih sayangnya kepada suami
walaupun dalam keadaan kekurangan. Istri semacam ini akan bisa menciptakan
suasana rumah tangga gembira dan penuh rasa bahagia.
Untuk mengetahui apakah calon istri besar cintanya atau tidak, dapat dibuktikan
ketika dipinang apakah dia segera menerimanya ataukah menunda menerima
dengan alasan yang tidak jelas. Bila ternyata ia segera menerima dengan penuh
kejujuran dan keikhlasan, bukan karena hendak menutup malu atau lain-lainnya,
hal itu dapat dijadikan salah satu tanda besar cintanya kepada calon suaminya.
Jadi, karena wanita yang dapat mencintai suaminya dengan cinta yang besar
adalah ciri istri yang baik, hendaklah laki-laki memperhatikan petunjuk
Rasulullah SAW dengan baik. Ia hendaknya berusaha memilih calon istri yang
benar-benar mencintainya tanpa membandingkan keadaan dirinya dengan orang
lain. Tujuannya agar ia dapat menciptakan kehidupan rumah tangga yang sakinah
dan penuh kebahagiaan bersama istrinya.
8. Patuh dan Taat
Rasulullah SAW bersabda dalam Hadits berikut:
"Sesungguhnya wanita yang terbaik di antara kamu ialah yang subur, besar
cintanya, teguh memegang rahasia, tabah menderita, mengurus keluarganya,
patuh terhadap suaminya, pesolek bagi suaminya, membentengi dirinya dari lakilaki
lain, mau mendengar ucapan suami dan menaati perintahnya, dan bila
bersendirian dengan suaminya ia pasrahkan dirinya pada kehendak suaminya,
serta tidak berlaku dingin kepada suaminya." (H.R. Thusy)
Penjelasan:
Hadits di atas menerangkan ciri-ciri istri yang baik, yang salah satunya ialah
patuh pada ucapan suami dan taat dalam menjalankan perintahnya serta menjauhi
larangannya.
Yang dimaksud dengan patuh dan taat ialah kesungguhan mengikuti dengan
ikhlas perintah yang diberikan kepadanya dan menjauhi larangan yang dikenakan
kepadanya.
Perempuan yang patuh dan taat sangat menjaga diri untuk tidak melanggar
larangan agama dan larangan orang tuanya selama larangan itu sejalan dengan
syari'at Islam. Ia juga beusaha melaksanakan perintah agama dan perintah orang
tuanya yang tidak bertentangan dengan ketentuan agaama dengan penuh
keikhlasan dan ketulusan sesuai dengan kemampuannya.
Perempuan yang patuh dan taat pada agama dan orang tuanya kemungkinan besar
akan patuh dan taat kepada suaminya kelak. Perempuan semacam ini akan dapat
menciptakan ketentraman dan ketenangan suami dan rumah tangganya. Ia juga
akan mendapat kepercayaan suaminya bila ditinggal pergi untuk mencari nafkah.
Laki-laki yang ingin mengetahui apakah calon istrinya, orang yang patuh dan taat,
dapat memperoleh informasi dari keluarganya, kerabat dekatnya, teman dekatnya,
atau tetangga dekatnya.
Kaum laki-laki, khususnya para pemuda, hendaklah memilih perempuan yang
patuh dan taat agar cita-citanya membangun rumah tangga yang bahagia dapat
terwujud segera dan berlangsung selama hayat.
9. Hemat
Dalam Hadits berikut disebutkan bahwa:
Rasulullah SAW bersabda: "Wanita yang paling baik yaitu yang pandai
mengendarai unta. Wanita Quraisy yang terbaik yaitu yang besar kasih
sayangnya kepada anak kecil dan panda mengurus harta suaminya yang sedikit
(miskin)." (H.R. Ahmad, Bukhari dan Muslim)
Penjelasan:
Hadits di atas menerangkan ciri perempuan yang baik, yaitu pandai mengurus
unta, sedangkan istri yang baik adalah istri yang hemat, yaitu pandai mengelola
pendapatan suami yang sedikit sehingga kepentingan keluarga tercukupi.
Hemat yaitu pandai mencukupkan yang sedikit sehingga keperluan hidupnya yang
banyak sekalipun terpenuhi. Hemat sangat erat hubungannya dengan ketelitian
dalam membelanjakan uang sehingga hanya membeli sesuatu yang diperlukan
dan tidak membeli sesuatu yang mubazir dan sia-sia.
Keperluan setiap orang hanya dapat ditentukan oleh yang bersangkutan.
Keperluan yang digariskan oleh agama ada 3 macam:
1. Dlaruri, atau keperluan pokok yang menyangkut hal-hal yang bisa
mempertahankan kelangsungan hidup seseorang, seperti makan, minum
dan pengobatan.
2. Haaji, keperluan sekunder, yaitu untuk menyempurnakan kualitas
kehidupan seseorang sehingga kondisi hidupnya menjadi lebih baik.
Misalnya, lauk daging dan vitamin untuk menjaga ketahanan tubuh.
3. Tahsini, atau keperluan tersier, yaitu keperluan yang tidak harus dipenuhi
karena tidak menghambat atau mengancam keselamatan diri. Mobil
misalnya, untuk memudahkan seseorang bila hendak bepergian.
Di antara ketiga keperluan tersebut, yang paling utama adalah dlaruri (keperluan
pokok). Dalam memenuhi keperluan pokoknya seseorang harus bersikap hemat,
apalagi memenuhi keperluan sekunder dan tersiernya. Dengan bersikap hemat
seseorang tidak akan terjerumus ke dalam angan-angan dan khayal kenikmatan
duniawi.
Dalam kehidupan rumah tangga sifat hemat pada istri dapat mengelola harta
suami. Suami yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya ingin agar
istrinya dapat mengatur penghasilannya sehingga keperluan diri dan anakanaknya
tercukupi.
Seorang perempuan yang memiliki sifat hemat tentu pandai mengendalikan
pengeluaran belanja keluarga. Ia tidak akan mau membeli sesuatu yang tidak
terjangkau oleh penghasilan suaminya sehingga ia tidak perlu berhutang
untuk mencukupi keperluannya.
Bilamana seorang istri ridla menerima uang belanja yang sedikit dan mampu
mengelolanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga, keluarga semacam ini
kemungkinan besar dapat menabung harta kekayaannya untuk
keperluan-keperluan masa depan mereka. Mereka dapat merencanakan hal-hal
yang lebih baik bagi masa depan diri dan anak-anaknya karena memiliki bekal
yang cukup.
Seorang istri yang hemat akan pandai dan cermat mengendalikan pengeluaran
rumah tanggnya. Suaminya tidak akan terbebani dalam mencari nafkah karena
tidak dikejar-kejar oleh tuntutan istri yang kekurangan belanja. Suami
akan selalu menyerahkan uang belanja kepada istrinya dengan senang hati berapa
pun jumlahnya. Ia benar-benar percaya istrinya dapat berhemat dalam
membelanjakan uangnya, sehingga dapat mencukupkan penghasilannya untuk
semua kebutuhan rumah tangga.
Sebaliknya, istri yang boros akan merugikan suami dan anak-anaknya. Istri
semacam itu akan menuntut suaminya memenuhi segala keinginannya sehingga
suami selalu merasa tertekan. Keadaan semacam ini pasti menimbulkan
konflik, bahkan anak-anak pun akan turut merasakan ketegangan. Akibatnya,
anak-anak hidup dalam suasana penuh tekanan. Hal semacam ini tentu tidak
dikehendaki siapapun, baik suami, istri maupun anak-anak.
Istri pemboros lebih mementingkan berfoya-foya daripada menghemat harta
kekayaan suaminya. Perilaku istri semacam ini bisa mendorong suaminya untuk
mendapatkan harta dengan segala macam cara, halal atau haram. Hal semacam ini
sudah tentu membahayakan dan merugikan suami.
Untuk mengetahui apakah calon istri hemat atau boros dapat dilakukan penelitian
melalui teman dekatnya, kerabat dekatnya, tetangga dekatnya, atau dengan
mengamati kebiasaannya membelanjakan uang. Jiak ternyata ia sangat cermat dan
berhati-hati dalam membelanjakan uang yang dipegangnya, besar harapan ia
kelak akan menjadi istri yang hemat.
Selain itu, dapat juga dilakukan dengan mengamati kebiasaan keluarganya apakah
mereka biasa berlaku hemat atau sebaliknya. Akan tetapi, kebiasaan suatu
keluarga tidak bisa dijadikan tolok ukur mutlak. Adakalanya suatu keluarga
berlaku boros, namun ada di antara anak-anaknya yang hemat. Hal ini bukan
sesuatu yang mustahil terjadi di masyarakat kita.
Setiap laki-laki mendambakan istri yang pandai membelanjakan uang suami
dengan baik dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Ia tidak berhutang ke kanan
dan ke kiri sehingga dapat menjaga kehormatan suami di mata orang lain dan
meringankan beban suami dalam mencari nafkah. Oleh karena itu, setiap laki-laki
sebaiknya memilih calon istri yang hemat dan pandai membelanjakan harta
suami. Insya Allah, dengan memiliki istri yang hemat rumah tangga akan
mencapai kebahagiaan, kasih sayang, kemesraan dan keceriaan.
10. Besar Kasih Sayangnya kepada Anak Kecil
Dalam Hadits berikut disebutkan bahwa: Rasulullah SAW bersabda:
"Wanita yang paling baik yaitu yang pandai mengendarai unta. Wanita Quraisy
yang terbaik yaitu yang besar kasih sayangnya kepada anak kecil dan pandai
mengurus harta suaminya yang sedikit (miskin)." (H.R. Ahmad, Bukhari dan
Muslim)
Penjelasan:
Maksud Hadits di atas ialah perempuan yang pandai mengendarai unta adalah
perempuan yang pandai mengurus keluarganya; dan perempuan yang paling baik
adalah yang paling besar kasih sayangnya kepada anak-anak. Kasih sayang
kepada anak kecil dapat ditunjukkan dengan perhatian besar kepada anak-anak,
senang berkumpul dengan mereka, akrab bergurau dan bercanda dengan mereka,
sabar menghadapi tingkah laku mereka dan gembira membimbing dan mengasuh
mereka.
Sifat semacam ini perlu ada pada calon istri dan calon ibu. Mereka kelak akan
melahirkan anak-anak yang memerlukan kasih sayang dan cinta yang besar dari
ibunya. Perempuan yang besar kasih sayangnya kepada anak-anak memudahkan
pertumbuhan emosi anak-anak dan perkembangan kepribadiannya ke arah yang
positif. Anak-anak semacam ini kemungkinan besar terbebas dari tekanan batin
sehingga kelak menjadi orang dewasa yang sehat mental dan emosinya. Seorang
ayah yang memiliki anak-anak semacam ini akan mudah mendidik dan mengasuh
mereka karena ibunya bisa membantu mendidik mereka dengan baik. Beban
suami menjadi ringan karena istrinya mampu memikul tanggung jawab dengan
baik dalam mengasuh anak-anaknya dengan penuh kasih sayang.
Laki-laki yang bermaksud menikahi seorang perempuan, hendaklah
memperhatikan sifat ini pada diri calon istrinya. Jika ternyata calon istri memlilki
sifat semacam ini, laki-laki tersebut sangat beruntung. Anak-anaknya kelak dapat
dipastikan memperoleh asuhan, pemeliharaan, perlindungan dan bimbingan dari
seseorang yang benar-benar bersedia berkorban demi anak-anaknya yang
dicintainya. Ia tidak akan mengeluh saat mengasuh dan menghadapi kenakalan
anak-anaknya. Ia menghadapi kenakalan anaknya dengan perasaan ringan dan
penuh kesabaran, sehingga anak-anaknya berkembang dengan penuh kebebasan
dan keceriaan di rumah dan di lingkungannya. Hal ini sangat membantu suami
untuk mencurahkan pikiran dan tenaganya dalam memenuhi kebutuhan keluarga
secara maksimal.
Untuk mengetahui seberapa jauh calon istri mempunyai kasih sayang kepada
anak-anak dapat dilakukan pengamatan dan penyelidikan melalui cara-cara
sebagai berikut:
1. Mengamati pergaulannya dengan anak-anak apakah ia sabar bergaul
dengan anak-anak atau tidak.
2. Menanyakan kepada teman-teman dekatnya atau kepada kerabat dekatnya,
atau kepada tetangga dekatnya atau kepada adik-adiknya apakah ia
memiliki sifat tersebut atau tidak.
Karena anak-anak sangat membutuhkan ibu yang besar kasih sayangnya kepada
mereka, setiap laki-laki yang hendak mengambil seorang perempuan sebagai
istrinya hendaklah mengutamakan yang besar kasih sayangnya kepada anak kecil.
Istri semacam ini besar harapan dapat mendampinginya untuk membina rumah
tangga yang penuh dengan suasana gembira, ceria dan bahagia.